Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial

Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial

Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial

Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial
Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial

Gejala yang tampak akibat perbedaan lapisan sosial adalah timbulnya perbedaan harga diri atau prestise. Ukuran perbedaan ini adalah gaya hidup, penggunaan simbol-simbol prestise, kekuasaan dan previlese. Perbedaan-perbedaan tersebut diklasifikasikan dalam tindakan dan interaksi sosial.

  1. Pengaruh Stratifikasi Sosial terhadap Tindakan Sosial

Setiap kelas/lapisan menunjukkan perilaku khas yang menggambarkan lapisan atas, menengah, dan bawah/rendah. Masing-masing kelas mempunyai selera yang berbeda dalam setiap aspek kehidupan, seperti pakaian, perlengkapan rumah tangga, hiburan, makanan, bacaan dan sebagainya. Perbedaan selera tersebut menunjukkan simbol status sosialnya atau pada lapisan mana dia berada.

  1. Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Interaksi Sosial

Simbol status merupakan salah satu aspek yang menunjukkan perbedaan kelas dalam interaksi sosial. Simbol status adalah tanda yang menunjukkan status seseorang daiam masyarakat. Simbol status berfungsi untuk memberitahukan status yang dimiliki seseorang kepada orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki suatu status cenderung memperlihatkan apa yang telah diraihnya kepada orang lain melalui berbagai simbol. Simbol-simbol status yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari antara lain cara menyapa, bahasa dan gaya berbicara, pola-pola komunikasi non verbal, dan penyebutan gelar.

  1. Proses interseksi dan konsolidasi keanggotaan warga masyarakat

Proses kehidupan bermasyarakat dimulai dari adanya kelampok yang paling kecil yaitu keluarga. Dari keluarga terbentuk suatu kelompok yang disebut klan. Di daerah-daerah terdapat beberapa klan yang merupakan anggota dari suku bangsa.

Proses itu dimulai dari satu klan berinteraksi dengan klan yang lain dan suku bangsa yang satu berinteraksi dengan suku bangsa yang lain ras satu berinteraksi dengan ras lain, interaksi tidak hanya dalam kelompok klan, suku bangsa, ras tetapi juga melibatkan agama atau hukum adat yang berlaku. Contoh:

a)Perkawinan antara orang Bugis dengan seseorang dari suku Dayak.

b)Perkawinan seseorang dari suku Batak yang patrilineal dengan suku Jawa yang parental.

c)Perkawinan orang Cina keturunan ras Raongoloid dengan sukuDayak.

Akibat perubahan konsolidasi dan interseksi terhadap diferensiasi dan stratifikasi sosial, munculnya primordialisme dan politik aliran.

Primodialisme adalah suatu paham mendasar yang pertama kali dikenal dalam proses pertumbuhan seseorang sehingga membentuk pola perilaku khas dalam kelompoknya.

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya primordialisme :

  1. a) Adanya kecintaan yang mendalam terhadap kampung halaman beserta anggota-anggotanya, dan kerabat yang senior.
  2. b) Adanya sesuatu yang dianggap istimewa (bernilai lebih) oleh warga kelompok sasial tertentu.
  3. c) Adanya tekad yang kuat untuk mempertahankan eksistensi kelompoknya terhadap ancaman luar.
  4. d) Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi yang berkaitan dengan religi yang dianutnya, adat istiadat, seni budaya.

Politik Aliran

Politik aliran adalah paham sistem politik yang digunakan untuk mencapai tujuan politik menurut Glifford Geertz, politik aliran adalah keadaan berpolitik dimana partai-partai politik yang ada dikelilingi dan diikuti oleh sejumlah organisasi masa baik formal maupun non formal yang berpegang pada idiologi yang sama. Politik aliran di Indonesia mulai tumbuh pada masa kebangkitan nasional (1908) dan terus berkembang hingga masa pemerintahan orde lama dan masa peralihan orde baru (1961-1971). Ciri-ciri politik aliran:

  1. Adanya organisasi politik induk yang berpegang dan memperjuangkan idiologi tertentu dan kelompok primordial.
  2. Organisasi politik tersebut mempunyai cabang-cabang organisasi massa yang berada dibawahnya dengan ideologi yang sama.
  3. Yang lebih diperjuangkan terutama adalah kepentingan kelompoknya.
  4. Pada umumnya memiliki surat kabar atau majalah yang menjadi sarana perjuangannya untuk mempengaruhi publik.
  5. Secara umum mereka kurang tolerensi dan sulit meyakini kerja sama dengan kelompok lain, bahkan serig terjadi persaingan yang tidak sehat, saling curiga, dan konflik tersembunyi. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

Penggolongan Politik Aliran

Ada 4 aliran yang berkembang dalam kehidupan politik di dunia yaitu:

  1. Aliran kiri, suatu paham kepartaian yang berciri radikal liberal.
  2. Aliran kanan, suatu paham kepartaian yang berciri konservatif.
  3. Aliran ekstrim kiri, suatu paham kepartaian yang berciri komunis sosialis.
  4. Aliran ekstrim kanan, suatu paham kepentingan yang berciri reaksioner.

Perkembangan masyarakat dunia ketiga termasuk negara lndonesia bergerak secara evolusioner dari tradisional ke modern. Giddens (1989) mengemukakan bahwa kesaling ketergantungan masyarakat dunia semakin meningkat. Proses tersebut dinamakan globalisasi ( globalization ) yang ditandai dengan kesenjangan besar anatara kekayaan dan tingkat hidup masyarakafi dunia ketiga.