Konsekuensi Perubahan Sosial

Konsekuensi Perubahan Sosial

Konsekuensi Perubahan Sosial

Konsekuensi Perubahan Sosial
Konsekuensi Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi pada setiap masyarakat. Perubahan sosial terjadi sepanjang masa, tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak mengalami perubahan. Perubahan sosial selalu terjadi di setiap masyarakat. Perubahan terjadi sesuai hakikat dan sifat dasar manusia itu sendiri. Manusia selalu berubah dan mengingikan perubahan dalam hidupnya. Manusia merupakan makhluk yang selalu berubah, aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang dan responsive terhadap perubahan yang terjadi di sekitar atau lingkungan sosial mereka. Didalam masayarakat, niali-nilai sosial tertentu yang lama & sudah tidak memenuhi tuntutan yang lama dan sudah tidak memenuhi tuntutan zaman akan hilang dijauhi dengan nilai-nilai baru. Kemudian nilai-nilai baru itu diperbaharui lagi & diganti dengan nalai-nilai yang lebih baru. Nilai tradisional diganti dengan niali modern, nilai modern diganti & diperbaharui dengan yang lebih baru lagi yaitu nilai post modern atau pasca modern.

1) Perubahan relasi sosial

Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarkatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap & pola perkelakuan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

2) Perubahan sosial ekonomi

Kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala yang wajar sebagai akibat dari interelasi sosial dalam pergaulan hidup antarmanusia. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena adanya perubahan dalam unsure-unur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti perubahan dalam unsure ekonomis. Ada empat faktor penting di dalam interelasi sosial ekonomi yang memiliki pengaruh cukup dominan pada perubahan sosial ekonomi, yaitu:

  1. a) Tanah ;
  2. b) Tenaga kerja
  3. c) Kapital, dan
  4. d) Managemen.

3) Perubahan sosial politik

Perubahan sosial politik yang menyangkut organisasi kemasyarakatan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan:

  1. a) Kontrol sosial oleh dan kepada ormas
  2. b) Proses sosial intern dan antar ormas
  3. c) Gerakan atau aksi dan partisipasi yang dilakukan oleh ormas
  4. d) Perubahan interelasi dan mekanisme teknis organisasi kemasyarakatan &
  5. e) Mobilitas atau gerak sosial dari organisasi kemasyarakatan. Perubahan tersebut dapat terjadi pada komunitas, stratifikasi sosial, kelembagaan ormas, komposisi ormas dalam suatu masyarkat, & hubungan antara ormas dengan tenaga kerja, militer, lembaga-lembaga legislative, serta organisasi sosial politik. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

4) Perubahan Sosial Budaya

Modernisasi dan mentalitas budaya setempat. Untuk memahami penggunaan istilah “ modernisasi” dalam pola tingkah laku masyarakat di Indonesia perlu ibedakan antara :

  1. a) Modernisasi
  2. b) Westernisasi
  3. c) Penggunaan unsur-unsur kebudayaan barat.

Modernisasi merupakan suatu istilah untuk menyebutkan suatu konsep yang sangt luas acuannya, namun secara singkat dapat dikatakan sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan jaman & konstelasi dunia sekarang. Hak itu berarti suatu usaha merubah berbagai sifat dalam mentalitasnya yang tidak cocok dengan kehidupan jaman sekarang. Westernisasi merupakan usa-ha untuk meniru gaya hidup (life style) orang barat (Eropa dan Amerika) seperti cara bergaul, cara berbicara, adat sopapn santun, cara berpakaian, pola-pola berpesta, cara makan , bahkan sampai kehidupan jaman sekarang.