KARYA DAN PEMIKIRAN IBNU MASARRAH

KARYA DAN PEMIKIRAN IBNU MASARRAH

1.       Ajaran Tasawuf Ibn Masarrah

Di antara ajaran-ajaran Ibn Masarrah adalah sebagai berikut :
a.       Jalan menuju keselamatan adalah mensucikan jiwa, zuhud, dan mahabbah yang merupakan asal dari semua kejadian.
Di antara pemikiran ibn masarrah adalah bahwa jalan keselamatan adalah penyucian diri, kezuhudan, tindakan mempriotaskan akal atas panca indera dan berusaha kembali kepada cinta merupakan pokok utama kehadiran manusia di alam semesta. Sebab, dengan cara itu, berbagai unsur kejadiannya akan bersatu satu sama lainnya, sehingga terbentuklah suatu kesatuan (al-wahdah) atau seluruh maujud akan berkumpul dalam kecintaan, kebencian, kasih sayang, dan keterpaksaan seperti asalnya.
b.       Dengan penakwilan ala Philun atau aliran Isma’iliyyah terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, Ibn Masarrah menolak adanya kebangkitan jasmani.
Di antara pemikiran yang di anggap ciri khas ibn masarrah adalah berpegang teguh pada prinsip penakwilan (ta’wil) sejalan dengan pemikiran philon  iskandar atau sekte ismailiyyah. Ibn masarrah sangat banyak melakukan penakwilan atas ayat-ayat al-qur’an dengan corak penakwilan sekte kebatinan. Ia menolak kebangkitan jasmani di akhirat, menafikan pengetahuan Allah SWT tentang hal-hal particular kecuali bila sudah terjadi.
c.       Sisksa neraka bukanlah hal yang hakekat
Selain dari ketiga ajaran di atas, menurut ibn hazm, kebanyakan pengikut ibn masarrah menyebutkan bahwa ibn masarrah berpendapat kenabian adalah sebuah maqam yang bisa dicapai dengan usaha. Orang yang telah mencapai puncak kesalihan dan kesucian jiwa, bisa mendapatkan maqam kenabian. Menurutnya, kenabian pada dasarnya bukanlah sesuatu yang istimewa