Langkah Diplomasi Perjanjian New York Dalam Pembebasan Irian Barat

Langkah Diplomasi Perjanjian New York Dalam Pembebasan Irian Barat

Langkah Diplomasi Perjanjian New York Dalam Pembebasan Irian Barat

Langkah Diplomasi Perjanjian New York Dalam Pembebasan Irian Barat

Perundingan Langsung Dengan Belanda

Langkah diplomasi untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda sudah dilakukan jauh-jauh hari dari kabinet Natsir dan kabinet selanjutnya. Namun langkah diplomasi ini mengalami kegagalan karena Belanda bersikeras untuk menguasai Irian Barat, bahkan Belanda secara sepihak memasukkan Irian Barata ke dalam wilayah kekuasaan kerajaan Belanda pada bulan Agustus 1952. Peristiwa ini mengakibatkan Indonesia menghapus Misi Militer Belanda pada April 1953.

Diplomasi PBB

Upaya diplomasi ini dilakukan setelah perundingan langsung dengan Belanda tidak berhasil, Kabinet Ali Sastoramidjojo I membawa masalah Irian Barat ini ke forum PBB namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya kabinet Burhanuddin melajutkan usaha kabinet sebelumnya untuk membawa masalah Irian Barat ini ke dalam sidang Majelis Umum PBB.

Belanda menanggapi usaha ini dengan cara menyakinkan PBB bahwa persoalan Irian Barat merupakan masalah bileteral antara Indonesia dan Belanda. Tentunya pernyataan Belanda ini dikecam oleh Indonesia, sehingga pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo II, seluruh isi dari Konferensi Meja Bundar batalkan. Diplomasi di PBB gagal karena Indonesia belum mendapat dukungan dari 2/3 anggota Majelis Umum PBB yang hadir pada sidang tersebut.

Langkah Konfrontasi

Pada tahun 1956 Belanda tetap tidak ingin mengembalikan Irian Barat dan bersikeras ingin menguasainya, karena itu Indonesia mencoba menghadapi sikap Belanda melalui langkah konfrontatif secara bidang ekonomi.

Indonesia lalu mengirim wakilnya yaitu Anak Agung Gede Agung untuk merundingkan masalah Finansial Ekonomi dengan perwakilan Belanda di Jeneva pada tanggal 7 Januari 1956. Namun, persetujuan ini ditolak  oleh Belanda, sehingga pada tanggal 13 Februari 1956 Kabinet yang dipimpin oleh burhanuddin Harahap membubarkan uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Ini terpaksa dilakukan karena Belanda menolak persetujuan Finansial Ekonomi di Jeneva.

Operasi Militer

Operasi Militer ditempuh karena cara damai yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia semuanya gagal. Operasi Militer dilakukan dengan dibentuknya Trikora dan pembentukan Komando Mandala dalam rangka pembebasan Irian Barat, tugas komando Manda adalah sebagai berikut:

  • Merencanakan persiapan untuk operasi militer dalam rangka mengembalikan irian barat ke tangan Indonesia.
  • Mengembangkan kondisi militer di Irian Barat.

Baca Juga :