Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Pada tahun 1890-an, William Hesketh Lever, pendiri Lever Brothers, menuliskan gagasannya untuk Sunlight Soap, produk baru revolusionernya yang membantu mempopulerkan kebersihan dan kesehatan di Inggris pada zaman Victoria.

Itu adalah “untuk menjadikan kebersihan sebagai hal yang lumrah; untuk mengurangi pekerjaan wanita; untuk mendukung kesehatan dan berkontribusi dalam daya tarik pribadi, bahwa kehidupan mungkin lebih nikmat dan lebih berharga bagi orang-orang yang menggunakan produk kami”.

1910

Lever Brothers membeli perusahaan pertamanya di Afrika Barat, WB MacIver Ltd, demi mengamankan pasokan minyak kelapa sawit untuk Port Sunlight.

1911

Laboratorium penelitian khusus yang pertama dimiliki Lever Brother didirikan di Port Sunlight.

1912

Kesepakatan bagi laba pertama antara Jurgens dan Van den Bergh diakhiri, tetapi kedua perusahaan meneruskan kerja sama mereka.

1913

Berbagai bisnis terkemuka di Eropa bergabung untuk menciptakan Whale Oil Pool.

1914

Pada tahun pecahnya perang, berbagai perusahaan yang dikendalikan Lever Brothers menghasilkan sekitar 135.000 ton sabun per tahun, sementara di Belanda, Jurgens dan Van den Bergh sama-sama mengakuisisi sejumlah perusahaan yang lebih kecil dan masing-masing mengendalikan tujuh pabrik margarin di Jerman.

1917

Lever Brothers mengakuisisi Pears Soap, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1789, dan Jurgens membentuk aliansi dengan Kellogg’s sebagai persiapan ekspansi ke Amerika Utara. Pada masa ini, Jurgens dan Van den Bergh sama-sama mendirikan pabrik di Inggris, satu di Purfleet, Essex masih memproduksi margarin hingga sekarang. Lever Brothers juga memasuki pasar margarin dengan peluncuran Planters, meningkatkan operasinya di Afrika Selatan dan melihat bisnisnya di Amerika mulai menghasilkan keuntungan.

1920 – 1929: Unilever dibentuk

Pada akhir tahun 1920-an, Jurgens memiliki pabrik margarin di Skotlandia, Irlandia, serta Inggris, dan Lord Leverhulme mengendalikan 60% dari hasil produksi sabun Inggris.

Tetapi, selama dekade tersebut, pasar margarin menderita penurunan permintaan karena mentega menjadi lebih terjangkau.

Sebelum meninggal pada tahun 1925, pendiri Lever Brothers, Lord Leverhulme membangun portofolio perusahaan pribadi yang menyertakan beberapa kesepakatan dengan produksi dari estate yang baru diakuisisinya di Kepulauan Barat Skotlandia. Banyak dari perusahaan ini, termasuk Mac Fisheries Ltd, pada akhirnya akan dibeli oleh Lever Brothers.

Di akhir dekade ini, aliansi mencapai kesimpulan akhir, dan sejarah resmi Unilever dimulai. Pertama, Jurgens dan Van den Bergh bergabung dan mendirikan Margarine Unie. Lalu, dua tahun kemi, dalam salah satu merger terbesar di masanya, Margarine Unie bergabung dengan Lever Brothers dan menciptakan Unilever.

1920

Lever Brothers mengambil alih Niger Company, yang di kemudian hari menjadi bagian dari United Africa Company.

1922

Lever Brothers membeli Wall’s, perusahaan sosis terkenal yang mulai memproduksi es krim di musim panas saat permintaan atas sosis turun.

1923

Runtuhnya ekonomi Jerman menciptakan kondisi perdagangan yang lebih sulit bagi Jurgens dan Van den Bergh.

1925

Lever Brothers membeli British Oil & Cake Mills, salah satu pesaing besarnya dan produsen New Pin Soap.

1926

Lever Brothers meluncurkan Kampanye Tangan Bersih. Sebagai bagian dari kebijakan kesehatannya, perusahaan ini memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kotoran dan kuman dan mendorong mereka untuk mencuci tangan sebelum sarapan, sebelum makan malam, dan setelah sekolah.’

1927

Jurgens dan Van den Bergh, yang sudah bergabung dengan dua perusahaan Eropa, Centra dan Schicht, bersatu untuk menciptakan Margarine Unie, Serikat Margarin. Serikat ini dengan cepat mendapatkan para anggota baru, sehingga menciptakan kelompok perusahaan Eropa yang besar yang terlibat dalam produksi hampir semua barang yang dibuat dari minyak dan lemak.

Planters Ltd, perusahaan milik Lever Brothers, meluncurkan margarin yang diperkaya vitamin – Viking.

1928

Margarine Unie mengakuisisi kelompok Calvé-Delft Perancis-Belanda yang memiliki pabrik di Belanda, Perancis, Belgia, dan Cekoslowakia. Tahun berikutnya, Serikat ini juga mengakuisisi firma Hartog’s.

1929

Pada tanggal 2 September, Lever Brothers dan Margarine Unie menandatangani kesepakatan untuk mendirikan Unilever. Perusahaan-perusahaan ini pada awalnya bertujuan untuk menegosiasikan pengaturan agar tidak saling mengganggu kepentingan utama masing-masing terhadap produksi sabun dan margarin, tetapi pada akhirnya memutuskan untuk melakukan peleburan.

1930 – 1939: Mengatasi tantangan

Tahun 1930-an adalah dekade yang sulit, dekade ini diawali dengan Depresi Besar dan diakhiri dengan perang dunia yang baru.

Kondisi ini membuat kebutuhan rasionalisasi perusahaan yang baru merger ini menjadi jauh lebih mendesak. Jadi, di Inggris, Unilever mengurangi 50 perusahaan produksi sabunnya untuk berkonsentrasi pada merek yang lebih sedikit, sementara pemerintah di benua Eropa melindungi produksi mentega lokal melalui pajak, cukai, dan pembatasan produksi. Pada akhirnya, ini membuat pabrik margarin dan lemak yang bisa dimakan milik Unilever berkurang dari sepuluh menjadi lima.

Namun, walaupun ada resesi, perusahaan terus berkembang: sebagian melalui pengembangan produk baru di pasar yang telah mapan, dan sebagian dengan mengakuisisi perusahaan untuk membawanya ke kategori yang sedang populer, seperti makanan beku dan cepat saji.

Baca juga artikel: