Pola Asuh Ibu

 Pola Asuh Ibu

Pola asuh adalah suatu sistem atau cara pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain (Maimunah Hasan, 2009 : 24). Ada beberapa tipe pola asuh, di antaranya adalah : tipe demokratis, tipe otoriter, tipe penyabar (permisif), dan tipe penelantar. Dari keempat tipe pola asuh tersebut, pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang cocok atau bagus untuk di terapkan kepada anak, sebab pola asuh ini dapat menciptakan anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru dan koperatif terhadap orang-orang lain. (Suparyanto, 2010).

Pendidikan  ibu  akan  mempengaruhi kesiapan toilet training  pada anaknya akan mengalami  kesulitan  karena  ibu  masih awam terhadap konsep  toilet training. Hal ini  sesuai  dengan  pernyataan Warner&Kelly  (2006) bahwa  semakin tinggi  pendidikan ibu akan mempengaruhi kesiapan  toilet  training,  karena  dengan pendidikan yang tinggi ibu semakin mudah paham  mengenai  konsep  toilet  training pada anak. Pekerjaan  ibu  juga  dapat mempengaruhi  kesiapan  toilet  training pada  anak. Ibu  dengan  pekerjaan  swasta memiliki  waktu  yang  yang  sempit  dan seringkali  disibukkan  oleh  pekerjaan sehingga membuat ibu jarang memberikan stimulasi  pada  anaknya,  khususnya pemberian  stimulasi  dalam  penerapan toilet training. Sehingga anak yang minim mendapatkan  stimulasi  dari  orang  tua dapat  mengakibatkan  anak  tersebut memiliki  kesiapan  toilet  training  yang kurang  bila  dibandingkan  dengan  anak yang sering diberikan stimulasi. Usia  ibu  juga  mempengaruhi kesiapan  toilet  training  pada  anak.  Ibu yang  berusia  dewasa  muda masih belum memiliki  pengalaman  yang  cukup mengenai perawatan  anak  khususnya dalam penerapan toilet  training. Kenyataannya  ibu  dengan  usia  dewasa muda  ini  masih  memiliki  ketergantungan yang  lebih  terhadap  orang  tuanya,  bila

dibandingkan dengan  ibu  yang  berusia dewasa  tua.  Terbukti  ibu  dengan  usia dewasa  muda  masih  dominan mempercayakan  orang  tuanya  dalam segala  hal  yang  berhubungan  pengasuhan dan perawatan anaknya.

Jenis kelamin anak merupakan salah satu faktor yang juga dapat  mempengaruhi kesiapan  toilet  training  pada  anak.  Anak perempuan  sesungguhnya  lebih  displin dalam penerapan  toilet training  hanya saja pada  hasil  penelitian  ini  diperoleh  jenis kelamin  perempuan  lebih  dominasi  dari laki-laki  sehingga  jumlah  perbandingan antara  laki-laki  dan  perempuan  tidak seimbang.  Hasil  penelitian  ini  juga

  1. Kemandirian Toilet Training

Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol hajatnya apakah itu saat ia ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) (Maria Suryabudhi, 2001 : 33). Supaya anak berhasil dalam menjalankan toilet training, seharusnya seorang ibu dapat mengetahui kapan/usia yang tepat untuk mengajarkan toilet training pada anak. Karena usia yang tepat dapat berpengaruh pada kesiapan anak secara fisik dan mental. Kemandirian merupakan kesiapan atau kemampuan individu untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan keberanian mengambil inisiatif, mencoba mengatasi masalah tanpa meminta bantuan orang lain, memperoleh kekuatan dari usaha-usaha, berusaha dan mengarahkan tingkah laku menuju kesempurnaan. (Habib ,2010).

sumber  :