DEFINISI DAN CIRI-CIRI KARAKTERISTIK

 DEFINISI DAN CIRI-CIRI KARAKTERISTIK

Menurut aliran human behavior, bunuh diri adalah bentuk pelarian diri yang paling parah dari dunia nyata, atau lari dari situasi yang tidak bisa ditolerir, atau merupakan bentuk  regressi ingin kembali pada keadaan nikmat nyaman, tentram.

Definisi : bunuh diri ialah perbutuan manusia yang disadari yang bertujuan untuk menyakiti diri sendiri dan menghentikan kehidupan sendiri.

Dalam kalimat ini ada 5 hal yang penting, yaitu :

1)      Merupakan perbuatan manusia

2)      Ada keinginan yang disadari untuk mati

3)      Memiliki motivasi-motivasi tertentu

4)      Bertujuan menggapai kematian

5)      Ada introspeksi penuh kesadaran mengenai satu konsep tentang kematian atau penghentian kehidupan.

Beberapa definisi lainnya, antara lain :

o   Bunuh diri adalah satu jalan untuk mengatasi macam-macam kesulitan pribadi, misalnya berupa rasa kesepian, dendam, takut, kesakitan, fisik, dosa, dan lain-lain.

o   Bunuh diri adalah keinginan yang mendorong suatu perbuatan untuk melakukan destruksi/pengrusakan diri sendiri.

o   Bunuh diri ialah derajat efektiviitas satu perbuatan yang disengaja dan bertujuan untuk mengakibatkan kematian.

Perbuatan bunuh diri dapat digolongkan dalam 2 tipe, yaitu yang konvensional dan yang personal.

Bunuh diri konvensional adalah produk dari tradisi dan paksaan dari opini umum untuk mengikuti criteria kepantasan, kepastian social, dan tuntutan social. Bunuh diri tipe ini merupakan bagian dari tradisi dan gaya hidup suatu suku atau bangsa. Perbuatan bunuh  diri tipe ini sudah banyak dihapus, sebagian disebabkan oleh pengaruh-pengaruh bangsa lain, atau oleh tekanan dan paksaan bangsa lain, dan sebagian lagi disebabkan oleh banyaknya perubahan pada kondisi-kondisi social.

Sebaliknya bunuh diri personal, khas banyak terjadi pada masa modern, karena orang merasa lebih bebas dan tidak mau tunduk pada aturan. Orang tidak ingin terlalu terikat oleh kebiasaan-kebiasaan yang ada untuk memecahkan kesulitan hidupnya. Sebaliknya mereka mencari jalan  singkat dengan caranya sendiri, yaitu bunuh diri, utnuk mengatasi kesulitan hidupnya, atas keputusan sendiri. Karena itu peristiwa bunuh diri adalah bentuk kegagalan seseorang dalam upayanya menyesuaikan diri tehadap tekanan-tekanan social dan tuntutan-tuntutan hidup.

Factor yang mempengaruhi atau turut mempengaruhi kemauan bunuh diri adalah bermacam-macam sehingga memaksa pribadi perorangan atau sekumpulan orang untuk melakukan  perbuatan bunuh diri, antara lain : religi, jenis kelamin, pendidikan, profesi, doktrin, usia, dan lain-lain. Laki-laki lebih banyak melakukan tindakan bunuh diri daripada kaum wanita. Hal ini disebabkan karena kaum laki-laki memiliki banyak keberanian, keteguhan kemauan, dan kekuatan fisik yang lebih besar untuk menyakiti dan merusak diri sendiri sampai pada kematiannya.

Factor-faktor yang lain yang memberikan kontribusi pada tindakan bunuh diri antara lain ialah factor sosiologis, berupa disintegrasi dan disorganisasi social yang mengakibatkan disintegrasi-disorganisasi pribadi/personal, masa-masa krisis, peristiwa erosi dari norma-norma dan nilai-nilai. Factor ekonomi, antara lain berupa status ekonomi, depresi ekonomi, jatuh miskin secara mendadak, dan lain-lain. Factor politik, misalnya berupa perubahan-perubahan iklim politik dengan macam-macam tekanannya, perubahan peranan dalam dunia politik, dan lain-lain. Factor pendidikan, misalnya kegagalan studi.

sumber :

https://www.aboelwen.com/lost-artifacts-apk/