O2SN dan FLS2N Tingkat Kecamatan Siak Resmi Dibuka

O2SN dan FLS2N Tingkat Kecamatan Siak Resmi Dibuka

O2SN dan FLS2N Tingkat Kecamatan Siak Resmi Dibuka

O2SN dan FLS2N Tingkat Kecamatan Siak Resmi Dibuka
O2SN dan FLS2N Tingkat Kecamatan Siak Resmi Dibuka

Sebanyak 240 siswa dari Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Siak, Jumat

(15/12/17) pagi mengikuti pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Siak 2017. Pembukaan O2SN dan FLS2N tingkat kecamatan ini berlangsung di SD Islamic Siak.

Ketua Panitia O2SN dan FLS2N tingkat Kecamatan Siak 2017, Rozali melaporkan, secara keseluruhan ada 16 cabang yang dipertandingkan. Untuk O2SN sebanyak 10 cabang yaitu lomba atletik, Volley ball, bulu tangkis, tenis meja, takraw, bola kaki mini, silat, karate, renang dan catur. Sedangkan 6 cabang lainnya untuk FLS2N, yaitu lomba tari, menyanyi solo, prakarya, fashion show, pantomim dan baca puisi.

“Adapun tujuan dari pada kegiatan adalah untuk mencari bibit bibit unggul dalam pelaksanaan kegiatan dan anak anak kita yang berprestasi di bidang olahraga dan seni. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 15 s/d 17 Desember 2017,” ucapnya.

Sementara Asisten II Sekretariat Daerah Kab Siak H Hendrisan menyebutkan bahwa,

kegiatan O2SN dan FSL2N merupakan wadah silaturahmi sekaligus ajang uji coba kemampuan setiap sekolah, agar tidak tertinggal oleh sekolah lainnya.

“Kecamatan Siak yang ingin terus maju, harus terus menggali dan mengembangkan bakat serta minat peserta didiknya baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Sebab untuk memenangkan persaingan di era globalisasi ini, setidaknya kita harus memiliki satu kesamaan yaitu fokus terhadap pendidikan akademik dan non akademik anak didik, dengan senantiasa meningkatkan kualitas serta aksesbilitas pendidikannya,”sebutnya.

Hendrisan mengatakan, Kegiatan O2SN dan FLS2N yang diselenggarakan tahun ini

tidak hanya berorientasi pada ajang seleksi untuk level yang lebih tinggi semata.

Akan tetapi, kegiatan yang melibatkan 240 siswa dari 12 sekolah ini lebih ditujukan kepada upaya untuk mengimplementasikan esensinya yang terletak pada nilai nilai pendidikan yang diajarkan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman belajar (learning experience).

 

Baca Juga :