Dasar Hukum Syiqaq

Table of Contents

 Dasar Hukum Syiqaq

Syiqaq merupakan salah satu alternative yang ditawarkan oleh agama islam untuk menyelesaikan pertengkaran yang terjadi dalam suatu keluarga, hal ini dijelaskan dalam firman allah surat An-Nisa’ Ayat 35:

Artinya: “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud Mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Firman Allah tersebut menjelaskan, jika terjadi kasus syiqaq antara suami isteri maka dianjurkan untuk mengutus seorang hakam dari pihak laki-laki maupun perempuan, dengan tujuan untuk menyelidiki dan mencari sebab musabab permasalahan antara keduanya, dan allah menganjurkan agar pihak yang berselisih apabila memungkinkan untuk kembali membina rumah tangga (hidup bersama) kembali. Dan perlu diketahui yang dimaksud hakam dalam ayat tersebut adalah seorang bijak yang dapat atau cakap untuk menjadi penengah dalam menghadapi konflik yang sedang terjadi.

  1. Talak karena Syiqaq

Talak yang jatuh karena syiqaq adalah talak ba’in, karena bahaya dari syiqaq tidak dapat dihilangkan kecuali dengan talak ba’in, karena apabila talak yang dijatuhkan adalah talak raj’i, maka dikhawatirkan akan terulang kembali syiqaq tersebut.

Pandangan Ulama’ terhadap Perceraian karena Syiqaq: Ulama Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hanabillah tidak memperbolehkan perceraian dikarenakan syiqaq, karena syiqaq dapat diselesaikan melalui jalan damai, tanpa harus ada perceraian. Sedangkan ulama Malikiyah memperbolehkan perceraian karena syiqaq, agar kehidupan berkeluaga tidak menjadi bencana, baik bagi sang suami maupun sang istri.