Walikota Bogor Terus Berikhtiar Setarakan Guru Honorer

Walikota Bogor Terus Berikhtiar Setarakan Guru Honorer

Walikota Bogor Terus Berikhtiar Setarakan Guru Honorer

 

Walikota Bogor Terus Berikhtiar Setarakan Guru Honorer

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya menghadiri apel peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-73 tingkat Kota Bogor yang digelar di Lapangan Kebun Raya Bogor, Minggu (25/11/2018).

Usai apel

Ribuan peserta yang merupakan guru, baik yang sudah menjadi PNS maupun honorer mengikuti jalan sehat.

Bima Arya mengatakan

selalu ada kekuatan, ketulusan, kesabaran dan kebersamaan dari para guru dalam mendidik generasi muda Kota Bogor menyiapkan masa depannya. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru di tengah segala dinamika, tantangan, keterbatasan bisa terus berkiprah membangun karakter bangsa. Perjuangan para guru ini bahkan mampu menorehkan prestasi anak-anak didik.

“Tantangan kedepan semakin berat, bapak ibu ini yang menjadi benteng terdepan. Kami di Pemerintah juga terus berikhtiar bisa mensejahterakan dan menyetarakan guru honorer,” ungkap Bima.

Sementara itu

Ketua PGRI Kota Bogor Basuki mengatakan, sebelum acara puncak tersebut digelar, pihaknya sudah menggelar berbagai rangkaian acara mulai dari ziarah ke makam pahlawan serta pekan olahraga dan seni di tingkat cabang. Tak hanya itu ribuan guru Kota Bogor juga ambil bagian dalam aksi solidaritas membantu Palu dan Lombok dengan mengirimkan donasi lewat provinsi. “Ini partisipasi semua guru melalui setiap ranting-ranting yang ada di sekolah,” katanya.

Basuki menuturkan

pada HUT PGRI tahun ini harapan mereka tetap sama yakni kesejahteraan guru agar bisa semakin lebih baik. Terutama bagi guru honorer agar bisa diangkat menjadi PNS. Harapan tersebut pun sudah disampaikan mulai dari tingkat Kota, Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat. Bersyukur, pada 2019 nanti Pemerintah Kota Bogor akan meningkatkan honor para honorer menjadi dua kali lipat. Jadi jika sebelumnya honor hanya Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu kedepan honor yang diterima bisa lebih baik.

“Tidak hanya soal kesejahteraan saja yang kami tuntut, tetapi juga kami terus berupaya agar menjadi guru yang profesional, disenangi siswa dan masyarakat dengan terus melakukan inovasi dalam mengajar karena kebanggaan kami bisa membuat anak didik menjadi sukses,” jelasnya.

 

Artikel terkait: