Pengobatan Gonore

Pengobatan Gonore

Karena penggunaan penicillin yang sudah meluas, resistensi gonococci terhadap peni­cillin juga meningkat, namun karena seleksi dari kromosom yang bermutasi, maka banyak strain membutuhkan penicillin G dalam konsentrasi tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan gonococci tersebut (MIC > 2 mg/mL). N. gonorrhea yang memproduksi penicillinase (PPNG, Penicillinase Producing N gonorrhea) juga meningkat secara meluas (lihat diatas). Resistensi terhadap tetracycline (MIC > 2 mg/mL) secara kromosomal sering ditemui, dengan 40% atau lebih gonococci yang resisten pada tingkat ini. Tingkat resistensi yang tinggi terhadap tetracycline (MIC > 32mg/mL) juga terjadi. Resistensi terhadap spectinomycin seperti halnya resistensi terhadap antimikroba lain telah menjadi perhatian. Karena adauya masalah resistensi N. gonorrhea terhadap antimikroba, Pelayanan Kesehatan Masyarakat AS merekomendasikan untuk mengobati infeksi genital yang bukan komplikasi dengan ceftriaxone 125 mg secara intramuskular dengan dosis sekali pakai. Terapi tambahan dengan doxycycline 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari (per oral) direkomendasikan untuk infeksi concomitant chlamydia; erythromycin 500 mg 4 x sehari selama 7 hari (per oral) sebagai pengganti doxycycline bagi wanita hamil. Modifikasi dari terapi-terapi ini direkomendasikan untuk jenis irifeksi N. gonorrhea yang lain.

Sejak penyakit lain yang ditularkan lewat aktivitas seksual ditemukan pada saat yang sama dengan gonorrhea, sejumlah langkah telah diambil untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit-penyakit ini (lihat penjelasan dari chlamydiae, sipilis dan lain-lain).

Pengobatan gonore biasanya dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).

Pos-pos Terbaru