Fasilitas Komputer Minim, Pelaksanaan UNBK Seret

Fasilitas Komputer Minim, Pelaksanaan UNBK Seret

Fasilitas Komputer Minim, Pelaksanaan UNBK Seret

Fasilitas Komputer Minim, Pelaksanaan UNBK Seret
Fasilitas Komputer Minim, Pelaksanaan UNBK Seret

Minimnya fasilitas komputer jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

pada 9-12 April mendatang membuat sekolahan kelimpungan. Hal tersebut dikhawatirkan mengganggu siswa dan berdampak pada jalannya pelaksanaan ujian

Kepala Sekolah SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih menuturkan, sejak pertama kali UNBK diterapkan pada tahun 2014 lalu, sekolahnya masih belum mampu memfasilitasi masing-masing siswanya dengan satu unit komputer.

Dengan 396 siswa Kelas XII, pihaknya sejauh ini baru memiliki sekitar 150 unit komputer. Artinya jumlah kekurangan fasilitas komputer di sekolahannya hampir separuh dari kebutuhan siswa.”Untuk itu, kami bagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga sesi,” jelas Titi saat ditemui di kantornya, Semarang, Senin (12/3).

Kendati mengalami kekurangan lebih dari 50 persen, pihaknya tidak begitu mengambil pusing. Justru satu hal yang dikhawatirkannya yakni terjadinya mati listrik saat pelaksanaan UNBK. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan genset untuk antisipasi matinya listrik saat pelaksanaan UNBK tersebut.

“Kita sudah siapkan genset, tapi kan tetap butuh persiapan seperti menghubungkan ke aliran komputernya

dan sebagainya. Semoga saja tidak ada pemadaman listrik saat UNBK nanti,” sambungnya.

Terkait kurangnya jumlah komputer untuk pelaksanaan UNBK, Wakil Kepala Kurikulum SMAN 3 Semarang, Emmy Irtaningsih juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Sekolahnya belum mampu memfasilitasi 512 siswanya dengan hanya 165 unit komputer yang dimiliki sekolahnya.

“Karena anggaran belum bisa membuat satu siswa ujian dengan satu komputer, kita bagi tiga sesi selama empat hari pelaksanaan dan kita juga akan menyewa genset untuk jaga-jaga jika terjadi pemadaman,” terang Emmy saat dijumpai di kantornya. Sejumlah komputer cadangan pun juga telah disiapkan guna mengantisipasi hal lain yang tak diduga.

Untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tanggal 19-28 Maret mendatang

, lanjutnya, SMAN 3 Semarang juga belum bisa secara 100 persen menerapkan sistem berbasis komputer. Alasannya, terlalu banyak mata pelajaran yang diujikan dan itu, menurutnya membutuhkan jumlah komputer lebih.

Meski demikian, baik Emmi maupun Titi mengaku bahwa masing-masing satuan pendidikannya telah menggelar simulasi sama seperti tiap tahunnya guna memastikan kelancaran jalannya pelaksanaan UNBK tahun ini.

“Dari pihak pengajar sudah siap dan murid-murid juga sudah ada try out sebelumnya. Jadi, tinggal kita tunggu saja tanggal pelaksanaannya,” tandasnya.

 

Baca Juga :