Guru atau pengajar

Guru atau pengajar

Guru atau pengajar

Guru atau pengajar

Sekolah negeri tentu mempunyai tenaga pendidik yang terspesialisasi dalam bidangnya. Ditambah, umumnya guru di sekolah negeri dibiayai oleh negara, alias PNS. Bandingkan guru di sekolah swasta pada umumnya yang harus bekerja sambilan untuk menutupi kebutuhan dasar hidupnya.

Dari hal tersebut tidak ditutup penyangkalan bahwa sekolah-sekolah swasta lebih unggul dari sekolah-sekolah negeri. Dengan kelebihan-kelebihan sekolah negeri tersebut justru terjadi ironi. Banyak sekolah negeri yang membebankan biaya sangat tinggi atas nama kualitas mereka. (Ahmad Ainun Anin, 2011)

Di sekolah negeri, hampir semua guru dan karyawan yang bekerja berstatus sebagai pegawai negeri sipil yang pendapatannya jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang bekerja di sekolah swasta. Hal ini juga merupakan sebuah faktor yang mempengaruhi jumlah guru di sekolah swasta. Tidak sedikit sekolah – sekolah swasta yang ada di negeri ini kekurangan guru. Persoalan seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena akan berpengaruh terhadap kualitas siswa. (Wahyu,2011)

c).  Pola Pengajaran serta Program dan kurikulum

Sekolah negeri memakai pola pengajaran yang sangat statis, Materi yang diberikan oleh guru dari sekolah negeri cenderung disampaikan dalam format satu arah atau feedback, artinya guru berceramah kepada murid-murid dan tidak ada timbal balik yang terjadi antara murid dan guru.  Tidak seperti sekolah swasta yang biasanya memakai pola pengajaran secara dinamis. Hal ini akan sangat berbeda sekali dengan sekolah swasta yang penyampaian materi pelajaran biasanya disampaikan dalam bentuk diskusi antara guru dengan murid. (Sangdedi dan Imron Gozali, 2011)

Sekolah negeri, baik SSN, RSBI, maupun SBI mau tidak mau harus menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah distandarisasi oleh Depdiknas, sedangkan sekolah swasta internasional umumnya menggunakan kurikulum internasional sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikannya, seperti kurikulum Cambridge, New York, Australia, New South Wales, dan Singapura. Karena saya adalah mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia yang juga melakukan analisis komparasi kurikulum kimia KTSP dengan kurikulum kimia luar negeri, maka saya akan berbicara sedikit mengenai perbedaannya. Kompetensi lulusan sekolah swasta internasional dengan sekolah KTSP pun berbeda. Banyak ditemukan kasus bahwa siswa-siswi sekolah swasta internasional kesulitan menyelesaikan soal-soal ujian negara maupun ujian masuk universitas di dalam negeri. Sebaliknya, siswa-siswi sekolah KTSP sering juga kesulitan menyelesaikan ujian yang disediakan oleh kurikulum internasional, seperti Cambridge O Level Test maupun Cambridge A Level Test. Tentu saja karena ada perbedaan tujuan, konten, dan strategi pembelajaran antara kurikulum kita dengan kurikulum internasional. (Risma, 2011)