Tujuan Evaluasi Pendidikan

Tujuan Evaluasi Pendidikan

Tujuan Evaluasi Pendidikan

Tujuan Evaluasi Pendidikan
Tujuan Evaluasi Pendidikan

Setelah mempelajari secara mendetail tentang konsep

pengukuran, penilaian dan evaluasi, kita tahu bahwa ketiga kegiatan tersebut sering digunakan secara bersamaan dan memiliki hubungan yang sinergis satu sama lain. Dari ketiga konsep tersebut evaluasi memiliki cakupan paling luas. Kegiatan evaluasi bisa melibatkan proses pengukuran dan penilaian, yang akhirnya seoarang evaluator mampu memutuskan terhadap objek yang di ukur dan dinilai.

 

Menurut UU sisdiknas NO 20 Tahun 2003 Bab XVI pasal 57 ayat

Ayat 1 dan 2 tujuan dan sasaran umum evaluasi adalah untuk pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi pendidikan dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan

 

Lebih lanjut dalam pasal 58 dan 59 menegaskan

Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Ketentuan mengenai evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Menurut Sudijino (2001), secara umum tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu :

1)      Memperoleh data pembuktian yang menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

2)      Mengukur dan menilai sampai di mana efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik

Tujuan khusus evaluasi dalam bidang pendidikan, yaitu:

1)      Merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan

2)      Mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan.

Sedangkan Sukardi (2008: 9-10) mengungkapkan kaitannya dengan belajar mengajar minimal ada enam tujuan evaluasi yaitu sebagai berikut:

1)      Menilai ketercapaian tujuan

2)      Mengukur aspek-aspek belajar yang bervariasi

3)      Sebagai sarana untuk mengtahui apa yang telah siswa ketahui

4)      Memotivasi belajar siswa

5)      Menyediakan informasi untuk tujuan bimbingan dan konseling

6)      Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum

Evaluasi tidak hanya digunakan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar, secara lebih luas evaluasi juga digunakan untuk menilai program dan sistem yang ada dilembaga pendidikan. Untuk cakupan yang lebih luas, yaitu pada evaluasi program, Grubb dan Ryan (dalam Sukardi, 2008) menyatakan minimal ada tiga tujuan penting mengapa perlu dilakukan evaluasi bagi seorang pimpinan lembaga. Ketiga tujuan tersebut antara lain: 1) menginformasikan kepada pemerintah, 2) meningkatkan keputusan pada pengusaha terhadap kegiatan yang dilaksanakan, 3) meningkatkan keputusan pada para pengusaha terhadap training dan program yang telah direncanakan (Sukardi, 2008).

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/materi-contoh-soal-teks-eksplanasi/