Wahyu (agama)

Table of Contents

Wahyu (agama)

Cara wahyu dimulai dari yang paling tinggi yaitu Tuhan, kemudian turun secara bertahap sampai kepada yang terendah (manusia). Artinya wahyu diturunkan oleh Allah melalui perantaraan malaikat Jibril, kemudian diberikan kepada manusia (dalam hal ini para nabi dan para rasul) kemudian para nabi dan rasul menyampaikannya kepada umatnya. [5]

Sesuai dengan petunjuk al-Qur’an bahwa Tuhan adalah sumber segala ilmu pengetahuan dan Ia memberikan ilmu-Nya kepada manusia yang dikehendakiNya. Sebagian pengetahuan tersebut ada yang disampaikan Tuhan kepada nabi Muhammad saw melalui Qur’an secara essensial mencakup tentang moral, keimanan dan sebagainya. Sebagian pengetahuan tersebut ada yang diberikan Tuhan melalui usaha manusia. Pengetahuan yang kedua ini berkaitan dengan fenomena alam.

Wahyu inilah yang membimbing manusia untuk dapat mencapai kebenaran yang hakiki (Tuhan). Ibnu Masarrah sependapat oleh aliran mu’tazilah mengungkapkan mengenai fungsi wahyu. Bahwa wahyu dapat menjelaskan kepada manusia cara yang tepat menyembah Tuhan. Menurut Ibn Abi Hasyim (seorang tokoh Mu’tazilah) mengatakan bahwa ritual-ritual ibadah, seperti sholat dapat diketahui manusia bukan melalui akal tetapi melalui wahyu. Nabi-lah yang membawa ritual-ritual itu dan apa yang dibawa oleh nabi tidak boleh tidak mesti benar, dan ini menunjukkan fungsi wahyu.[6]

  1. Akal

Menurut Ibnu Masarrah, manusia telah dikaruniakan akal yang dapat berfungsi untuk mengetahui adanya Tuhan. Ibnu Masarrah menjelaskan lebih lanjut bahwa akal dapat mencapai pengetahuan akan adanya Tuhan melalui tanda-tanda yang ada pada makhluk-Nya, kemudian dengan mengamati dan mengambil pelajaran dari gejala-gejala alam dan apa yang terjadi di sekitarnya.

Cara akal dimulai dimulai dari yang terendah yang ada di bumi (manusia berfikir dengan akalnya) kemudian naik secara bertahap sampai kepada yang mahatinggi- Allah. Ibnu Masarrah menambahkan dengan menjelaskan keadaan para wali yang arif dan bijaksana (awliya al mustabsirin) “ Demi Tuhan, telah terbuka fikiran mereka dengan menyaksikan langit dan bumi dan dengan diutusnya para nabi dan rasul ke dunia ini.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/