Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal

Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal

Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal

Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal
Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal

Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal Terhadap Tingkat    Keuntungan                

Dalam subbab ini akan dilakukan perhitungan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara jumlah modal terhadap laba bersih pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan menggunakan software SPSS 17. Sebelum melakukan perhitungan mengenai pengaruh jumlah modal terhadap laba bersih, langkah pertama yang dilakukan adalah uji normalitas data untuk melihat apakah data PT Bank Danamon Indonesia Tbk normal atau tidak. Sehingga apabila hasil data yang di uji adalah normal maka dapat dilanjutkan ke uji Korelasi Pearson.  Uji Korelasi Pearson adalah pengujian untuk mengetahui hubungan antara jumlah modal terhadap laba bersih PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Setelah itu, melakukan uji Regresi Linier Sederhana untuk mengetahui pengaruh jumlah modal terhadap laba bersih PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dengan Hipotesis : Terdapat pengaruh antara jumlah modal terhadap laba bersih atau tidak ada pengaruh antara jumlah modal terhadap laba bersih. Berikut adalah hasil dari pengujian yang telah dilakukan:

Data hasil Uji Normalitas

Tabel 2

Hasil Rasio Skewness

         Descriptive Statistics
N Skewness
Statistic Statistic Std. Error
laba 5 1.267 .913
modal 5 .777 .913
Valid N (listwise) 5

Sumber: Data diperoleh dengan SPSS

Rasio Skewness

Rasio Skewness (Modal) = 0.777 = 0,85                                                                0.913                                          Rasio Skewness (Laba) = 1,267 = 1,387                                                             0.913

Nilai rasio skewness pada modal dan laba bersih adalah 0,85 dan 1,387 karena kedua data tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal.

Tabel 3

Hasil Rasio Kurtosis

                                  Descriptive Statistics
N Kurtosis
Statistic Statistic Std. Error
Modal 5 .249 2.000
Laba 5 -.528 2.000
Valid N (listwise) 5

            Sumber: Data diperoleh dengan SPSS

Rasio Kurtosis

Rasio Kurtosis (Modal) = 0,249  = 0,1245

2,000

Rasio Kurtosis (Laba) =  – 0,528 = – 0,264                                                                        2,000

Nilai rasio kurtosis pada modal dan laba bersih adalah 0,1245 dan – 0,264 karena kedua data tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal.

Data Hasil Uji Korelasi Pearson                             

   Tabel 4

Hasil Uji Korelasi Pearson

Correlations
laba modal
Pearson Correlation Laba 1.000 .687
Modal .687 1.000
Sig. (1-tailed) Laba . .100
Modal .100 .
N Laba 5 5
Modal 5 5

Sumber: Data diperoleh dengan SPSS

Dari data diatas berdasarkan nilai pearson correlation dapat diketahui bahwa besarnya hubungan antara jumlah modal terhadap laba bersih sebesar 0,687. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara modal dan laba bersih kuat. Maksudnya kuat adalah apabila jumlah modal mengalami kenaikan maka laba bersih akan naik sebesar kenaikan yang di alami jumlah modal. Lalu sama halnya apabila jumlah modal mengalami penurunan, maka laba bersih yang didapat juga turun sebesar penurunan pada jumlah modal.                                                         Setelah dilakukan Uji Korelasi dan hasilnya menunjukan bahwa antara jumlah modal dan laba bersih mempunyai hubungan, maka penelitian ini dilanjutkan dengan menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana.

Analisis Regresi Linier Sederhana:

Tabel 5

Hasil Uji Regresi Linier Sederhana

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 .687a .472 .295 5.33184E5 .472 2.677 1 3 .200
a. Predictors: (Constant), modal
b. Dependent Variable: laba

Sumber: Data diproses dengan SPSS

Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka R² (R Square) sebesar 0,472 atau sebesar 47,2% (dalam persentase). Sedangkan F. Sig Change 0,200. Dari hasil tersebut maka 0,200 lebih besar (>) dari 0,05 maka dapat diketahui bahwa Jumlah modal terhadap laba bersih tidak berpengaruh.

Rangkuman Hasil Penelitian Analisis Regresi Linier Sederhana dengan Menggunakan Aplikasi Software SPSS 17

Dalam Uji normal dapat diketahui bahwa data PT Bank Danamon adalah normal dimana hasil dari Uji normal Rasio Skewness untuk modal adalah 0,85 dan untuk laba adalah 1,387. Hasil tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal. Lalu hasil dari Uji Normal Rasio Kurtosis untuk modal adalah -0,3855 dan untuk laba adalah 0,4095. Hasil tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal. Karena data yang sudah di uji adalah normal maka melakukan  pengujian selanjutnya yaitu Uji Korelasi Pearson. Penggunaan Uji Korelasi Pearson untuk mengetahui pengaruh jumlah modal terhadap tingkat keuntungan. Melalui Uji Korelasi Pearson disimpulkan bahwa modal memiliki hubungan yang signifikan terhadap laba bersih. Dengan demikian dapat dilanjutkan ke analisis Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Uji Regresi Linier Sederhana maka didapatkan angka R² (R Square) sebesar 0,472 atau sebesar 47,2% (dalam persentase). Sedangkan F. Sig Change 0,200. Dari hasil tersebut maka 0,200 lebih besar (>) dari 0,05 maka dapat diketahui bahwa Jumlah modal terhadap laba bersih tidak berpengaruh.

Sumber : https://sorastudio.id/