Kepentingan Nasional Dan Tujuan Negara

Kepentingan Nasional Dan Tujuan Negara

  1. Kepentingan Nasional  

          Kepentingan nasional diakui sebagai konsep kunci dalam politik luar negeri. Sepanjang mengenai kepentingan nasional orang bisa berorientasi kepada ideologi atau berorientasi kepada sistem nilai sebagai pedoman perilaku. Artinya bahwa keputusan dan tindakan politik luar negeri bisa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan ideologis atau atas pertimbangan-pertimbangan kepentingan atau gabungan antara kedua pertimbangan tersebut. Bisa juga kadang-kadang terjadi interplay antara ideologi dengan kepentingan sehingga terjadi suatu hubungan timbal balik dan terjadi saling mempengaruhi antara pertimbangan-pertimbangan ideologis dengan pertimbangan-pertimbangan kepentingan yang tidak menutup kemungkinan terjadi formulasi yang lain atau baru.[26]   

       Miroslav Nincic memperkenalkan tiga kriteria atau yang disebutnya asumsi dasar yang harus dipenuhi dalam mendefinisikan kepentingan nasional. Pertama, kepentingan harus bersifat vital sehingga pencapaiannya harus menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat. Kedua, kepentingan tersebut harus berkaitan dengan lingkungan  internasional Artinya pencapaian kepentingan nasional harus dipengaruhi oleh lingkungan internasional. Ketiga, kepentingan nasional harus melampaui kepentingan yang bersifat partikularistik dari individu, kelompok atau lembaga  pemerintahan. Sehingga menjadi kepedulian masyarakat secara keseluruhan.[27]

     Paul Seabury mengemukakan pendapatnya tentang konsep kepentingan nasional. Menurutnya:

Istilah kepentingan nasional berkaitan dengan beberapa kumpulan cita-cita tujuan suatu bangsa … yang berusaha dicapainya melalui hubungan dengan negara lain. Dengan kata lain, gejala tersebut merupakan suatu normatif, atau konsep umum kepentingan nasional … Arti kedua yang sama pentingnya biasa bersifat deskriptif. Dalam pengertian deskriptif, kepentingan nasional dianggap sebagai tujuan yang harus dicapai suatu bangsa secara tetap melalui kepemimpinan pemerintah. Kepentingan nasional dalam pengertian deskriptif, berarti memindahkan metafisika ke dalam fakta (kenyataan) … dengan kata lain kepentingan nasional serupa dengan para perumus politik luar negeri…[28]

          Di sini terlihat bahwa untuk mencapai kepentingan nasional perlu adanya strategi tertentu dalam merumuskan kebijakan luar negeri. Strategi kebijakan luar negeri dirumuskan dengan memperhitungkan berbagai aspek. Seperti kekuatan nasional serta peluang dan kendala yang mungkin muncul. Jalinan hubungan luar negeri suatu negara harus bersandar pada potensi nyata yang dimiliki, serta kondisi dalam negara tersebut.

          Kalau kita menggunakan pendekatan realis atau neorealis maka kepentingan nasional diartikan sebagai kepentingan negara yang penekanannya pada peningkatan kekuasaan nasional untuk mempertahankan keamanan nasional dari negara tersebut. Kepentingan nasional lainnya seperti pembangunan ekonomi disubordinasikan sebagai elemen dari kekuatan nasional. Kepentingan nasional merupakan hal yang sangat urgen bagi suatu negara karena terkait dengan survival dan eksistensinya di tengah dunia internasional. Urgensitas kepentingan nasional bisa dilihat dari pentingnya mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah dari intervensi asing dan juga ancaman disintegrasi. Negara dalam hal ini harus memainkan peran yang penting untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya dalam pergaulan internasional.

          Dalam mewujudkan kepentingan nasional, suatu negara hendaknya membuat skala prioritas agar agenda-agenda yang dimaksud berjalan secara terarah. Dilihat dari skala prioritasnya, kita bisa mengklasifikasi urutan-urutannya dari yang bersifat primer sampai sekunder. Kepentingan nasional yang bersifat primer misalnya dalam hal mempertahankan eksistensi suatu negara, meneguhkan nilai-nilai fundamental yang menjadi identitas dalam konteks kebijakan luar negerinya. Sedangkan, kepentingan yang bersifat sekunder biasanya terkait dengan aktivitas kultural. Walaupun tidak terkait dengan eksistensi negara secara langsung, namun tetaplah penting untuk diperjuangkan sebagai pelengkap kuatnya fondasi kebangsaan. Misalnya, kontestasi budaya, pengiriman duta pariwisata, kerjasama di bidang keilmuan, pertukaran mahasiswa dan pemuda, olahraga, dan lain-lain.

  1. Tujuan Negara

Negara (state) adalah suatu konsep hukum menggambarkan kelompok sosial yang menempati wilayah tertentu dan diatur oleh lembaga politik bersama serta memiliki sebuah pemerintah yang efektif. Beberapa pengamat menambahkan kualifikasi bahwa kelompok masyarakat tersebut harus memiliki kehendak untuk menerima kewajiban hukum internasional dalam hidup bernegara. Negara secara hukum diakui keberadaannya manakala diakui oleh negara anggota masyarakat internasional.[29]

Negara merupakan unit utama politik dan masyarakat hukum internasional. Negara timbul dengan runtuhnya kekuasaan feodal di Eropa, dan negara berada dalam hubungan dengan negara lain. Sebagai unit politik berdaulat, negara memiliki hak untuk menetapkan tujuan nasionalnya serta menentukan teknik untuk mencapainya. Namun kebebasan bertindak negara dibatasi oleh hukum dan organisasi internasional, serta oleh hubungan antar negara kuat dan situasi informal yang menandai lingkungan internasional pada waktu tertentu.[30]

             Ciri utama negara modern adalah bahwa negara mempunyai wilayah yang jelas, sebuah pemerintahan yang diberi otoritas kedaulatan serta pelaksanaan kekuasaan terhadap rakyat. Beberapa komentator menambahkan ciri keempat: pengakuan. Pengakuan berarti bahwa klaim negara terhadap wilayah tertentu dan haknya untuk menjalankan kedaulatan terhadap rakyatnya diakui oleh negara-negara lain. Pengakuan bisa dalam berbagai bentuk, tetapi umumnya pengakuan mencakup pembukaan hubungan diplomasi atau keikutsertaan dalam berbagai perjanjian dengan negara lain.[31]

 

sumber :

https://apartemenjogja.id/diamo-xl-10-apk/