Wow, 10 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan Tolak Full Day School

Wow, 10 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan Tolak Full Day School

Wow, 10 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan Tolak Full Day School

Wow, 10 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan Tolak Full Day School
Wow, 10 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan Tolak Full Day School

Sekira 10 ribu orang akan melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak Permendikbud

Nomor 23 Tahun 2017 tentang Lima Hari Sekolah. Mereka menilai, pemberlakuan full day school lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya).

Massa akan bergerak di bawah koordinasi Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) pada Jumat 21 Juli 2017 pukul 13.00 WIB. Aksi akan diawali dengan salat Jumat berjamaah di Masjid Baiturrahman kawasan Simpanglima Semarang dan berakhir di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 9 Semarang.

“Ada 15 elemen masyarakat yang ikut bergabung dalam aksi nanti

. Permen tentang lima hari sekolah ini jelas membawa dampak buruk bagi masyarakat, tapi pemerintah tetap memaksa untuk diberlakukan. Karena itu, ketika kata-kata tak lagi bermakna, maka aksi adalah solusi,” kata perwakilan KMPP, Hudallah Ridwan, Rabu (19/7/17).

Salah satu pengajar di pondok pesantren itu menegaskan, aksi massa nanti akan berlangsung damai yang berisi seruan pemerintah segera mencabut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Meski demikian, pihaknya mengancam akan mengerahkan massa lebih besar jika tuntutan itu tak dipenuhi.

“Semua masyarakat di desa-desa banyak yang ingin berangkat, karena full day school salah satunya mengancam eksistensi madrasah diniyah yang biasanya dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Kalau yang dari desa-desa di Jawa Tengah ikut berangkat, maka aksi ini bisa ratusan ribu, bahkan jutaan orang,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberlakuan full day school tak bisa dilaksanakan

karena dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, yang belum memadai. Bahkan dari sisi kultural, aturan baru tersebut juga mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah.

“Jika full day school bertujuan untuk melakukan pendidikan karakter, maka pendidikan karakter yang sesungguhnya di Indonesia sudah berlangsung lama sejak prakemerdekaan melalui pondok pesantren dan madrasah. Pendidikan karakter di Indonesia sesungguhnya adalah pendidikan agama,” paparnya.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi