Jateng Sediakan 20 Persen Kuota Siswa Berprestasi

Jateng Sediakan 20 Persen Kuota Siswa Berprestasi

Jateng Sediakan 20 Persen Kuota Siswa Berprestasi

Jateng Sediakan 20 Persen Kuota Siswa Berprestasi
Jateng Sediakan 20 Persen Kuota Siswa Berprestasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan modifikasi terhadap aturan Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 51 tahun 2018 dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA Negeri 2019.

Modifikasi dilakukan setelah berkonsultasi dengan kementerian untuk membuat petunjuk teknis yang disesuaikan dengan kearifan lokal terkait banyaknya siswa yang berprestasi.

“Karena di beberapa titik terbatas akses sekolahnya, kita berlakukan besaran persentase di zona itu. Sehingga, siswa berprestasi akan mendapatkan dua zona. Ketika dia keluar daerah, dia menggunakan ketentuan Permendikbud sejumlah 10 persen. Kalau di dalam zona, kalau banyak ketersediaan sekolah, kita pertimbangkan sampai 20 persen di zona masing-masing,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai menerima laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng soal PPDB Online SMA/SMK, Senin (17/6/2019).

Ganjar juga menyatakan, ada beberapa daerah yang waktu itu terjadi kekurangan siswa. Saat ini pun pihaknya sedang meminta data base, sehingga bisa memotret daerah mana saja yang nanti bisa menyerap siswa.

“Kita berikan keleluasaan di zona masing-masing. Kalau mereka merasa memiliki prestasi bagus,

bisa memilih sekolah terdekat. Dan pasti mendapatkan prioritas masuk. Potensi sekolah kosong dari laporan Pak Kadin ada di Wonogiri, Purbalingga dan Kendal, dan coba kita antisipasi,” ungkap Ganjar.

Ganjar menambahkan, pihaknya telah meminta kepada dinas pendidikan untuk segera membuat informasi cara pendaftaran dan zonasi agar masyarakat atau para orangtua tidak kebingungan. Pihak Telkom membantu para calon siswa dengan menyediakan 140 server. Pendaftaran pun bisa dilakukan di rumah, melalui Wi-fi Corner atau datang ke kantor Telkom terdekat. “Ini bukan aplikasi, tetapi berbasis web (web base). Memakai handphone juga bisa,” imbuh Ganjar.

Mengapa siswa berprestasi diberikan kesempatan lebih luas, Ganjar beralasan, selain sebagai bentuk

penghargaan pada siswa, juga mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Mengingat, mutu pendidikan satuan pendidikan di Jateng belum sama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri, mengatakan, budaya kompetisi yang sehat harus dibangun agar memotivasi siswa makin tekun belajar, meningkatkan kreatifitas, inovatif dan kapasitasnya.

“Siswa berprestasi dapat diberikan peran sebagai partner dalam peningkatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk itu, pemerintah menjamin pelayanan pendidikan siswa yang berprestasi,” ujar Jumeri.

 

Sumber :

https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/sejarah-dharmasraya/