Sifat-sifat sistem pertanian berkelanjutan

Sifat-sifat sistem pertanian berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan memiliki lima sifat, diantaranya:

  1. Mampertahankan fungsi ekologis, artinya tidak merusak ekologi pertanian itu sendiri.
  2. Berlanjut secara ekonomis artinya mampu memberikan nilai yang layak bagi pelaksana pertanian itu dan tidak ada pihak yang diekploitasi. Masing-masing pihak mendapatkan hak sesuai dengan partisipasinya.
  3. Adil berarti setiap pelaku pelaksanan pertanian mendapatkan hak-haknya tanpa dibatasi dan dibelunggu dan tidak melanggar hal yang lain.
  4. Manusiawi artinya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dimana harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi termasuk budaya yang telah ada.
  5. Luwes yang berarti mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini, dengan demikian pertanian berkelanjutan tidak statis tetapi dinamis bisa mengakomodir keinginan konsumen maupun produsen.

2.5  Indikator Sistem pertanian berkelanjutan

  1. Menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dengan kuantitas memadai.
  2. Membudidayakan tanaman secara alami.
  3. Mendorong dan meningkatkan siklus hidup biologis dalam ekosistem pertanian.
  4. Memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang.
  5. Menghindarkan seluruh bentuk cemaran yang diakibatkan penerapan teknik pertanian.
  6. Memelihara keragaman genetik sistem pertanian.

Konsep sistem pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi (profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi.Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas.Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah terpeliharanya keragaman hayati dan daya tekstur bilogis, Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehingga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang.

 

Sumber :

https://intergalactictravelbureau.com/petinggi-marketplace-ini-galang-dana-berangkatkan-korban-first-travel-umrah/