LOGIKA AKUNTANSI DASAR DAN CONTOHNYA

LOGIKA AKUNTANSI DASAR DAN CONTOHNYA

LOGIKA AKUNTANSI DASAR DAN CONTOHNYA

LOGIKA AKUNTANSI DASAR DAN CONTOHNYA

Logika dalam akuntansi pasti

berbeda dengan logika yang ada dalam matematika, walaupun dalam mengerjakan akuntansi menggunakan rumus yang ada dalam matematika. Untuk logika akuntansi merupakan persamaan dasar akuntansi yang memiliki hubungan antara elemen aset suatu perusahaan dengan utang serta modal yang dimilikinya.

Hubungan dari elemen tersebut menciptakan keseimbangan antara sisi debet dengan sisi kredit pada suatu jurnal maupun laporan keuangan. Logika tersebut merupakan dasar untuk dapat mengerjakan akuntansi seperti kegiatan mencatat jurnal sampai pada tahap menyajikan laporan keuangan.

Logika akuntansi tersebut seperti :

D = K

Aset + Biaya = Utang + Modal + Pendapatan

Apabila logika akuntansi tersebut dapat anda kuasai dengan baik, maka ketika anda mengerjakan akuntansi menjadi sesuatu yang sangat mudah. Contoh kasus untuk dapat membedakan antara logika matematika dengan logika akuntansi adalah:

Budi akan membeli sebuah buku dengan harga Rp. 50.000,- akan tetapi Budi hanya mempunyai uang Rp. 40.000,- sehingga Budi meminjam Rp. 10.000 pada Wati.
Jika dijabarkan dalam logika matematika dan logika akuntansi maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Logika matematika, uang Budi 40.000 + pinjam ke wati 10.000 sehingga uang total uang di Budi ada 50.000. Dipakai untuk membeli buku sebanyak 50.000 jadi uang budi sekarang adalah 0. Dengan demikian Budi hanya memiliki buku serta utang kepada Wati, dan Budi sekarang tidak mempunyai uang.

2. Logika akuntansi, total uang budi ada 50.000 dengan perincian 40.000 modal uang Budi, dan 10.000 hasil meminjam dari Wati. Kemudian untuk membeli buku sebesar 50.000. Dalam perhitungan dengan logika akuntansi maka Budi memiliki aset berupa buku dengan harga 50.000, utang pada Wati sebesar 10.000 dan modal sendiri senilai 40.000.-.


Baca Juga :