KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR Menjadi KKN Pemilu Pertama di Indonesia

KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR Menjadi KKN Pemilu Pertama di Indonesia

KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR Menjadi KKN Pemilu Pertama di Indonesia

KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR Menjadi KKN Pemilu Pertama di Indonesia
KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR Menjadi KKN Pemilu Pertama di Indonesia

Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan pelepasan mahasiswa peserta KKN Pemilu 2019 pada Senin

, (8/4/2019) di Aula Amerta lantai empat Kantor Manajemen Kampus C.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNAIR Dr. Eko Supeno, Drs., M.Si.

Eko Supeno dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal terkait KKN Tematik Pemilu 2019 UNAIR merupakan KKN yang diselenggarakan lima tahun sekali. KKN Tematik Pemilu ini pun merupakan kali pertama di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur.

Adapun peserta yang akan diberangkatkan yaitu 106 mahasiswa dari sepuluh fakultas di antaranya

berasal dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), dan Fakultas Psikologi (FPsi).

Di antara 106 mahasiswa tersebut, 31 mahasiswa adalah laki-laki dan 75 mahasiswa adalah perempuan.

Pelepasan mahasiswa KKN Tematik Pemilu juga dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA. Prof. Nasih dalam sambutannya memberikan arahan pada mahasiswa peserta KKN Tematik Pemilu 2019.

“Tahun ini merupakan kesempatan pertama bagi UNAIR untuk menyelenggarakan KKN Tematik Pemilu 2019.

KKN Tematik Pemilu pertama kali diadakan pada tahun 2013, dan pada tahun ini kita merasa perlu bahwa para akademisi, para anggota masyarakat, dan golongan yang terpelajar dan khususnya para mahasiswa untuk bisa banyak belajar dan atau terlibat dalam proses KKN,” ujar Prof. Nasih.

Ia pun menambahkan bahwa pada beberapa hari terakhir tensi politik sudah mulai meninggi. Begitu pula dengan potensi konfliknya. Sehingga menurut Prof. Nasih terdapat indikasi saling curiga di antara kelompok masyarakat.

“Oleh karena itu kehadiran kita semuanya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang di dalamnya terdapat mahasiswa yang sangat objektif, yang kepentingan politiknya bisa kita reduksi dalam beberapa hal, sehingga bisa menjadi faktor penyejuk, pemersatu, dan memperlancar proses yang ada di dalam Pemilu tahun 2019,” tambahnya.

Harapannya mahasiswa atau universitas berada pada posisi yang akan menyebabkan kualitas dari pemilu ini lebih bisa dipertanggungjawabkan. Terkait hal tersebut, mahasiswa harus bisa menjadi rujukan apabila suatu saat terjadi masalah. Mahasiswa akan menjadi faktor yang akan meyakinkan apakah itu fakta, isu, perkiraan, atau asumsi.

Apabila nantinya dalam sebuah pemilu terjadi kecurangan dan mahasiswa menyaksikannya, maka saya berharap mahasiswa akan menjadi referensi utama untuk kemudian mendamaikan para pihak yang sedang berbeda pilihan dan pandangan itu, sehingga pemilu akan berjalan dengan damai, lancar, dan sukses.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14