Kitab Hadits tentang Kitab Fiqih, Ahkam, Sunan, Dan Muwattho’

Kitab Hadits tentang Kitab Fiqih, Ahkam, Sunan, Dan Muwattho’

Kitab Hadits tentang Kitab Fiqih, Ahkam, Sunan, Dan Muwattho’

Kitab Hadits tentang Kitab Fiqih, Ahkam, Sunan, Dan Muwattho’
Kitab Hadits tentang Kitab Fiqih, Ahkam, Sunan, Dan Muwattho’

Pengertian Fiqih Dalam Kitab Hadits

Kitab Fiqih adalah kitab yang membahas masalah-masalah Fikih Islam dengan disertai dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang sah, begitupun Ijma’ (persetujuan, konsensus) dari umat Islam. Di sajikan secara mudah dan gampang serta melenyapkan pertikaian dan fanatik madzhab.[1] Dan kitab fiqih di antaranya :
a. Fiqih sunnah karya Sayyid Sabiq (1365 H)
b. Shahih fiqhu sunnah wa adilatuhu wa taudhihu madzahibil a’immah karya Abu Malik Jamal bin Sayyid Salam (2003 M)
c. Ats-tsamru al-mustathab karya nasirudin al-bany (1422 H)

Pengertian Ahkam Dalam Kitab Hadits

Kitab-kitab Ahkam adalah kitab-kitab yang memuat atas hadits-hadits yang untuk di jadikan dasar hukum saja. Dan juga hadits-hadits yang pengarangnya memilih kitab ini dari kitab-kitab mushanaf yang menjadi dasar-dasar (ushul) dalam hadits. Dan kitab ahkam di runtutkan sesuai bab-bab fiqih, di antaranya : al kabir, al mutawasith, dan shoghir dll. Dan yang terkenal :
d. Ahkamul Kubro karya Abi Muhammad Abdul Haq bin Ar-Rahman Al-Asybili (581 H)
e. Ahkamul Syughro juga.
f. Al-Ahkam karya Abdul Ghony bin Abdul Wahid Al-Maqdisy (600 H)
g. ‘Umdatul Ahkam dari Sayyid Anam
h. Al-Imam fi ahaaditsul Ahkam karya mahammad Ali al-Ma’ruf bin Daqiq (702 H)
i. Al-Muntaqy fil Ahkam karya Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyyah (652 H)
j. Bulughul Marom min adilatil Ahkam karya Al-Hafidz ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqolany (852 H)

Pengertian Kitab Sunan dan contohnya

Kata Sunan adalah bentuk jamak dari kata sunnah, yang pengertianya sama dengan Hadis. Sementara yang dimaksud disini adalah metoda penyusunan kitab hadis berdasarkan klasifikasi hukum Islam ( abwab fiqhiyah), dan mencatumkan hadis-hadis yang bersumber dari nabi saw saja (hadis-hadss marfu’). Apabila hadis-hadis yang bersumber dari sahabat (mauquf) atau tabi’an (maqtu’), maka relatif 5yang banyak memuat hadis-hadis mauquf dan maqtu’, mequf dan maqtu’, meskipun metoda penyusunanya berbeda dengan kitab kitab Sunan.
Diantara kitab-kitab sunan yang populer adalah :
a. Abu Dawud al sijistani (w 275 H)
b. Ibnu Majah al- Qazwini (w 275 H)
c. Al Nasa’i (w 303 H )
d. Imam Syafi’i (w 204 H)

Baca Juga: Ayat Kursi

Kitab Muwattho’ dan contohnya

Kata Muwatta’ berarti sesuatu yang dimudahkan. Sedang menurut terminologi ilmu hadis Muwatta’ adalah metoda pembukuan hadis yang berdasarkan klasifikasi hukum islam dan mencantumkan hadis-hadis marfu’ berasal dari nabi Saw, mauquf (berasal dari sahabat) dan maqtu’ (berasal dari tabi’in). Dari kata muwatta’ timbul kesan bahwa motifasi pembukuan hadis dengan metoda ini untuk memudahkan orang dalam menemukan hadis. Barang kali pada masa itu orang-orang sudah mulai kesulitan untuk merujuk kepada suatu hadis.