KANDUNGAN GIZI PADA DAUN KELOR

KANDUNGAN GIZI PADA DAUN KELOR

KANDUNGAN GIZI PADA DAUN KELORKANDUNGAN GIZI PADA DAUN KELOR

Bagi suatu Negara atau masyarakat, masalah ketersediaan pangan adalah hal yang sangat penting, sepeti yang kita rasakan saat masa pandemic ini. Kesehatan dan imunitas tubuh terjaga lewat asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Kita bisa membaca berita dari surat kabar, bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini isu ketahanan pangan menjadi hal penting di Indonesia, di lain pihak masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal inilah yang mendorong beberapa lembaga masyarakat dan pemerintah mulai mendorong program penguatan ketahanan pangan melalui penanaman pohon kelor.Pohon kelor yang nama ilmiahnya disebut Moriga oleifera disebut sebagai tanaman ajaib. Small (2002) menyebutnya sebagai World’s most valuable multipurpose trees dan miracle tree. Alasan Small untuk memberikan sebutan ini terhadap kelor tidaklah berlebihan karena seluruh bagian tanaman kelor ternyata sangat bermanfaat bagi manusia. Dari ujung daun, kulit batang, batang dan akarnya bisa dimanfaatkan dalam berbagai cara. Kelor bisa dimanfaatkan sebagai makanan, obat, kosmetik bahkan pemurni air (bijinya).

Tanaman ini sudah sangat mudah beradaptasi dengan kondisi iklim tropis seperti di Indonesia. Kelor hampir dapat tumbuh di semua ekosistem dan berbagai iklim. Bahkan di Afrika yang sering dilanda masalah kelaparan, pohon kelor bisa tumbuh dengan baik. Dalam metode penyembuhan tradisional yang dikenal dengna ayurveda, disebutkan bahwa kelor bisa berkhasiat dalam menyebuhkan 300 jenis penyaki. Karena kemampuan tumbuh dan kemanfaatannya maka ia layak dijuluki sebagai miracle tree.

Kandungan Gizi pada Daun Kelor

Bagian daun adalah yang paling sering dimanfaatkan orang sebagai makanan.

Pohon kelor berdaun majemuk, artinya satu tangkai terdapat banyak daun yang berukuran kecil-kecil. Cara memanfaatkan daun kelor adalah dengan memetiknya langsung pada pohon, sebaiknya sebelum petang hari.

Sugianto (2016) pernah melakukan penelitian mengenai kandungan gizi daun kelor. Penelitian yang dilakukan mengambil sampel 10 buah pohon yang tumbuh di lingkungan pemukiman daerah Bekasi, Jawa Barat. Menurut Sugianto, di derah ini banyak tanaman kelor yang tanpa perawatan atau dengan kata lain tumbuh liar.

Daun kelor menurut penelitian Sugianto (2016) mengandung lemak 8,42%, protein 39% dan karbohidrat 35.8%. Kadar protein yang terdapat dalam daun kelor cukup tinggi. Pada penelitian Teizeira (2014) juga menemukan bahwa daun kelor memiliki kandungan crude protein yang tinggi, juga memiliki kandungan asam amino esensial yang tinggi, termasuk asam amino sulfur yang mirip dengan asam amino yang dikandung biji kedelai (Burlando et al. 2009).

Daun kelor juga mengandung mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Menurut Sohaimy et al. (2015), daun kelor merupakan daun dengan mineral yang tinggi seperti Natrium (Na), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Fosfor (P), dan Besi (Fe). Moyo et. al. yang melakukan analisis daun kelor untuk mendapatkan kandungan mineralnya menuliskan daun kelor mengandung kurang lebih mineral dalam kandungan yang berbeda-beda. Mineral tersebut adalah Kalsium (Ca), Fosfor (Ph), magnesium (Mg), Kalium (K), natrium (Na), Sulfur (S), Zinc (Zn), Tembaga (Cu), Selenium (Se), dan Boron (Br).

Kalsium. Mineral ini merupakan salah satu zat yang paling penting dalam menjaga berlangsungnya metabolism tubuh. Kalsium, lambang kimianya Ca, terdapat sekitar 2% dari keseluruhan berat tubuh. Kalsium berperan penting dalam proses-proses dasar tubuh, seperti fungsi jantung, fungsi otot, saraf, pembentukan tulang dan gigi.

Fosfor. Fosfor memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Fungsi penting fosfor adalah membantu kerja ginjal, berperan dalam pembentukan DNA, berperan dalam kerja otot termasuk fungsi oto jantung, berfungsi dalam komunikasi saraf, dan berperan dalam keseimbangan asam basa dalam tubuh.

Magnesium. Zat ini bersama dengan kalsium berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.
Kalium. Kalium adalah mineral penting bagi manusia. Di dalam tubuh kita zat ini yang mengendalikan fungsi sel saraf dan otot, terutama otot jantung. Fungsinya yang lain adalah dalam dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah.

 

Sumber: https://infinidb.org/aurora-borealis-hiasi-langit-finlandia/