Pengertian Majas

Pengertian Majas

            Dalam menciptakan sebuah lagu, terdapat kata-kata pilihan yang digunakan untuk pengekspresian sebuah tulisan supaya dapat menyentuh serta yang didalamnya mengandung suatu makna tersendiri atau sebagai kiasan yang dapat meyakinkan seorang pembaca. Maka dapat disebutkan suatu kata yang didalamnya mengandung makna atau sebuah kiasan sebagai upaya meyakinkan seorang pembaca adalah majas. Majas menurut KBBI adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain ; kiasan (KBBI V : 2016).

 

2.4  Jenis-Jenis Majas

 

            Majas merupakan kata-kata kiasan,

sehingga banyak juga cara memasukan kiasan tersebut dalam sebuah tulisan, maka inilah macam-macam majas, diantaranya yaitu (Prasetiawati : 2008) :

  1. Majas Perbandingan
  2. Simile/Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Secara eksplisit dijelaskan oleh kata : Ibarat, bak, sebagai, umpama, laksana, penaka dan serupa.
  3. Metafora adalah perbandingan langsung yang tidak mempergunakan kata. Seperti ibarat, bak, sebagai, umpama, laksana, penaka, serupa seperti pada perumpamaan sehingga pokok pertama langsung dihubungkan dengan pokok kedua.
  4. Penginsanan atau personifikasi ialah jenis majas yang melekatkan sifat – sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak.
  5. Depersonifikasi adalah yang membendakan manusia atau insan. Biasanya gaya bahasa depersonifikasi ini dijelaskan oleh kata : kalau, jika, jikalau, bila (mana), sekiranya, misalkan, umpama, andai (kata) seandainya, andaikan.
  6. Antitetis adalah sejenis gaya bahasa yang mengadakan komparasi antara dua antonim (yaitu kata-kata yang mengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan).
  7. Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan, yang sebenarnya tidak perlu (seperti menurut sepanjang adat ; saling tolong menolong).
  8. Tautologi adalah kata yang berlebihan itu pada dasarnya mengandung perulangan dari (sebuah) kata yang lain.
  9. Perifrasis adalah sejenis gaya bahasa yang agak mirip dengan pleonasme. Kedua – duanya mempergunakan kata – kata lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Pada gaya bahasa perifrasis, kata – kata yang berlebihan itu pada prinsipnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
  10. Antisipasi berarti mendahului atau penetapan yang mendahului tentang sesuatu yang masih akan dikerjakan atau akan terjadi.
  11. Koreksi atau epanortosis adalah bahasa yang berwujud mula – mula ingin menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memeriksa dan memperbaki mana – mana yang salah.
  12. Majas Pertautan
  13. Metonimia ialah gaya bahasa yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal, sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan ciptaan atau buatannya ataupun kita menyebut bahannya jika yang kita maksudkan barangnya.
  14. Sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan nama bagian sebagaipengganti nama keseluruhannya, atau sebaliknya. Sinekdoke pars pro toto (sebagian untuk seluruh) dan Sinekdoke totem pro parte (seluruh untuk sebagian)
  15. Alusi atau kilatan adalah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau tokoh berdasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembaca serta adanya kemampuan para pembaca untuk menangkap pengacuan itu.
  16. Eufemisme adalah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar yang dianggap merugikan, atau yang tidak menyenangkan.
  17. Eponim adalah semacam gaya bahasa yang mengandung nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
  18. Antonomasi adalah gaya bahasa yang merupakan penggunaan gelar resmi atau jabatan sebagai nama diri.

sumber :