Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Sesudah runtuh kerajaan Bani Abbas di Bagdad

dengan naiknya kerajaan Mongol dan Tartar, boleh dikatakan tidak ada lagi sebuah kerajaan yang besar dan dapat menjadi tumpuan harapan dunia Islam. Negeri-negeri islam berpecah belah, apalagi wilayah Islam itu memang telah luas sekali. Tetapi dengan munculnya kerajaan Usman atau daulah Usmaniyah, dapatlah islam menunjukkan kembali kegagahperkasaannya yang luar biasa, dan dapat menyambung usaha dan kemegahan yang lama. Daulah Usmaniyah, sampai permulaan abad kedua puluh telah dapat mempertahankan kemegahan dunia islam, baik secara menyerang dijaman jayanya maupun secara bertahan dijaman menurun.

Seratus tahun yang lalu, negeri-negeri Eropa Timur adalah kerajaan-kerajaan yang bernaung dibawah pemerintahan Turki Usmani. Kekuasaannya meluas kemenara-menara menjulang langit di bekas kekuasaan kerajaan Byzantium (constantinopel).

Negeri-negeri islam, Mesir, Hijaj (Mekkah-Madinah), Yaman, Irak, Palestina, tunisia, Maroko, Al-Jazair dan Tripoli, semuanya itu dahulunya adalah wilayah dari kerajaan Turki Usmani. Bangsa turki memang bangsa gagah perkasa, keturunan darah Tauran. Yang tahan panas dingin, dan sabar dalam berperang.

Bahkan Raja-raja Islam di Indonesia yang bersemarak pada abad-abad ketujuh belas, sebagai Raja-raja Aceh dan Banten pernah meminta pengakuan memakai gelar “Sultan” dari Istanbul. Dalam beberapa Istana Raja-raja Indonesia itupun dapat dilihat sisa-sisa hadiah yang dijadikan lambang kebesaran, karena hadiah itu diterima dari Istmbul. Ulama-ulama penyiar islam yang besar-besar di Indonesia ini, sebagai syekh Nawawi di Banten, Syekh Daud Fatani (Siam) dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabaui bersemarak nama mereka di tanah air kita, adalah mereka yang belaja islam mendalam di tanah Makkah, tatkala negeri makkah dibawah pemerintahan kerajaan Turki usmani. Maka kesan-kesan kebudayaan  islam Turki itu, banyak atau sedikit, langsung atau tidak langsung, masuk juga ke tanah air kita Indonesia ini.

Demikianlah besar pengaruh Turki dalam hati umat Islam, sehingga diantara Turki dengan Islam tidaklah dapat dipisahkan lagi. Dan memang begitu dahulu keadaannya. Sebab 600 tahun lamanya kerajaan Turki-Usmani berkuasa, yaitu sejak lahir abad ketiga belas, sampai permulaan abad keduapuluh. Jasa-jasanya, pengruh bahasanya, riwayat keberaniaannya, bekas kebudayaanya dari pustaka zaman tengah sampai sekarang masih dapat dilihat.

Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaan kerajaan Turki yang sekarang, yang telah berobah dari pada satu negeri memakai Sultan Khalifah, menjadii sebuah republik “secular” yang tidak berdasar agama, namun bangsa Turki sendiri tetaplah bangsa pemeluk Islam yang teguh beragama dan mempunyai sejarah gilang gemilang. Walaupun pakaiannya telah berobah, namun jiwa Islam masihlah teguh di Turki. Maka di dalam kita mempelajari sejarah umat Islam, tidaklah dapat kita mengabaikan sejarah kerajaan Turki Usmani itu.


Sumber: https://ntclibya.com/evolve-apk/