PERKEMBANGAN POLITIK SETELAH 21 MEI 1998

PERKEMBANGAN POLITIK SETELAH 21 MEI 1998

PERKEMBANGAN POLITIK SETELAH 21 MEI 1998

PERKEMBANGAN POLITIK SETELAH 21 MEI 1998

  1. Pengangkatan Habibie menjadi Presiden Republik Indonesia

            Setelah B.J Habibie dilantik menjadi presiden Republik Indonesia pada tanggal 21 mei 1998 dan sesuai janji yang di ucapkannya, maka tugasnya adalah memimpin bangsa Indonesia dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh aspirasi masyarakat yang berkembang dalam pelaksanaan refirmasi. Habibie bertekad untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Adapun langkah-langkah yang di lakukan oleh Habibie yaitu:

  1. Pembentukan Kabinet

Pada tanggal 22 mei 1998 Presiden ke-3 Indonesia Prof .B.J. Habibie telah membentuk cabinet baru yang di namakan Kabinet Reformasi Pembangunan. kabinet itu terdiri atas 16 menteri, yang meliputi perwakilan dari militer (ABRI), Golkar, PPP  dan PDI.

Pada tanggal 25 mei 1998 diadakan pertemuan pertama kabinet Habibie, membentuk komite untuk merancang undang-undang politek yang lebih longgar, menjadikan pemilu dalam waktu setahun dan menyetujui pembatasan masa jabatan presiden dua periode (dua kali lima tahun). Upaya tersebut mendapat sambutan positif.

  1. Upaya Perbaikan Ekonomi

Habibie menjadi presiden diwarisi krisis ekonomi yang cukup parah. Agar bangsa Indonesia dapat segera keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan Habibie berusaha melakuakn langkah-langkah untuk memperbsiki ekonomi. Langkah-langkah tersebut diantara sebagai berikut:

  1. Merekapitulasi perbankan
  2. Merekonstruksi perekomonian nasional
  3. Melikuidasi beberapa bank bermasalah
  4. Menaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hingga di bawah 10.000,-
  5. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang di syaratkan IMF.
  6. Reformasi di Bidang Politik 

Kedudukan B.J Habibie sebagai Preside nada yang pro dan ada yang kontra. Hal tersebut merupakan kewajaran dalam kehidupan berpolitik di suatu Negara. Di era reformasi presiden Habibie mengupayakan politik di Indonesia dalam kondisi yang trasparan dan merencanakan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sehingga dapat di bentuk lembaga tinggi Negara yang betul-betul representative.

Dalam pemilu yang di selenggarakan presiden Habibie terntata rakyat dapat menyalurkan aspirasinya sehingga bermunculan partai-partai politik sebanyak 45 partai. Hal ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya hanya terdiri dari tiga orsospol peserta pemilu. Di bidang politik Habibie juga membebaskan narapidana politik di antaranya yaitu sri Bintang Pamungkas, manan anggota DPT yang masuk penjara karena mengkritik Presiden Soeharto, serta Muhtar Pakpahan , pimpinan buruh yang di jatuhi hukuman karena di tuduh memicu kericuhan di Medsn than 1994. Disamping itu, Habibie juga mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen.

  1. Kebebasan Menyampikan Pendapat

Pada masa pemerintaha Habibie, orang bebas mengeluarkan pendapat di muka umum. Presiden Habibie memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat, baik dalam bentuk rapat-rapat umum ataupun unjukrasa atau domenstrasi. Namun khusus demonstrasi, setiap organisasi atau lembaga yang ingin melakukan demostrasi hendaknya mendapatkan izin dari kepolisian dan menentukan tempat untuk demostrasi tersebut. Hal ini dilakukan Karena pihak yang menyatakan bahwa “untuk kepentingan umumpejabat polri dapat melaksanakan tugas dan kewenangannya dapat bertindak sesuai penilaiannya sediri.

Untuk menjamin  kepastian hokum bagi para pengunjuk rasa, pemerintah bersama DPR berhasil merampungkan perundang undangan yang mengatur tentang pengujuk rasa atau demonstrasi. Undang undang yang berkaitan dengan hal itu adalah UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Adanya undang-undang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memuli pelaksanaan system demokrasi yang sesungguhnya, yaitu dengan memberikan kelonggara atau kebebasan kepada masyarakan untuk mengemukakan apa yang di inginkan.

sumber :
https://klubradio.co.id/seva-mobil-bekas/