Peran IMF dalam Stabilitas Perekonomian Indonesia

 Ekonomi Indonesia dan Demokrasi

 Ekonomi Indonesia dan Demokrasi

        Indonesia saat ini,tulis Boediono,masih berada pada zona resiko tinggi untuk kehidupan demokrasi. Hal ini terlihat dari segi pendapatan per kapitanya yang masih kurang mendukung terselenggaranya demokrasi secara baik. Dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 3.987 ( Interational Monetary Fund,2008) GFP Purshasing Power Vanuatu dan Fuji,Indonesia masih berada di zona rawan dalam demokratis. Kenapa ? menurut penelitian,batas kritis bagi kelangsungan demokrasi di dunia adalah apabila pendapatan per kapita sebuah negara mencapai US$ 6.600. dari sebuah penelitian studi ekonomi dan demokrasi,tercatat bahwapada kurun 1950-1990,rezim demokrasi di Negara-negara dengan penghasilann per kapita US$ 1.500 (di hitung berdasarkan PPP tahun 2001) hanya mempunyai harapan hidup 8 tahun. Pada tingkat penghasilan per kapita US$ 1.500-US$ 3.000,rezim demikrasi dapat bertahan rata-rata 18 tahun dan pada tingkat pendapatan perkapita du atas US$ 6.000 daya hidup system demokrasi di sebuah negara jauh lebih besar dan probabilitas kegagalannyahanya 1:500.

  1. Posisi Indonesia

         Dengan pendapatan per kapita Indonesia yang diperkirakan sekitar US$ 4.000,dimana batas krisis bagi demokrasi sekitar US$ 6.600,maka indonesia belum mencapai 2/3 jalan menuju batasan bagi demokrasi. Oleh karena itu,menurut Boediono,pada tahap awal kehidupan demokrasi,indonesia sebaiknya memberikan prioritas tertinggi bagi upaya memacu pertumbuhan ekonomi dan sejau mungkin mengindari krisis. Hal ini akan sangat mengurangi resiko kegagalan demokrasi. Hal terbaik yang harus dilakukan kata Boediono,adalah secepatnya membangun perekonomian agar income per kapita bangsa indonesia mencapai batas aman bagi pemerintah demokrasi,yaitu US$ 6.600.

      Menurut Boediono,pertumbuhan ekonomi akan membantu tumbuhnya kelompok pembaharus dengan catatan: pertama,pertumbuhan itu menyentuh dan broad-based ; dan kedua prosesnya mengandalkan kegiatan berdasarkan hasil kerja,inisiatif dan kekuatan sumber daya manusia-bukan dengan penjualan kekayaan alam,utang luar negri,dan “rezeki nomplok” lainnya.

  1. Indonesia Cepat Lalui Krisis.

        Menurut Institute for Management Development (IMD),lembaga think thank dan pendidikan yang berpusat di Swiss,Indonesia seperti negara-negara lain di Asia Tenggara,memiliki daya tahan yang cukup baik. Indonesia juga dianggap memiliki kemampuan untuk pulih dengan cepat karena telah mengalami krisis keuangan cukup parah pada tahun 1997-1998 sehingga lebih baik dalam mengantisipasi krisis saat ini. IMD mengatakan bahwa,negara-negara seperti itu seringkali mampu untuk beradaptasi dan pulih pada masa sulit. Penjelasan lain adalah karena mereka telah mengalami krisi keuangan cukup parah dan krisis properti satu decade lalu dan jadi lebih waspada dalam kebijakannya.

sumber :

Sudden Assassin (Tap RPG) 1.1.2 Apk + Mod