Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie

Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie

Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie

Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie
Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie
Sejarah Dibalik Tren Foto Selfie – Selfie menjadi trend fotografi terbaru di Indonesia. Entah siapa yang memulainya, tapi yang pasti semua menjadi ikut-ikutan dan menjadi sebuah fenomena narsisme sendiri. Selfie merupakan sebuah gaya mengambil foto diri sendiri dengan menggunakan kamera depan pada smartphone, kemudian bagi yang ingin selfie rame2 bisa menggunakan alat bantu yang juga lagi trend saat ini, orang- orang menamakannya ‘Tongsis’ (Tongkat Narsis).
Pada postingan kali ini admin Kumpulan Sejarah akan berbagi informasi menarik seputar asal usul atau Sejarah Awal Mula Foto Selfie. Siapa sih yang memulai Foto Selfie itu pertama kali ? Apakah gaya Foto Selfie itu baru ada atau sudah lama ada pada zaman dahulu ? Berikut informasi selengkapnya.

Menurut penelitian sejarah

Foto Selfie pertama di dunia dilakukan lebih dari satu abad silam. Menurut penelitian yang Kumpulan Sejarah kutip dari Huffington Post, Kamis (3/4/2014), selfie pertama dilakukan pada Oktober 1893 oleh pria bernama Robert Cornelius. Robert adalah pria asal Amerika Serikat yang termasuk sosok pionir di bidang fotografi.
Suatu ketika, ia berniat mengambil foto diri sendiri dengan teknik fotografi awal bernama Daguerreotype. Teknik ini diciptakan Louis Daguerre, seorang pria asal Perancis.
Jadilah Robert menjepret foto dirinya sendiri yang disebut-sebut sebagai selfie pertama di dunia. Karena masih rumitnya proses fotografi kala itu, Cornelius perlu waktu 3 sampai 15 menit dalam posisi diam agar kamera menangkap gambar dengan baik.
Sudah tentu gaya selfie Cornelius biasa saja, cenderung formal. Tidak seperti tren selfie masa kini dengan bermacam-macam gaya. Cornelius sendiri kemudian cukup serius mendalami fotografi, bahkan sempat membuka studio foto.
Selain foto Cornelius, ada lagi foto selfie masa lalu yang juga dianggap salah satu yang tertua. Yakni foto Grand Duchess Anastasia Nikolaevna di tahun 1914, di mana dia menjepret diri sendiri di depan kaca.

Tapi apakah foto ‘selfie’ sebuah seni?

Menurut para kritikus seni, jawabannya adalah ‘ya’. Banyak karya seni bergambar potret diri yang terkenal, dibuat oleh pelukis legendaris seperti Rembrandt dan Van Gogh, namun kritikus seni, Jerry Saltz, menghubungkan fenomena ‘selfie’ ini dengan aliran seni yang baru.
Kemunculan fenomena foto ‘selfie’ bukannya tanpa sebab. Pada tahun 1935, seniman Belanda M.C Escher sempat membuat potret dirinya yang diberi judul ‘Tangan dengan bola refleksi’. Karya ini sangat serupa dengan foto ‘selfie’, memuat ciri-ciri yang sama dengan foto ‘selfie’ masa kini.
Sejarawan seni, James Hall, merunut perkembangan potret dari jaman pertengahan atau ‘middle ages’. Kala itu, fenomena foto ‘selfie’ baru muncul.
James menggambarkan kegilaan akan cermin pada jaman medieval-dimana banyak orang terobsesi akan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu dan simbol cermin- adalah faktor yang berkontribusi pada kemunculan gambar potret yang luar biasa pada abad ke-12 dan setelahnya. James secara spesifik merujuk pada karya Jan van Eyck di abad ke-15 yang berjudul ‘Potret Arnolfini’.
Kini, foto ‘selfie’ juga memainkan peran sebagai pemantau detil kehidupan, termasuk siklus berita. Jerry mengungkap, ketika ia menyaksikan kehancuran Wall Trade Center (WTC) pada 11 September, ia sempat mengambil foto saat menara WTC yang kedua ambruk, tapi saat itu ia tak berpikir untuk melakukan foto ‘selfie’. Tapi tentu saja, jika itu terjadi sekarang, segalanya akan berubah.
“Di halaman depan New York Post beberapa minggu lalu, ada gambar seorang perempuan yang mengambil foto ‘selfie’ dengan latar aksi bunuh diri. Saya juga melihat beberapa foto ‘selfie’ dari orang-orang yang mengikuti tur ke kamar gas di Auschwitz,” ujar Jerry.

Kritikus New York mengatakan

aliran foto ‘selfie’ ini tak diterima secara luas oleh para kurator, yang melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang ‘bukan level mereka’.
“Fenomena ini dibuat oleh seseorang dan dihargai oleh seseorang lainnya, yang pastinya bukan kurator, dan hanya seniman paling berbakat yang saya tahu mulai menaruh perhatian pada fenomena ini. Perubahan fotografi saat ini sungguh fenomenal dan itu semua berawal dari telepon selular anda,” tutur kritikus ini.
Foto ‘selfie’ lebih menyerupai penghargaan terhadap sesuatu yang datang dengan segera, dan pada titik tertentu meninggalkan kesan melankolis yang ada pada fotografi.
“Orang-orang seperti Susan Sontag dan Roland Barthes selalu menulis bahwa fotografi adalah tentang kematian. Saya pikir foro-foto jaman sekarang benar-benar bertema kekinian-sangat berkiblat waktu sekarang-sekarang terjadi pada anda, pada saya, dimana saja, dan pada siapa saja-semuanya pada saat bersamaan,” imbuh Jerry.
Nah demikianlah Sejarah Singkat Mengenai Trend Foto Selfie, semoga artikel diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Sobat semua mengenai Selfie terutama dan sejarah khususnya.

 

Baca juga artikel: