Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam
Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam

Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yaitu anggota Bani Hasyim, sebuah kabilah yang paling mulia dalam suku Quraisy yang mendominasi masyarakat Arab. Ayahnya berjulukan Abdullah Muttalib, seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya berjulukan Aminah binti Wahab dari Bani Zuhrah. Baik dari garis ayah maupun garis ibu, silsilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam hingga kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam.
Tahun kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dikenal dengan nama Tahun Gajah, lantaran pada tahun itu terjadi insiden besar, yaitu hadirnya pasukan gajah menyerbu Mekah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah. Pasukan itu dipimpin oleh Abrahah, gubernur Kerajaan Habsyi di Yaman. Abrahah ingin mengambil alih kota Mekah dan Ka’bahnya sebagai sentra perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Ini sejalan dengan keingin Kaisar Negus dari Ethiopia untuk menguasai seluruh tanah Arab, yang bersama-sama dengan Kaisar Byzantium menghadapi musuh dari timur, yaitu Persia (Irak).

Dalam penyerangan Ka’bah itu, tentara Abrahah hancur lantaran terjangkit penyakit yang mematikan yang dibawa oleh burung Ababil yang melempari tentara gajah. Abrahah sendiri lari kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia.
Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Fîl: 1-5

Baca Juga: Ayat Kursi

Beberapa bulan sehabis penyerbuan tentara gajah, Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki, yang didiberi nama Muhammad. Ia lahir pada malam menjelang dini hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 570 M. Saat itu ayah Muhammad, Abdullah, sudah meninggal dunia.

Nama Muhammad didiberikan oleh kakeknya, Abdul Muttalib. Nama itu sedikit ganjil di kalangan orang-orang Quraisy, karenanya mereka berkata kepada Abdul Muttalib, “Sungguh di luar kebiasaan, keluarga Tuan begitu besar, tetapi tak satu pun yang berjulukan demikian.” Abdul Muttalib menjawaban, “Saya mengerti. Dia memang tidak sama dari yang lain. Dengam nama ini saya ingin biar seluruh dunia memujinya.”

Masa pengasuhan Haliman binti Abi Du’aib as-Sa’diyah

Adalah suatu kebiasaan di Mekah, anak yang gres lahir diasuh dan disusui oleh perempuan desa dengan maksud supaya ia bisa tumbuh dalam pergaulan masyarakat yang baik dan udara yang lebih membersihkan. Saat Muhammad lahir, ibu-ibu dari desa Sa’ad hadir ke Mekah menghubungi keluarga-keluarga yang ingin menyusui anaknya. Desa Sa’ad terletak kira-kira 60 km dari Mekah, akrab kota Ta’if, suatu wilayah pepegununganan yang sangat baik udaranya.

Di antara ibu-ibu tsb terdapat seorang perempuan berjulukan Halimah binti Abu Du’aib as Sa’diyah. Keluarga Halimah tergolong miskin, karenanya ia sempat ragu untuk mengasuh Muhammad lantaran keluarga Aminah sendiri juga tidak terlalu kaya. Akan tetapi entah mengapa bayi Muhammad sangat menawan hatinya, sehingga kesudahannya Halimah pun mengambil Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam sebagai anak asuhnya.

Ternyata kehadiran Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam sangat membawa berkah pada keluarga Halimah. Dikisahkan bahwa kambing peliharaan Haris, suami Halimah, menjadi gemuk-gemuk dan menghasilkan susu lebih banyak dari biasanya. Rumput tempat menggembala kambing itu juga tumbuh rindang. Kehidupan keluarga Halimah yang tiruanla suram bermetamorfosis senang dan penuh kedamaian. Mereka yakin sekali bahwa bayi dari Mekah yang mereka asuh itulah yang membawa berkah bagi kehidupan mereka.