Hukum Tattoo, Pengguna Tattoo, dan Tukang Tattoo

Hukum Tattoo, Pengguna Tattoo, dan Tukang Tattoo

Hukum tattoo adalah haram menurut kesepakatan ulama. Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim (mutta8faq alaih):
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya, menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, mereka telah merubah ciptaan Allah.”
Bertato adalah perbuatan yang hukumnya haram dalam agama Islam, berdasarkan beberapa hadits shahih, yang diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abdullah ibnu Mas’ud:
“Allah melaknat wanita-wanita yang menato dan meminta untuk ditato”

D.    Hukum Wudhu, Mandi Besar dan Shalatnya Orang Bertattoo

Bila tatoo dilakukan setelah baligh dengan keinginannya sendiri, maka diwajibkan untuk menghilangkannya atau setidaknya berusaha untuk menghilangkannya, asalkan mengilangkan tatoo tersebut tidak sampai merusak anggota tubuh (kulit) yang tertato atau menimbulkan rasa sakit yang di atas kewajaran.Kalau kita cermati sebenarnya yang terjadi pada tato, tidak ada lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit.Sebab tato tidak berada di luar kulit, melainkan di dalam kulit.Berdasarkan hal ini, maka wudhu maupun mandi janabah seseorang yang bertato adalah sah.
Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa tato adalah endapan darah di bawah kulit yang bercampur dengan tinta atau zat semisal yang dibentuk sesuai gambar atau tulisan tertentu.Darah yang bercampur dengan tinta dan mengendap di bawah kulit semacam ini hukumnya adalah najis.Sedangkan salah satu syarat sahnya shalat adalah sucinya badan, pakaian dan tempat dari segala najis.Orang yang bertato dengan sendirinya membawa najis yang melekat di tubuhnya secara permanen.Dengan sendirinya, shalatnya tidak sah meskipun ia dalam keadaan berwudhu.
Ibnu Hajar Al-‘asqalanimenjelaskan bahwa tempat yang ditato menjadi najis karena darahnya tertahan di kulit tersebut. Oleh karena itu tato tersebut wajib dihilangkan meskipun harus melukai kulit, kecuali jika dikhawatirkan akan mengakibatkan rusak, cacat atau hilangnya fungsi anggota tubuh yang ditato tersebut. Dalam kondisi demikian, maka tatonya boleh tidak dihilangkan, dan cukuplah taubat untuk menghapus dosanya.

E.      Resiko Kesehatan Akibat Tattoo

  • Pertama, keloid, yaitu bekas luka yang bentuknya sedikit menonjol atau berubah warna menjadi ungu atau merah. Nah, keloid bisa terbentuk di bagian tubuh manapun dan dapat menyebabkan trauma kulit, seperti jerawat hingga luka parah. Tato juga bisa meninggalkan keloid di tubuh anda.
  • Kedua, alergi. Mereka yang memiliki kulit sensitif dapat mengalami reaksi alergi yang disebabkan perwana kulit yang digunakan dalam proses penatoan. Hal ini bisa menyebabkan ruam gatal bahkan bisa muncul bertahun-tahun setelah anda mendapatkan tato.
  • Ketiga, jerawat. Jika anda memutuskan membuat tato di areal yang sering terkena jerawat, maka itu bisa menyebabkan iritasi.
  • Keempat, penyakit darah. Jika jarum tato yang digunakan dalam alat tato tidak steril, ada kemungkinan anda terinfeksi penyakit darah, seperti HIV atau AIDS, tuberklosis, hepatitis B dan hepatitis C.
  • Kelima, infeksi. Mendapatkan tato dengan fasilitas kotor dimana jarum dan peralatan lainnya tidak bersih dan tidak steril dapat menyebabkan infeksi dan masalah kulit lainnya. Bukan tak mungkin anda terkena penyakit menular.
  • Keenam, bekas parut (goresan). Seberapa banyak anda menato dan merawat tato anda? Tinta tato bisa menyebabkan jaringan parut pada kulit anda menggembung dan terlihat seperti keropeng (Kotoran yang mengering pada luka).
  • Terakhir, ketidakpuasan. Meskipun berisiko kesehatan, ada kemungkinan anda mungkin tidak menyukai hasil akhir tato permanen anda. Skenario terburuk dari kesalahan ini adalah bisa jadi si penato mengalami kesalahan huruf atau kesalahan garis. Ini menyebabkan anda hanya bisa pasrah atau menghapus kembali tato anda dengan rasa yang lebih sakit dari proses pembuatannya.

Sumber: https://multiply.co.id/