Selamatkan Panda Laut dari Kepunahan

Selamatkan Panda Laut dari Kepunahan

Selamatkan Panda Laut dari Kepunahan

Selamatkan Panda Laut dari Kepunahan
Selamatkan Panda Laut dari Kepunahan

ANCAMAN kepunahan bagi spesies-spesies hewan di dunia kini

memang tidak dapat terelakkan. Isu itu selalu menghangat setiap tahun termasuk perubahan status kepunahan hewan dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ancaman ini bukan berarti tidak ditangani secara serius. Beberapa aktivitas pencegahan dan manuver pengembangbiakan hewan-hewan yang terancam kini marak diimplementasikan demi kelangsungan hidup mereka.

Spesies mamalia laut, yakni vaquita

(Phocoena sinus), kini mendapat sorotan negara-negara yang tergabung dalam International Whaling Commission (IWC) dalam World Whaling Meeting Ke-66 di Portoroz, Slovenia, 25 Oktober lalu, atas statusnya yang dikhawatirkan mendekati kepunahan.

Vaquita, spesies mamalia asal Meksiko, merupakan spesies yang memiliki tubuh terkecil jika dibandingkan dengan semua pesut/lumba-lumba (terkecil di ordo Cetacea) di dunia. Spesies bertubuh menyerupai lumba-lumba itu memiliki paruh/moncong pendek dan tubuh yang membulat (rounded body).

Spesies berwarna abu-abu itu memiliki garis hitam

yang menonjol di sekitar mata dan bibir. Tanda warna hitam di sekitar matanya membuat vaquita disebut sebagai ‘panda laut’ Meksiko.
Spesies yang pertama kali ditemukan pada 1958 hingga kini hanya ditemukan di bagian atas wilayah Teluk California, atau sekitar barat laut Meksiko. Para ilmuwan mengatakan pada dasarnya vaquita memang sulit dipahami dan sulit untuk diamati.

Terhitung dari akhir 2015 (berdasarkan laporan IWC), populasi vaquita hanya tinggal 59 ekor. Kemudian pada Maret 2016, tiga ditemukan tewas dipukat. Awal penurunan jumlah populasi vaquita secara besar-besaran dimulai pada 1997. Saat itu populasi mereka berjumlah 567. Selama kurang lebih sembilan tahun (1997-2005), populasi mereka anjlok hingga 92%. Namun, penyusutan yang paling besar terjadi pada 2011 hingga 2015, yakni mencapai 80%.

 

Baca Juga :