Gabungan Usaha Tani (GAPOKTAN)

Gabungan Usaha Tani (GAPOKTAN)

GabunganKelompokTani (GAPOKTAN) adalah kumpulan dari beberapa kelompok tani yang mempunyai kepentingan yang sama dalam pengembangan komoditas usaha tani tertentu untuk menggalang kepentingan bersama, atau merupakan suatu wadah kerjasama antarkelompok tani dalam upaya pengembangan usaha yang lebih besar (Untajana, 2008).
Menurut Syahyuti (dalam Revikasari, 2010) Gapoktan adalah gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani bagi anggota dan petani lainnya. Penggabungan kelompok tani kedalam Gapoktan dilakukan agar kelompok tani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, dalam penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani ke sector hulu dan hilir, pemasaran serta kerjasama dalam peningkatan posisi tawar (Deptan dalam Revikasari, 2010).
Menurut Deptan (dalam Revikasari, 2010) Gapokta nmempunyai fungsi sebagai berikut :
Merupakan satu kesatuan unit produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan harga),
Penyediaan saprotan (pupuk bersubsidi, benih bersertifikat, pestisida dan lainnya) serta menyalurkan kepada para petani melalui kelompoknya,
Penyediaan modal usaha dan menyalurkan secara kredit/pinjaman kepada para petani yang memerlukan,
Melakukan proses pengolahan produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan, dan lainnya) yang dapat meningkatkan nilai tambah,
Menyelenggarakan perdagangan, memasarkan atau menjual produk petani kepada pedagang atau industri hilir.
Menurut Syahyuti (dalam Pujiharto ,2010) terdapat tiga peran pokok Gapoktan sebagai berikut :
Gapoktan berperan sebagai lembaga sentral dalam sistem yang terbangun, misalnya terlibat dalam penyaluran benih bersubsidi yaitu bertugas merekap daftar permintaan benih dan nama anggota.
Gapoktan berperan untuk peningkatan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Gapoktan dianggap sebagai Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) sehingga dapat menerima Dana Penguatan Modal (DPM).

DAFTAR PUSTAKA
Syahyuti, 2011. Peran Kelembagaan Pertanian. (Online).  (http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/8482/2/T1_522009007_BAB%20II.pdf di akses pada 01 Desember 2016).
Koentjaraningrat, 1997. Kelembagaan, Organisasi dan Kepemimpinan. (Online), (http://hayyah08.student.ipb.ac.id/2010/06/21/kelembagaan-organisasi-dan-kepemimpinan/ di akses pada 01 Desember 2016).
Suradisastra, 2008. Pengembangan Kelembagaan Pertanian Untuk Peningkatan Kapasitas Petani Terhadap Pembangunan Pertanian  (http://blog.ub.ac.id/dykaw/files/2013/09/PENGEMBANGAN-KELEMBAGAAN-PERTANIAN.pdf di akses pada 30 November 2016).

baca juga :