Pengertian Karakter

Pengertian Karakter

            Apa itu karakter? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ‘karakter’ berarti ‘sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak.[1] Bila dilihat dari asal katanya, istilah ‘karakter’ berasal dari bahasa Yunani karasso, yang berarti ‘cetak biru’,’format dasar’ atau ‘sidik’ seperti dalam sidik jari.[2]

            Secara konseptual, lazimnya, istilah ‘karakter’ dipahami dalam dua kubu pengertian. Pengertian pertama , bersifat determinstik. Disini karakter dipahami sebagai sekumpulan kondisi rohaniah pada diri kita yang sudah teranugerahi atau ada dari sononyagiven)Dengan demikian ia merupakan kondisi yang kita terima begitu saja, tak bisa kita ubah. Ia merupakan tabiat seseorang yang bersifat tetap, menjadi tanda khusus yang membedakan orang yang satu dengan lainnya. Pengertian kedua , bersifat non determinstik atau dinamis. Disini karakter dipahami sebagai tingkat kekuatan atau ketangguhan seseorang dalam upaya mengatasi kondisi rohaniah yang sudah given. Ia merupakan proses yang dikehendaki oleh seseorang (willed) untuk menyempurnakan kemanusiaannya.

            Bertolak dari tegangan (dialektika) dua pengertina itu, muncullah pemahaman yang lebih realistis dan utuh mengenai karakter. Ia dipahami sebagai kondisi rohaniah yang belum selesai. Ia bisa diubah dan dikembangkan mutunya, tapi bisa pula diterlantarkan sehingga tak ada peningkatan mutu atau bahkan makin terpuruk.

            Berdasarkan pemahaman itu, maka orang yang bersifat pasrahpada kondisi-kondisi diri yang sudah ada, disebut berkarakter lemah. Disisi lain, mereka yang tak mau begitu saja menerima kondisi-kondisi diri yang sudah ada, melainkan berusaha mengatasinya, disebut berkarakter kuat atau tangguh, mereka senagtiasa berupaya menyempurnakan diri, meskipun menghadapi  tekanan dari luar dan godaan dari dalam.

Pendidikan Karakter

            Pendidikan karakter adalah upaya tang dilakukan dengan sengaja untuk mengembangkan karakter yang baik (good character) berlandaskan kebajikan-kebajikan inti yang secara objektif baik bagi individu maupun masyarakat. Kebajikan-kebajikan inti disini merujuk pada dua kebajikan fundamental dan sepuluh kebajikan esensial sebagaimana telah diuraikan diatas.

            Dalam paradigma lama, keluarga dipandang sebagai tulang punggung pendidikan karakter. Hal ini bisa dipahami, karena pada masa lalu, lazimnya keluarga-keluarga bisa berfungsi sebagai tempat terbaik bagi anak-anak untuk mengenal dan mempraktikkan berbagai kebajikan. Para orang tua biasanya memiliki kesempatan mencukupi serta mampu memanfaatkan tradisi yang ada untuk mengenalkan secara langsung berbagai kebajikan kepada anak-anak melalui teladan, petuah, cerita/dongeng, dan kebiasaan setiap hari secara intensif. Demikianlah, keluarga-keluarga pada masa lalu umumnya dapat diandalkan sebagai tulang punggung pendidikan karakter.

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/06/07/download-kinemaster-pro-apk/