Perubahan-perubahan Dalam Perpajakan

Perubahan-perubahan Dalam Perpajakan


Perangkat kebijakan fiskal penting lainnya, selain tingkat belanja pemerintah, adalah tingkat perpajakan. Apabila pemerintah menurunkan pajak pendapatan perseorangan, misalnya, pendapatan bersih rumah tangga pun menjadi meningkat. Rumah tangga akan menabun dari pendapatan tambahan ini, namun mereka juga akan membelanjakan sebagian untuk barang – barang konsumsi. Karena meningkatkan belanja komsumen, penurunan pajak mengeser kurva permintaan agregat kekanan. Serupa dengan hal itu, kenaikan pajak menekan belanja konsumen dan mengeser kurva permintaan agregat keriri.
Besarnya pergeseran permintaan agregat yang ditimbulkan oleh perubahan pajak juga dipengaruhi oleh efek penggandaan dan pembatasan paksa. Ketika pemerintah menurunkan pajak dan mendorong belanja konsumen, pernghasilan dan keuntungan meningkat yang juga mendorong belanja konsumen. Ini merupakan efek pengandaan. Pada saat yang bersamaan, pendapatan lebih tinggi meningkatkan permintaan uang yang cenderung menaikan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi membuat pinjaman lebih mahal sehingga menurunkan belanja investasi. Ini merupakan efek pembatasan paksa. Tergantung besar efek pengandaan dan efek pembatasan paksa, pergeseran permintaan agregat dapat lebih besar atau lebih kecil dari pada pajak perubahan yang menyebabkannya.
Penentu besar pergeseran permintaan agregat penting lainnya yang ditimbulkan oleh perubahan pajak, yakni persepsi rumah tangga tentang apakah perubahan pajak bersifat semetara atau permanen. Contoh, pemerintah mengumunkan penurunan pajak sebesar $1000 per rumah tangga. Dalam memutuskan bagaimana jumlah sebesar $1000 tersebut akan dibelanjakan, rumah tangga harus bertanya berapa lama pendapatan ekstra ini dapat bertahan. Jika rumah tangga memperkirakan bahwa penurunan pajak itu bersifat permanen maka mereka akan menganggapnya sebagai tambahan besar bagi sumber keuangan mereka sehingga meningkatkan belanja mereka sebesar jumlah itu. Penurunan pajak tersebut akan berdampak besar terhadap permintaan agregat. Sebaliknya, jika rumah tangga memperkirakan bahwa perubahan pajak tersebut bersifat sementara, mereka akan memandangnya sebagai tambahan kecil bagi sumber keuangan mereka sehingga akan meningkatkan belanja mereka sedikit saja.

2.3 Menggunakan Kebijakan Untuk Menstabilkan Perekonomian

2.3.1 Pendukung Kebijakan Stabilisasi Aktif
Pemerintah merupakan penentu posisi kurva permintaan agregat. Apabila pemerintah memangkas belanja pemerintah, permintaan agregat akan turun yang akan menekan produksi dan lapangan kerja dalam jangka pendek. Jika ingin mencegah dampak merugikan dari kebijakan fiskal ini, bank sentral dapat bertindak guna memperluas permintaan agregat dengan meningkatkan jumlah uang yang beredar. Ekspansi moneter dapat menurunkan suku bunga, mendorong belanja investasi, dan memperluas permintaan agregat. Jika respon kebijakan moneter tepat, gabungan perubahan kebijakan moneter dan fiskal tidak akan membuat permintaan agregat barang dan jasa terpengaruh.
Pemerintah dapat mengubah kebijakan moneter dan fiskalnya untuk merespon gelombang optimisme dan pesimisme ini sehingga mestabilkan perekonomian. Contoh, ketika orang pesimis secara berlebihan, bank sentral dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar untuk menurunkan suku bunga dan meningkatkan permintaan agregat ketika mereka bersikap optimis secara berlebihan bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar untuk meningkatkan suku bunga dan menurunkan permintaan agregat.

baca jgua :