Kemenaker Disarankan Libatkan Kemendikbud

Kemenaker Disarankan Libatkan Kemendikbud

Kemenaker Disarankan Libatkan Kemendikbud

Kemenaker Disarankan Libatkan Kemendikbud
Kemenaker Disarankan Libatkan Kemendikbud

BANDUNG–Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin dalam release

yang diterima jabarprov.go.id, Jum’at (2/9) menyampaikan saran agar Kementerian Tenaga Kerja berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal yang menjadi alasannya, jumlah TKI yang bekerja di luar negeri cukup besar. Namun, sayangnya, kompetensi para pahlawan devisa tersebut masih lebih banyak yang berada di sektor informal atau asisten rumah tangga sehingga hal ini dapat berdampak pada citra Indonesia sebagai pasar tenaga kerja informal.

“Kementerian Tenaga Kerja perlu berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan

untuk meningkatkan (upgrade)kompetensi tenaga kerja kita. Karena TKI kita di luar negeri hanya laku disektor informal. Sedangkan sektor formal, pasar luar negeri melirik negara lain.”

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia saat ini cukup besar. Umumnya pengangguran ini merupakan lulusan sekolah kejuruan atau vokasi. Sementara anggaran pendidikan di Kementerian Pendidikan cukup besar untuk pengembangan kompetensi.

“Hal tersebut bisa dikoordinasikan, misalnya dengan membuat pilot

project sekolah khusus
vokasi bagi TKI kita yang akan ke luar negeri sehingga tidak melulu sebagian besar sebagai pekerja informal, tapi juga menguasai sektor formal,” . Jika kualitas kompetensi vokasi tidak di-upgrade, tenaga kerja Indonesia akan makin sulit bersaing dengan tenaga kerja asing di luar negeri. “Jangankan di luar negeri, di Tanah Air juga akan sulit
bersaing dengan tenaga kerja asing yang membanjiri pasar dalam negeri.

Ini era persaingan pasar bebas. Hal ini, ujar Zainuddin sejalan dengan rencana program pemerintah untuk meningkatkan pengiriman TKI sektor formal ke luar negeri. Jumlah WNI yang tinggal di luar negeri diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta orang, dimana lebih dari separuhnya adalah tenaga kerja Indonesia.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/respirasi-aerob-t2044978.html