Urutan Hukuman Bagi Istri Nusyuz

 Urutan Hukuman Bagi Istri Nusyuz

Allah SWT memerintahkan untuk memberikan hukuman bagi istri yang nusyuz. Ada beberapa tahapan dalam menghukum istri yang nusyuz:

Pertama, diberi nasehat. Di antara hal yang dapat dilakukan suami adalah:

  1. Memperingatkan istri dengan hukuman Allah SWT bagi perempuan yangbermalam sedangkan suami marah dengannya.
  2. Mengancam dengan tidak memberi sebagian kesenangan materiil.
  3. Mengingatkan istri pada sesuatu yang layak dan patut dan menyebutkan dampak-dampak nusyus, di antaranya bisa berupa perceraian yang berdampak baginya keretakan eksistensi keluarga dan terlantarnya anak-anak.
  4. Menjelaskan istri tentang apa yang mungkin terjadi di akhirat, bagi perempuan yang ridha dengan Tuhannya dan taat kepada suaminya.
  5. Menasihati istri dengan kitabullah, yang mewajibkan perempuan untuk bersama dengan baik, bergaul dengan baik terhadap suami, dan mengakui posisi suami atasnya.
  6. Menasehati istri dengan menyebutkan hadis-hadis Nabi SAW, menyebut sejarah hidup ibu orang-orang mukmin.
  7. Memilih waktu dan tempat yang sesuai untuk berbicara, kecuali memperbanyak sikap untuk mengokohkan dan menghilangkan kesulitan.[5]

Kedua, jika nasehat belum mampu menyadarkan istri yang nusyus, maka jangan tidur dengan istri atau pisah tempat tidur. Tapi, jangan sampai terlalu lama. Maksimal tiga malam.

Ketiga, jika masih tetap begitu, maka suami boleh memukulnya. Akan tetapi, pukulan terhadap istri yang nusyus harus sesuai syari’at yaitu yang tidak membahayakan dan tidak melukai. Jangan memukul bagian wajah dan kepala.

  1. Bentuk dan Jenis Sikap Nusyuz

Sikap nusyuz mempunyai banyak bentuk, semuanya terhimpun dalam tindakan maksiat terhadap suami dan keluar dari ketaatan kepadanya. Jenis-jenis sikap nusyuz tidak terbatas oleh bilangan angka. Akan tetapi, sebagian diantaranya marak terjadi dan mengakibatkan bahaya besar, yaitu:[6]

  1. Menolak ajakan suami di tempat tidur. Ini adalah sikap nusyuz terbesar.
  2. Mengkhianati suami terkait dengan kehormatan dirinya, yaitu dengan menjalin hubungan haram dengan laki-laki lain.
  3. Memasukkan orang lain ke dalam rumah, yang mana suami tidak suka bila orang itu masuk ke dalam rumahnya, baik ketika suami ada maupun tidak ada.
  4. Lalai dalam melayani suami.
  5. Menghambur-hamburkan harta suami dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak pantas.
  6. Menyakiti suami dengan perkataan buruk, mencelanya atau mencacinya.
  7. Keluar dari rumah tanpa izin suami.
  8. Menyebarluaskan rahasia suami dan menurunkan tirai pelindung kehormatannya.
  1. Syiqaq
  2. Pengertian Syiqaq

Syiqaq menurut bahasa dapat diartikan pertengkaran, sedangkan menurut istilah syiqaq berarti krisis memuncak yang terjadi antara suami istri, sehingga antara keduanya yaitu suami isteri sering terjadi perselisihan yang menjadikan keduanya tidak dapat dipertemukan (diselesaikan) dan kedua belah pihak tidak dapat mengatasinya.

Menurut istilah fiqih berarti perselisihan antara suami dan istri yang diselesaikan oleh dua orang hakam, yaitu seorang hakam dari pihak suami dan seorang hakam dari pihak istri.[7]

Pengertian di atas menunjukkan bahwa syiqaq terjadi apabila antara suami istri tidak dapat lagi mencukupi kebutuhan lahir maupun kebutuhan batin, sehingga dalam kehidupan rumah tangga sering terjadi perselisihan
yang tiada akhir.

https://chadodomrealestateagentlittleelmtx.com/fantasy-manager-football-apk/