President University Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa melalui Metode Activity Based Learning

President University Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa melalui Metode Activity Based Learning

President University Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa melalui Metode Activity Based Learning

President University Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa melalui Metode Activity Based Learning
President University Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa melalui Metode Activity Based Learning

Menanggapi berbagai tantangan di dunia saat ini, penguasaan bahasa Inggris

diperlukan setiap individu supaya dapat bersaing dan menjadi unggul dalam berbagai bidang di tingkat internasional. Oleh karena itu bahasa Inggris harus dipelajari sejak kanak-kanak, karena itu adalah masa emas di mana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

Namun, fakta menunjukkan bahwa bahasa Inggris belum menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar di Indonesia. Hal ini menyebabkan kebebasan bagi sekolah untuk menyusun kurikulum bahasa Inggris termasuk perekrutan guru bahasa Inggris.

Banyak guru bahasa Inggris yang tidak mendapatkan gelar sarjana dalam Pendidikan Bahasa Inggris

ditugaskan untuk mengajar Bahasa Inggris. Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang metode pengajaran yang tepat untuk diterapkan di kelas yang kemudian dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris.

President University sebagai universitas dengan lingkungan internasional telah mempertimbangkan hal ini dengan serius. Sebuah tim dosen terdiri dari seorang dosen bahasa Inggris yang berbasis di Program Studi Manajemen President University Emilius German, S.S., M.Pd. dan seorang dosen bahasa Inggris yang berbasis di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar President University Disa Evawani Lestari, S.S., M.Sc. menyusun sebuah program penelitian bernama “Implementasi Metode Pembelajaran Berbasis Aktivitas (Activity Based Learning) di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa”.

Berdasarkan informasi yang diterima , Rabu (16/10/2019) menyebutkan, penelitian ini berhasil mendapatkan hibah

dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Emilius dan Disa memilih Sekolah Dasar Permata Bangsa, Cikarang sebagai sekolah untuk melaksanakan program penelitian. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh guru-guru Sekolah Dasar Permata Bangsa, mereka ingin membantu para guru bahasa Inggris agar dapat mengajar secara efektif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan metode ABL.

 

Baca Juga :