Porositas Tanah

Porositas Tanah

Porositas Tanah

Porositas Tanah
Lapadjati at al (2016) mendefinisikan porositas tanah sebagai persentase volume tanah yang tidak ditempati butiran padat. Selain itu, porositas tanah menurut Tolaka (2013) juga dapat disebut sebagai ruang pori pada tanah yang artinya volume pori-pori dalam volume tanah yang lengkap dinyatakan dalam satuan persen (%). Perubahan porositas tanah pada umumnya berbeda-beda tergantung pada jenis tanahnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa porositas tanah dapat mengalami penurunan apabila terjadinya alih fungsi lahan (Supragoyo et al., 2014).

d. Tekstur Tanah

Soil Survey Staff (1998) mengartikan tekstur tanah sebagai susunan relatif dari 3 ukuran zarah tanah yakni pasir, debu, dan liat. Sependapat dengan pengertian tersebut Nugroho (2009) mendefinisikan tekstur tanah sebagai sifat fisik tanah yang memperlihatkan perbandingan butiran pasir, debu, dan liat di dalam tanah. Umumnya, ukuran diameter dari ketiga indikator tersebut berturut-turut 2-50 µm, 50-2 µm, dan < 2 µm. Fungsi dari tekstur tanah adalah sebagai penentu dalam membantu pertumbuhan tanaman yakni meliputi dari penyediaan air dan hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
e. Warna Tanah
Warna tanah merupakan karakter tanah yang dapat dideskripsikan secara langsung, Rajamuddin (2009) mengatakan bahwa warna tanah merupakan suatu morfologi tanah yang dapat tegas disidik dan diukur. Umumnya, warna tanah tidak berpengaruh pada beberapa indikator sifat fisik tanah lainnya seperti suhu tanah. Akan tetapi, pengamatan warna tanah sebagai sifat fisik sangat penting dan perlu dilakukan karena dapat memberikan beberapa gambaran seperti mineral tanah dan kandungan bahan organik tanah (Dika, 2011).
2. Sifat Kimia Tanah
Salah satu sifat tanah yang memiliki peran penting dalam penentuan sifat serta ciri tanah adalah sifat kimia tanah. Selain menentukan ciri tanah, sifat kimia ini juga berpengaruh secara khusus pada kesuburan tanah. Hal ini disebabkan kimia tanah memiliki zat aktif yakni ion tertentu sehingga kesuburan tanah dapat meningkat. Selanjutnya, reaksi ion pada dasarnya terjadi pada koloidal tanah terutama pada bahan organik (BO) serta liatnya. BO dan liat merupakan bahan koloidal yang berperan aktif dalam penyediaan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman kehutanan pada khususnya. Namun, tidak bisa dilupakan bahwa masih banyak faktor lain yang mendukung pertumbuhan tanaman seperti air, sinar matahari, suhu, udara, serta unsur hara lainnya yakni N, P, dan K (Hardjowigeno, 2003).