Waktu Membagikan Zakat dan Nisabnya

Waktu Membagikan Zakat dan Nisabnya

Waktu Membagikan Zakat dan Nisabnya

Waktu Membagikan Zakat dan Nisabnya
Waktu Membagikan Zakat dan Nisabnya

Waktu Membagikan Zakat Fitrah Oleh Amilin

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rosululloh SAW mewajibkan zakat fitrah (untuk) membersihkan orang yang berpuasa dari omongan sia-sia dan perbuatan dosa; serta (sebagai) pemberian makanan bagi orang-orang miskin. Karena itu, siapa yang membagikannya sebelum sholat ied (iedul fitri) maka zakatnya diterima, dan siapa yang membagikannya setelah sholat, itu hanyalah dihitung sebagai shodaqoh biasa (H.R. Abu Daud, Ibnu Majah, Daruquthni)

Kesepakatan Para Ulama

Berdasarkan hadits diatas para ulama sepakat bahwa mengeluarkan zakat fitrah itu waktunya sebelum sholat iedul fitri. Namun mereka berbeda pendapat tentang makna qobla (sebelum). Ada yang memaknainya dengan sangat luas, sehingga dikeluarkan sejak tanggal pertama bulan romadhon. Ada juga yang berpendapat setelah sholat magrib pada waktu malam iedul fitri. Dan ada juga yang berpendapat setelah sholat shubuh dapa Iedul fitri (1 Syawal, lebaran) sebelum sholat Iedul fitri.
Didalam sebuah hadits, biasanya kata sebelum (qobla) terutama dalam hal ibadah menunjukkan waktu yang terdekat. Seperti sholat sunat qobla shubuh, tentu tidak dilakukan pada jam 22:00 malam atau jam 01:00 dini hari. Memang itu jam tersebut juga termasuk “sebelum” subuh, tetapi nyatanya sholat sunat qobla shubuh dilakasanakan setelah adzan subuh berkumandang, waktu yang sangat dekat dengan sholat subuh sendiri.
Oleh karena itu, yang dimaksud dengan “sebelum orang-orang pergi sholat ‘ied, itu berarti setelah sholat subuh, karena itulah waktu terdekat dengan sholat Iedul fitri.

Adapun mengenai sebuah riwayat dari Ibnu Umar yang berbunyi: “Adalah para sahabat menyerahkan zakat fitrah (kepada ‘amil) sehari atau dua hari sebelum hari raya.” (H.R. Bukhori)

Maksudnya

Yang dimaksud hadits diatas adalah para sahabat memberikannya pada badan ‘amil zakat untuk dibagikan pada waktunya. Hal ini sesuai dengan perbuatan Ibnu Umar dan Rosululloh tidak pernah membagikan zakat fitrah kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) sebelum fajar pada hari raya. Lebih tegasnya lagi bisa dilihat dalam hadits dibawah ini:

“Dari Ibnu Umar ia berkata: Rosululloh SAW menyuruh untuk mengeluarkan zakat fitrah lalu dibagikan -Yazid berkata aku berpendapat bahwa pada hari ini, Iedul fitri- serta beliau bersabda: Cukupkanlah keperluan mereka dari berkeliling (untuk meminta-minta pada hari ini).” (H.R. Al-Baihaqy)

Berapa Banyak Yang Harus Dikeluarkan Untuk Zakat Fitrah

Ukuran zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim adalah sebanyak satu Sha’ dari makanan pokok. hal ini sesuai dengan dua hadits berikut ini yang artinya:

“Kami mengeluarkan (zakat fitrah) di zaman Rosululloh SAW pada iedul fitri sebanyak satu Sha’ dari makanan”. (H.R. Bukhari)
“Adalah kami (para sahabat) di masa Rosululloh SAW mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ makanan atau satu sha’ tamar (kurma), atau satu sha’ sya’ir (padi belanda), atau satu sha’ aqith (susu yang telah kering yang tidak diambil buihnya, atau semacam makanan yang terbuat dari susu, dimasak, sesudah itu dibiarkan lalu diletakkan di kain perca agar menetes kebawah), atau satu sha’ zahib (kismis)”. (H.R. Bukhari)

Hadits diatas menyatakan bahwa kadar zakat fitrah itu satu sha’ makanan. Pada hadits diatas makanan yang dimaksud adalah: tamar, sya’ir, zabib, dan aqith. Itulah jenis makanan yang dikeluarkan untuk zakat fitrah pada masa Rosululloh SAW.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/