Peresmian Lincoln University, Perguruan Tinggi Pertama untuk Warga Kulit Hitam AS

Peresmian Lincoln University, Perguruan Tinggi Pertama untuk Warga Kulit Hitam AS

Peresmian Lincoln University, Perguruan Tinggi Pertama untuk Warga Kulit Hitam AS

Peresmian Lincoln University, Perguruan Tinggi Pertama untuk Warga Kulit Hitam AS
Peresmian Lincoln University, Perguruan Tinggi Pertama untuk Warga Kulit Hitam AS

Hari ini, tepat 165 tahun silam, Lincoln University resmi dibuka sebagai perguruan tinggi pertama untuk warga kulit hitam di Amerika Serikat (AS).

Universitas itu tampil sebagai institusi swasta hingga 1972, sebelum kemudian berubah statusnya sebagai lembaga pendidikan tinggi publik, demikian Today in History dikutip dari Blackthen.com pada Kamis (23/5/2019).

Kampus utama universitas ini berdiri di atas tanah seluas 422 hektar, yang berlokasi tidak jauh dari kota Oxford, di wilayah selatan Chester County, negara bagian Pennsylvania.

Baca Juga

23-5-2015: Perdana, Irlandia Sahkan Pernikahan Sesama Jenis
22-5-1931: Ketika Ular Derik Dijual dalam Kemasan Kaleng di Florida
21-5-1792: Kolapsnya Puncak Gunung Unzen Memicu Tsunami 100 Meter, 15.000 Orang Tewas

Lincoln University memiliki dua kampus satelit –cabang– yang masing-masing berlokasi di Kota Coatesville dan wilayah University City, Philadelphia. Dua-duanya berada di negara bagian Pennsylvania.

Pada April 1854, Pendeta John Dickey Miller

, yang juga merupakan tokoh masyarakat terkemuka di Pennsylvania, didukung oleh istrinya, Sarah Cresson Emlen, setuju mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Ashmun Institute.

Penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Ashmun Jehudi, seorang reformis sosial dan pemimpin agama Protestan terkemuka di AS pada Abad ke-18.

John didaulat sebagai rektor pertama, yang dikenal sangat mendorong gelombang pertama mahasiswanya untuk bekerja keras dalam studi mereka. Dia juga dikenal sebagai salah seorang penggiat utama isu kesetaraan penduduk AS, termasuk juga yang paling menentang kebijakan hukum berdasarkan warna kulit.

Perguruan tinggi ini berganti nama menjadi Lincoln University pada 1866,

sekitar setahun setelah terbunuhnya Presiden Abraham Lincolan pada 14 April 1865.

Universitas ini menghasilkan beberapa lulusan yang sangat berbakat, di mana sebagian besar mereka berasal dari keturunan Afro-Amerika, dan masyarakat negara bagian yang tertinggal di wilayah selatan.

Oleh sejarah pendidikan AS, kehadiran Lincoln University

disebut sebagai sebuah fenomena pencerdasan bangsa besar-besaran untuk wilayah Selatan, yang masih terkendala politik segregasi hingga pasca-Perang Dunia I.

 

Baca Juga :