SMA Plus PKN Cileunyi Belajar Keredaksian

SMA Plus PKN Cileunyi Belajar Keredaksian

SMA Plus PKN Cileunyi Belajar Keredaksian

SMA Plus PKN Cileunyi Belajar Keredaksian
SMA Plus PKN Cileunyi Belajar Keredaksian

Sebagai bagian dari program di sekolahnya, SMA Plus Prakarya Negara (PKN)

Cileunyi menggelar wisata media ke Harian Umum Bandung Ekspres kemarin (19/11). Sebanyak 15 orang siswa dan tiga orang guru berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Sejak awal, para murid terlihat antusias saat perwakilan dari Bandung Ekspres memberikan penjelasan ruangan-ruangan yang ada di kantor yang terletak di Jalan Soekarno Hatta nomor 627 tersebut. Sambil mengabadikan momen dengan berfoto, mereka juga sekali-kali bertanya tentang ruangan-ruangan yang ada di kantor.

Dalam sesi sharing di ruang rapat, para siswa melontarkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Bandung Ekspres dan keredaksian. Terakhir, mereka mendapatkan informasi dari pihak percetakan tentang cara mencetak koran hingga akhirnya bisa sampai dengan baik kepada para pelanggan.

Imam Syafei M MPd selaku guru bimbingan konseling (BK) di SMA Plus Prakarya Negara

(PKN) mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihaknya. ’’Biar mereka juga mendapatkan pelajaran di luar sekolah, bukan hanya di belakang meja belajar di sekolah saja,’’ ujarnya kepada Bandung Ekspres di sela-sela kegiatan.

Dia mengatakan, hal tersebut akan mempengaruhi progress pembelajaran mereka karena dapat merasakan langsung apa yang terjadi dalam sebuah kantor media. ’’Diharapkan nantinya mereka akan merasakan dunia kerja yang memang akan dihadapi. Banyak hal yang akan didapatkan dengan melakukan wisata media seperti ini. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi mereka,’’ tambahnya.

Keasyikan belajar langsung di lapangan juga dirasakan oleh Nurul, salah seorang peserta wisata media.

Dia mengatakan, pola belajar tersebut lebih menyenangkan. ’’Sangat menyenangkan belajar langsung seperti ini. Jadi lebih tahu lagi tentang media koran seperti Bandung Ekspres, malah saya jadi ingin menjadi wartawan ata redaktur nantinya,’’ tuturnya.

Dia berharap, kegiatan-kegiatan serupa akan terus dilakukan oleh sekolahnya untuk terus merangsang anak didiknya agar menjadi lebih berkualitas.

 

Sumber :

Sejarah Lahirnya ISIS