SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

Sebenarnya Dewan Perwakilan Rakyat bukanlah sebuah lembaga baru. Bahkan dewan ini telah terbentuk sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Jejak dewan perwakilan ini juga sudah ada pada zaman kolonial Belanda.

1. PERIODE ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

Pada tanggal 18 Mei 1918 Belanda yang diwakili oleh Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum membentuk dan melantik Volksraad atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Dewan Rakyat. Pada lembaga Volksraad ini juga sudah diatur mengenai kekuasaan legislatif, meskipun bagi rakyat asli Indonesia sangat terbatas.

Pada tahun 1918, anggota Volksraad terdiri dari 1 orang ketua yang dipilih oleh raja dengan anggota berjumlah 38 orang. 20 orang diantaranya berasal dari kalangan penduduk pribumi Indonesia. Pada tahun 1927-1930, keanggotaan kaum bumiputra dalam Volksraad bertambah menjadi 25 orang dari total 55 anggota.

Para pejuang Indonesia yang bergerak melalui jalur politik memanfaatkan Volksraad sebagai sebuah jalan menuju kemerdekaan Indonesia. Tokoh – tokoh yang berjuang mengusulkan kemerdekaan Indonesia melalui Volksraad antara lain adalah Mohammad Husni Thamrin dan Sutardjo.

Melalui Dewan Volksraad inilah para nasionalis Indonesia yang menjadi anggotanya berusaha untuk menanamkan kesadaran kemerdekaan Indonesia. Selain itu, melalui dewan ini pula para tokoh-tokoh nasionalis sering mengkritik kebijakan pemerintah Belanda yang dinilai merugikan bangsa Indonesia. Meskipun pergerakan ini tetap mendapat pengawasan ketat oleh pemerintah Belanda.

Kekalahan Belanda dari Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 ternyata membawa dampak negatif terhadap Volksraad. Belanda yang kalah telak dari Jepang kemudian terpaksa meninggalkan Indonesia dan menyerahkan wilayah jajahannya ke tangan Jepang. Pergantian penjajahan di Indonesia membawa konsekuensi tidak diakuinya lagi keberadaa Volksraad bentukan Belanda.

2. MASA PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Saat Jepang berkuasa di Indonesia, hampir tidak ada badan perwakilan kaum pribumi yang diizinkan dibentuk. Bahkan, semua kegiatan politik kaum nasionalis yang sebelumnya diizinkan dengan pengawasan dari pihak Belanda akhirnya dilarang total oleh Jepang.

Para pemimpin nasionalis berusaha menggunakan organisasi gerakan rakyat yang dibentuk oleh Jepang untuk menanamkan cita – cita kemerdekaan Indonesia. Gerakan seperti 3A (Nippon cahaya Asia, pelindung Asia, dan pemimpin Asia) serta Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) digunakan oleh kaum nasionalis untuk mengukuhkan cita – cita kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1943, Jepang membentuk sebuah badan bernama Tjuo Sangi-in yang bertugas untuk menjawab segala pertanyaan Saiko Sikikan (penguasa militer tertinggi Jepang) mengenai usaha-usaha memenangkan perang Asia Timur Raya.

Badan ini sama sekali tidak mewakili aspirasi bangsa Indonesia seperti Volksraad, karena hanya digunakan sebagai biro informasi dan pengumpulan dukungan terhadap pihak Jepang agar bisa berjaya melawan pihak Sekutu dalam Perang Dunia II.

3. MASA DIBENTUKNYA KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT (KNIP)

Sehari setelah kemerdekaan Indonesia yakni pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidangnya yang pertama. Dalam sidang pertama ini PPKI mengesahkan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila.

Berdasarkan ketentuan dalam Aturan Peralihan pada tanggal 29 Agustus 1945 dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang merupakan cikal bakal lembaga legislatif di Indonesia. Oleh karena itulah tanggal 29 Agustus diresmikan sebagai hari jadi DPR-RI.

KNIP dibentuk dengan susunan anggota sebagai berikut:

a. Mr. Kasman Singodimejo sebagai ketua.
b. Mr. Sutardjo Kartohadikusumo sebagai wakil ketua I.
c. Mr. J. Latuharhary sebagai wakil ketua II.
d. Adam Malik sebagai wakil ketua III.


Sumber: https://pengetikan.co.id/geostorm-apk/