Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar

Dibalik tersembunyinya sesuatu, terdapat banyak hikmah yang amat besar. Bukankah sesuatu yang tersembunyi itu membuat kita penasaran, dan ingin sekali mengetahuinya?. Allah SWT menyembunyikan nama-Nya yang ter-Agung, agar manusia mengagungkan semua Asma’ Al Husna. Allah SWT menyembunyikan ridha-Nya, agar manusia lebih berusaha mencapai ketaatan. Allah SWT menyembunyikan murka-Nya, agar manusia berusaha menghindari semua larangan-Nya. Allah SWT menyembunyikan para wali-Nya, agar manusia memuliakan semua ulama. Allah SWT menyembunyikan terkabulnya do’a, agar manusia terus berusaha mencapai do’a yang mustajab. Allah SWT menyembunyikan jodoh, agar kita selalu menjaga kehormatan. Begitu juga dengan disembunyikan-Nya Lailatul Qadar, agar umat Islam berusaha mencarinya dengan menghidupkan seluruh malam-malamnya Ramadhan.

Allah merahasiakan kapankankah malam lailatul qadar itu, sebagaimana Allah juga merahasiakan saa’atul ijaabah (waktu terkabulnya do’a) dalam hari Jum’at. Dalam Surat Al-Qodr Allah SWT menjelaskan:
“Sesungguhnya telah kami turunkan Al-Qur’an pada malam Qadar (malam mulia). Tahukah engkau, apakah malam Qadar itu.?. Malam Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Turun Malaikat dan Ruh (Jibril) pada malam itu dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur tiap-tiap urusan. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar”.

Kalimat “Al-Qadar” mempunyai tiga arti, yaitu :

1. Penetapan dan pengaturan

Sehingga Lailatul Qadar difahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

2. Kemuliaan

Malam tersebut adalah malam mulia, tiada bandingannya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

3. Sempit

Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi. Seperti yang ditegaskan dalam Al-Qur’an : “(Pada malam itu) turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur tiap-tiap urusan”.

Menurut sebagian pendapat, disebut lailatul qadar (malam seribu bulan) karena pada malam itu Allah Ta’ala mentakdirkan ajal, rizki dan apa yang terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana Allah SWT:
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”
(QS. Ad-Dukhan : 4)

Menurut pendapat lain, disebut malam Lailatul Qadar karena malam tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Allah ta’ala menyebutnya sebagai malam yang berkah, sebagaimana firman-Nya;
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesunggunhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.
(QS. Ad Dukhan : 3)

Ibnu Abbas RA berkata, bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah dari langit dunia pada malam lailatul qadar, kemudian diturunkan secara berpisah dan berperingkat selama 23 tahun kepada Nabi SAW.

Amalan di malam yang barakah ini menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar-nya. Seribu bulan sama dengan 83 tahun lebih 4 bulan. Hal ini menunjukkan keutamaan malam yang besar ini. Oleh karenanya Nabi SAW berusaha mencari malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda : ” Barang siapa shalat di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau ataupun yang akan datang “.

Allah ta’ala juga mengabarkan bahwa pada malam itu para malaikat dan malaikat Jibril turun ke bumi. Hal ini juga menunjukkan betapa besar dan pentingnya malam ini, karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Allah ta’ala mensifati malam itu dengan firman-Nya. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS.Al Qadr: 5)

Allah ta’ala mensifati malam tersebut dengan malam keselamatan. Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak.

Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam barakah ini, akan tetapi, Allah menyembunyikan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan agar seorang muslim bersungguh-sungguh mencarinya selama satu bulan penuh. Sehingga amalnya semakin banyak, dan dengan itu ia menggabungkan antara banyaknya amal di seluruh malam-malam Ramadhan dan amal yang bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dengan segala keutamaan, kemuliaan dan pahalanya. Sehingga dia mengumpulkan dua kebaikan sekaligus.

Kesimpulan

Ringkasnya, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang besar (agung) dan berkah. Juga merupakan nikmat dari Allah ta’ala yang mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. Maka jika dia diberi taufik untuk memanfaatkannya dalam kebaikan, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak yang sangat dia butuhkan.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/