Misteri Hilangnya C-119 di Segitiga Bermuda

Misteri Hilangnya C-119 di Segitiga Bermuda

Misteri Hilangnya C-119 di Segitiga Bermuda

Misteri Hilangnya C-119 di Segitiga Bermuda
Misteri Hilangnya C-119 di Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda atau kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan merupakan sebuah wilayah yang letaknya berada di lautan Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Hilangnya C-119

Misteri ajaib yang lainnya adalah lenyapnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat tambun mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, saati itu pukul 7.47 saat lepas landas dari Lanud Homestead. Pesawat yang memiliki 10 awak ini terbang menuju Lapangan Terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23.

Sebenarnya pesawat ini hampir menyelesaikan perjalanannya

Kejadian ini diketahui dari kontak radio yang masih terdengar hingga pukul 11. Sebenarnya memang tak ada yang mencurigakan sama sekali dalam hal ini. Kerusakan teknis juga tak pernah dilaporkan. Tetapi Boxcar tak pernah sampai ke tujuan.

“Melalui kontak radio terakhir tak ada sama sekali indikasi apa-apa bahwa pesawat tengah mengalami masalah. Namun setelah itu kami kehilangan jejaknya,” begitu ungkap juru bicara Penyelamat Pantai Miami. “Sangat besar kemungkinan pesawat mengalami masalah kendali arah (steering trouble) sehingga berubah ke lain arah,” tambahnya.

Langsung saja seketika itu tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119

Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama juga seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tidak ada sama sekali satupun serpihan pesawat ataupun tubuh manusia dapat ditemukan.

“Sungguh sangat aneh dan misterius. Sebuah pesawat terbang ke arah selatan Bahama dan bisa begitu saja hilang tanpa meninggalkan jejak,” demikian komentar seorang veteran penerbang Perang Dunia II.

Seseorang dari Tim SAR mengatakan, kemungkinan besar pesawat jatuh di antara Pulau Crooked dan Grand Turk.

Bisa saja karena masalah struktur, ledakan, atau kerusakan mesin. Jika memang pesawat meledak, kontak radio memang pasti tak akan pernah terjadi, tetapi seharusnya kami bisa menemukan serpihan pecahannya. Begitu pula halnya jika pesawat mengalami gangguan kerusakan, harusnya pilot dapat melakukan ditching (pendaratan darurat di atas air). Pasalnya, cuaca ketika itu dalam keadaan baik-baik saja. Dalam arti langit cerah berawan, ombak pun hanya sekitar satu meter, dan angin hanya 15 knot.

Setelah kejadian itu analisis selanjutnya memang telah mengembang kemana-mana. Namun tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Kasus C-119 Flying Boxcar pun menghilang begitu saja sampai akhirnya pada tahun 1973 diterbitkan artikel dari International UFO Bureau yang mengingatkan kembali sejumlah orang pada kasus ajaib penuh misteri tersebut.

Pada artikel ini dimuat kesaksian astronot Gemini IV yang bernama James McDivitt dan Edward H. White II, yang justru membuat runyam masalah. Rupanya pada saat-saat di sekitar raibnya C-119, dia kebetulan saat itu tengah mengamati wilayah di sekitar Karibia. Gemini kebetulan memang sedang mengawang-awang di sana. Menurut catatan NASA, pada 3 sampai 7 Juni 1965 keduanya tengah melakukan eksperimen jalan-jalan ke luar kapsul Gemini dengan perlengkapan yang telah dirahasiakan.

Baca juga artikel: