Pergerakan Kebangsaan pada Masa Pendudukan Jepang

Pergerakan Kebangsaan pada Masa Pendudukan Jepang

Pergerakan Kebangsaan pada Masa Pendudukan Jepang

Pergerakan Kebangsaan pada Masa Pendudukan Jepang
Pergerakan Kebangsaan pada Masa Pendudukan Jepang

Pada masa pendudukan bala tentara Jepang, pergerakan nasional semakin menemukan kesamaan orientasi dan tujuan. Seluruh elemen pergerakan memiliki kesamaan perjuangan yaitu tercapainya Indonesia merdeka. Oleh karena itu, tidak aneh apabila sering terjadi fusi berbagai organisasi pergerakan. Meskipun begitu, perjuangan tetap dilakukan dengan solidaritas yang semakin tinggi. Antara pemimpin dan rakyat terjalin ikatan yang erat di dalam beragam bentuk organisasi pergerakan.

1.Perjuangan Para Tokoh Semasa Pendudukan Jepang

Meskipun hanya dalam waktu singkat, tetapi bala tentara Jepang mampu meluluhlantakkan pertahanan Hindia Belanda. Bahkan, Belanda yang telah menjajah selama ratusan tahun itu dengan mudah bisa ditaklukkan oleh bala tentara Jepang. Strategi yang pertama kali diambil oleh pemerintah pendudukan Jepang adalah dengan propaganda. Kepada rakyat disampaikan berita bahwa mereka datang untuk membebaskan rakyat dari penjajahan Barat. Cara ini antara lain dengan menganggap dirinya sebagai saudara Asia. Tidak heran apabila rakyat menyambut kedatangannya dengan sukacita dan penuh harap. Apalagi di kalangan rakyat juga muncul ramalan Jayabaya yang menyatakan akan datangnya bangsa cebol berkulit kuning yang akan membebaskan rakyat dari penindasan. Namun, secara berangsur kehidupan bangsa Indonesia semakin menderita.

Untuk membantu program Perang Asia Timur Raya, pemerintah pendudukan Jepang berusaha memobilisasi penduduk dan sumber dayanya dengan beragam cara. Selain dengan membuat propaganda juga dengan cara merekrut para pemimpin nasional untuk dijadikan pemimpin organisasi-organisasi bentukan Jepang. Coba identifikasi organisasi dan pemimpinnya.

Salah satu organisasi yang mempunyai peran besar di dalam pengembangan kesadaran kebangsaan Indonesia adalah Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Organisasi ini dibentuk tanggal 9 Maret 1943, dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan Kiai Haji Mas Mansur. Fungsinya untuk menggerakkan rakyat sekaligus sebagai tempat para pemimpin kita dalam mempersiapkan bangsa Indonesia. Para pemimpin menggunakan organisasi Putera untuk mengadakan pendidikan politik bagi rakyat.

2.Kehidupan Rakyat Semasa Pendudukan Jepang

Berbeda dengan zaman penjajahan Belanda, pemerintah pendudukan Jepang justru memperbolehkan bahasa Indonesia untuk berkembang. Alasan Jepang adalah untuk membangkitkan antipati rakyat terhadap budaya Barat sehingga dengan mudah bisa diberdayakan untuk membantunya. Pada tanggal 20 Oktober 1942, pemerintah pendudukan Jepang membentuk Komisi Bahasa Indonesia. Tujuannya untuk memperkaya kosakata dan istilah-istilah dalam bahasa Indonesia. Bahkan nama-nama kota yang merupakan peninggalan Belanda diganti dan disesuaikan dengan bahasa Indonesia. Misalnya Batavia  diubah menjadi Jakarta, Mr. Cornelis (Jatinegara),  Buitenzorg (Bogor), dan lain-lain. Selain itu, banyak nama-nama jawatan yang diganti menjadi nama Indonesia. Bahkan, beberapa orang yang telah mampu dan menguasai bahasa Jepang mendapat penghargaan dari pemerintah pendudukan.

Untuk memenuhi kebutuhan perangnya, Jepang banyak mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di Indonesia. Bangsa Jepang banyak mendirikan pabrik untuk mendapatkan minyak bumi bagi kepentingan industri perang mereka. Seluruh sumber daya manusia dikerahkan untuk membantu Jepang di dalam perang. Tidak heran apabila kondisi sangat menyedihkan karena berpakaian goni dan makan akar pisang. Meskipun dalam penderitaan yang hebat, tetapi para pemimpin mampu menggunakan setiap organisasi untuk mempersiapkan kemerdekaan. Apalagi Jepang mulai mengalami kekalahan demi kekalahan di dalam Perang Pasifik. Kondisi itulah yang memaksa Perdana Menteri Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Langkah awal realisasi janji itu adalah dengan membentuk badan-badan seperti BPUPKI dan PPKI. Dua badan inilah yang dijadikan tempat penggodokan dasar-dasar negara yang hendak didirikan.

 

Baca Artikel Lainnya: