Syarat dan Peraturan Dana Pensiun

Syarat dan Peraturan Dana Pensiun

Syarat dan Peraturan Dana Pensiun

Syarat dan Peraturan Dana Pensiun

DANA PENSIUN

Untuk menghitung besarnya pensiun, maka gaji yang berhak diterima oleh karyawan peserta setiap bulan ditetapkan sebagai penghasilan  dasar pensiun.

BESARNYA MANFAAT PENSIUN

  1. Manfaat pensiun karyawan sebulan adalah sebanyak-banyaknya 75 % dan sekurang-kurangnya 50 % dari penghasilan dasar pensiun.
  1. Besarnya manfaat pensiun janda/duda sebulan adalah 50 % dari pensiun peserta.
  1. Besarnya manfaat pensiun anak yatim/piatu sebulan adalah 100% dari besarnya pensiun janda/duda.

IURAN PENSIUN

  1. Setiap karyawan peserta wajib mengiur 5% dari penghasilan dasar pensiun setiap bulan.
  1. Perusahaan mgiur 5 % dari total gaji karyawan peserta, ditambah dengan iuran untuk mengatur dana yang seharusnya tersedia, atau berdasarkan perhitungan aktuaris.
  1. Iuran dari karyawan dan pemberi kerja tersebut disetorkan kepada Dana Pensiun.

HAK SEBELUM MENCAPAI USIA PENSIUN

  1. Perserta yang berhenti berkerja atau meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun dan memiliki masa kepesertaan pensiun kurang dari 5 (lima) tahun misalnya, berhak atas iurannya sendiri ditambah bunga dan dapat dibayarkan sekaligus.
  1. Perserta yang berhenti berkerja atau meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun dan memiliki masa kepesertaan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun misalnya, berhak atas iurannya sendiri dan iuran perusahaan ditambah bunga.

KEKAYAAN DANA PENSIUN

  1. Iuran peserta dan pemberi kerja
  2. Hasil investasi
  3. Pengalihan dana dari dana pensiun lain.

Sumber: https://civitas.uns.ac.id/kasiono/seva-mobil-bekas/

Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

a. Past Future Tense (Waktu Akan Datang Di Waktu Lampau)

Rumus :

Positif: S + would + V1
Negatif: S + would + not + V1

Tanya:  Would + S + V1
Contoh :
(+) He would come if you invited him.
(+) They would buy a home the previous day.
(-) He wouldn’t come if invited him.
(-) They wouldn’t buy a home the previous day.

(?) Would He come if invited him ?
(?) Would they buy a home the previous day ?

b. Past Future Continuous Tense (Waktu Akan Sedang Terjadi Diwaktu Lampau)
Rumus :

Positif: S + would + be + Ving
Negatif: S + would + not + be + Ving
Tanya: Would + S + be + Ving

Contoh :
(+) I should be swimming at this time the following day.
(+) I shall be sliping at 10 o’clock tomorrow.
(-) I shouldn’t be swimming at this time the following day.
(-) I shalln’t be sleeping at 10 o’clock tomorrow.
(?) Shall I be swimming at this time the following day ?
(?) Shall I be sleeping at10 o’clock tomorrow ?

c. Past Future Perfect Tense (Waktu Akan Sudah Selesai Di Waktu Lampau)
Rumus :

Positif: S + would + have + V3
Negatif: S + would + not + have + V3
Tanya: Would + S + have + V3

Contoh :
(+) He would have graduated if he had studies hard.
(+) Nonok will have studied moth by the end of this week.
(-) He wouldn’t have gone if he had met his darling
(-) Nonok will have not studied month by the end of this week
(?) Would He have gone if he had met his darling ?
(?) Will Nonok have studied month by the end of this week ?

d. Past Future Perfect Continuous Tense
(Waktu Yang Sudah Sedang Berlangsung Pada Waktu Lampau)
Rumus :

Positif: S + would + have + been + Ving
Negatif: S + would + not + have + been + Ving
Tanya: Would + S + have + been + Ving

Contoh :
Rianawati would have been speaking English for two years
(+) Mrs. Anisa Munif would have been walking here for seventeen years
(+) Rianawati would have been speaking English for two years
(-) Mrs. Anisa Munif wouldn’t have been walking here for seventeen year
(-) Rianawati wouldn’t have been speaking English for two years
(?) Would Mrs. Anisa Munif have been walking here for seventeen years?
(?) Would Rianawati have been speaking English for two years?


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah

guru tidak hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan member kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide untuk belajar. Paradigma kontruktivisme memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkontruksikan pengetahuan yang baru.

Pendekatan kontruktivisme menghendaki siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses belajar dengan mengajar  yang membuat informasi lebih bermakna dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan untuk menerapkan sendiri ide-ide peserta didik sendiri. Pendidik dapat memberi siswa stimulus yang dapat membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar siswa sendiri dapat menyelasaikan dan memecahkan masalah  tersebut dengan pengetahuannya sendiri yang ia dapat dari pengetahuan yang telah ia miliki dan ia dapatkan.

Oleh karena itu, agar pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik dan pendidik maka pendekatan kontruktivisme merupakan salah satu solusi yang baik untuk dapat diterapkan. Sebagai gambaran, berikut akan dipaparkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontruktivisme, yaitu sebagai berikut:

  1. Kurikulum disajikan mulai dari keseluruhan menuju ke bagian-bagian dan lebih mendekatkan kepada konsep-konsep yang lebih luas.
  2. Pembelajaran lebih menghargai pada pemunculan pertanyaan dan ide-ide siswa.
  3. Kegiatan kurikulum lebih banyak mengandalkan pada sumber data primer dan manipulasi bahan.
  4. Siswa dipandang sebagai pemikiranyang dapat memunculkan teori-teori tentang dirinya.
  5. Pengukuran proses dan hasil belajar siswa terjalin di dalam kesatuan kegiatan pembelajaran, guru mengamati hal-hal yang sedang dilakukan siswa, serta melalui tugas pekerjaan.
  6. Siswa banyak belajar dan bekerja di dalam grup.
  7. Memandang pengetahuan adalah non objektif, bersifat temporer, selalu berubah, dan tidak menentu.
  8. Belajar adalah penyusunan pengetahuan, adapun mengajar adalah menata lingkungan agar siswa termotivasi dalam menggali makna.
  9. Kegagalan merupakan interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai
  10. Evaluasi menggali munculnya berfikir, pemecahan ganda, dan bukan hanya satu jawaban benar.
  11. Evaluasi merupakan bagian utuh dari pembelajaran dangan cara meberikan tugas-tugas yang bermakna serta menrapkan apa yang dipelajari.

Alasan lain pendekatan kontruktivisme dalam pembelajaran adalah pengetahuan yang dimiliki siswa bermula dari keaktifan siswa untuk mencari dan menemukan. Pengetahuan tidak akan diperoleh oleh siswa yang pasif. Untuk membangun pengetahuan yang baru, siswa akan menyesuaikan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang lama atau yang sudah dimilikinya dengan memulai interaksi social terhadap siswa lainnya.

Dalam pembelajran PPKn, pendekatan kontruktivisme dapat dilakukan pada semua topic dan pokok bahasan. Pada saat guru menggunakan pendekatan ini, mereka dapat membahas dan mengkaji topic yang telah dimunculkan oleh guru sebelumnya. Peran guru dalam pendekatan kontruktivisme ini adalah sebagai fasilitator, dimana guru hanya memberikan peluang kepada siswa untuk membangun pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya. Kemudian guru dapat menghubungkan materi bahan pelajaran dengan situasi dan kondisi siswa.

Suatu hal yang paling penting dalam pembelajaran kontruktivisme adalah menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Siswa dapat mencari dan menyelidiki informasi. Selain itu guru dapat membangkitkan semangat belajar dengan menghubungkan materi tersebut. Selain itu apabila guru mengajarkan mata pelajaran tentang kewarganegaraan seperti hak dan kewajiban seorang manusia, maka guru dapat membangkitkan semangat belajar siswa dengan menghubungkan pada kehidupan manusia sehari-hari dalam melaksanakan hak dan kewajiban manusia sehari-hari pada sekitar lingkungan siswa itu sendiri. Hal ini dapat memupuk dan membangkitkan sikap atas siswa tersebut dalam menjalankan hak dan kewajiban siswa sebagai seorang anak.


Baca Juga :

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

  1. Babur (1526-1530 M)

Babur bernama lengkap Zahiruddin Muhammad Babur. Secara geneologis Babur merupakan cucu Timur Lenk dari pihak ayah dan keturunan Jenghiz Khan dari pihak ibu. Ayahnya Umar Mirza, merupakan seorang penguasa Ferghana. Masa pemerintahan Babur ditandai oleh dua persoalan besar yakni bangkitnya kerajaan-kerajaan Hindu yang mencoba melepaskan diri dari kekuasaan Islam, mereka memberontak antara tahun 1526 dan 1527 M dan munculnya penguasa muslim yang mengakui pemerintahannya di Afghanistan yang masih setia kepada keluarga Lodi. Namum Babur dapat menyelesaikan semua persoalan tersebut.

  1. Hamayun (1530-1540 M dan 1556 M)

Babur digantikan oleh putra sulungnya, Humayun yang bernama lengkap Naseeruddin Humayun. Namanya berarti “yang disukai oleh keberuntungan”. Humayun adalah orang yang cinta damai, ia adalah orang yang berkualitas, tapi ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya. Selain itu adalah seorang raja yang dermawan, ramah dan suka memaafkan. Pada awal pemerintahannya, Humayun mengalami kesulitan karena perilaku dari saudara-saudaranya yang menuntut hak untuk memerintah. Dalam wasiatnya, Babur telah menginstruksikan Humayun untuk bersikap baik kepada saudara-saudaranya. Humayun memperlakukan saudara-saudaranya dengan ramah.

Pada tahun 1555 M ia menyerbu Delhi yang saat itu diperintah Sikandar Sur (dari Dinasti Sur 1540-1555). Akhirnya ia bisa memasuki kota ini dan ia bisa memerintah kembali sampai tahun 1556 M. Pada tahun 1556 M, ia meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya Jalaludin Muhammad Akbar.

  1. Akbar (1556-1605 M)

Sepeninggal Humayun, tahta kerajaan Mughal dijabat oleh putranya Akbar. Ia bergelar Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa kebangkitan dan kejayaan Mughal sebagai sebuah dinasti Islam yang besar di India.

  1. Jehangger (1605-1627 M)

 Penerus Akbar, yaitu anaknya Jehangir.72 Masa pemerintahan Jehangir kurang lebih selama 23 tahun. Ia adalah penganut ahl al-sunnah wa al jama’ah, sehingga Din-i-Ilahi yang dibentuk ayahnya menjadi hilang pengaruhnya.

  1. Syah Jehan (1627-1658 M)

Syah Jehan tampil menggantikan pemerintahan Jehangir. Syah Jehan adalah seorang yang terpelajar, ia memiliki bakat kepemimpinan dan memiliki jiwa intelektual dan seni. Secara umum, pada periode Syah Jehan, terutama di akhir-akhir kekuasaannya, ada dua kebijakan secara keseluruhan yang dimainkan oleh kedua putranya, Darsyikuh dan Aurangzeb. Darsyikuh lebih berpikiran universal, yakni lebih banyak menggunakan hukum-hukum Hindu bila dalam Al-Qur’an tidak ditemukan, dibandingkan hasil-hasil ijtihad para ulama saat itu. Sedangkan Aurangzeb lebih menekankan tradisi keislaman (nilai-nilai syari’ah, tradisional). Dan pada akhirnya Darsyikuh dibunuh oleh Aurangzeb. Syah Jehan meninggal dunia pada 1657 M, setelah menderita sakit keras.

  1. Aurangzeb / Alamghiri (1658-1707 M)

Aurangzeb adalah penguasa Mughal pertama yang membalik kebijakan konsiliasi dengan hindu. Di antara kebijakannya adalah pada tahun 1659 M, melarang minuman keras, perjudian, prostitusi, dan pengguanaan narkotika.

  1. Pemerintah Pasca Aurangzeb

Sepeninggal Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan Mughal di perintah oleh generasi-generasi yang lemah. Sampai tahun 1858 M sultan Mughal tidak mampu lagi mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal Hindu yang cukup dinamis, di samping karena konflik di antara mereka sendiri yang berebut kekuasaan. Sultan-sultan penerus Aurangzeb yaitu : Bahadur Syah (1707-1712 M), Azimusyah (1712-1713 M), Farukh Siyar (1713-1719 M), Muhammad Syah (1719-1748 M), Ahmad Syah (1748-1754 M), Alamghir II (1754-1759 M), Syah Alam (1761-1806 M), Akbar II (1806-1837 M), dan Bahadur Syah II (1837-1858 M.

Sampai tahun 1858 M, sultan-sultan Mughal tidak mampu lagi mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal Hindu yang cukup dinamis, di samping juga karena konflik di antara mereka sendiri yang berebut kekuasaan. Di tahun ini pula Inggris dengan bantuan raja-raja Hindu dapat mematahkan perlawanan yang mereka lakukan terhadap Inggris.


Sumber: https://ntclibya.com/call-blocker-apk/

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Sesudah runtuh kerajaan Bani Abbas di Bagdad

dengan naiknya kerajaan Mongol dan Tartar, boleh dikatakan tidak ada lagi sebuah kerajaan yang besar dan dapat menjadi tumpuan harapan dunia Islam. Negeri-negeri islam berpecah belah, apalagi wilayah Islam itu memang telah luas sekali. Tetapi dengan munculnya kerajaan Usman atau daulah Usmaniyah, dapatlah islam menunjukkan kembali kegagahperkasaannya yang luar biasa, dan dapat menyambung usaha dan kemegahan yang lama. Daulah Usmaniyah, sampai permulaan abad kedua puluh telah dapat mempertahankan kemegahan dunia islam, baik secara menyerang dijaman jayanya maupun secara bertahan dijaman menurun.

Seratus tahun yang lalu, negeri-negeri Eropa Timur adalah kerajaan-kerajaan yang bernaung dibawah pemerintahan Turki Usmani. Kekuasaannya meluas kemenara-menara menjulang langit di bekas kekuasaan kerajaan Byzantium (constantinopel).

Negeri-negeri islam, Mesir, Hijaj (Mekkah-Madinah), Yaman, Irak, Palestina, tunisia, Maroko, Al-Jazair dan Tripoli, semuanya itu dahulunya adalah wilayah dari kerajaan Turki Usmani. Bangsa turki memang bangsa gagah perkasa, keturunan darah Tauran. Yang tahan panas dingin, dan sabar dalam berperang.

Bahkan Raja-raja Islam di Indonesia yang bersemarak pada abad-abad ketujuh belas, sebagai Raja-raja Aceh dan Banten pernah meminta pengakuan memakai gelar “Sultan” dari Istanbul. Dalam beberapa Istana Raja-raja Indonesia itupun dapat dilihat sisa-sisa hadiah yang dijadikan lambang kebesaran, karena hadiah itu diterima dari Istmbul. Ulama-ulama penyiar islam yang besar-besar di Indonesia ini, sebagai syekh Nawawi di Banten, Syekh Daud Fatani (Siam) dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabaui bersemarak nama mereka di tanah air kita, adalah mereka yang belaja islam mendalam di tanah Makkah, tatkala negeri makkah dibawah pemerintahan kerajaan Turki usmani. Maka kesan-kesan kebudayaan  islam Turki itu, banyak atau sedikit, langsung atau tidak langsung, masuk juga ke tanah air kita Indonesia ini.

Demikianlah besar pengaruh Turki dalam hati umat Islam, sehingga diantara Turki dengan Islam tidaklah dapat dipisahkan lagi. Dan memang begitu dahulu keadaannya. Sebab 600 tahun lamanya kerajaan Turki-Usmani berkuasa, yaitu sejak lahir abad ketiga belas, sampai permulaan abad keduapuluh. Jasa-jasanya, pengruh bahasanya, riwayat keberaniaannya, bekas kebudayaanya dari pustaka zaman tengah sampai sekarang masih dapat dilihat.

Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaan kerajaan Turki yang sekarang, yang telah berobah dari pada satu negeri memakai Sultan Khalifah, menjadii sebuah republik “secular” yang tidak berdasar agama, namun bangsa Turki sendiri tetaplah bangsa pemeluk Islam yang teguh beragama dan mempunyai sejarah gilang gemilang. Walaupun pakaiannya telah berobah, namun jiwa Islam masihlah teguh di Turki. Maka di dalam kita mempelajari sejarah umat Islam, tidaklah dapat kita mengabaikan sejarah kerajaan Turki Usmani itu.


Sumber: https://ntclibya.com/evolve-apk/

LightSwitch Revolusi Pengembangan Aplikasi

LightSwitch Revolusi Pengembangan Aplikasi

LightSwitch Revolusi Pengembangan Aplikasi

LightSwitch Revolusi Pengembangan Aplikasi
LightSwitch Revolusi Pengembangan Aplikasi

Kecepatan pengembangan aplikasi telah memasuki babak baru, setelah Microsoft mengeluarkan versi beta dari VisualStudio LightSwitch.

Pengembang aplikasi akan dapat dengan mudah untuk membuat prototype atau pun aplikasi, terutama aplikasi transaksi database. Cukup membuat tabel dan relasi tabel, maka aplikasi entri dan pengelolaan data akan dengan cepat langsung selesai.

LightSwitch dilengkapi juga dengan manajemen pengguna. Aplikasi akan dengan mudah diberi sistem keamanan yang bisa terintegrasi dengan sistem informasi Windows. Setiap pengguna akan memiliki menu sendiri. Semua fasilitas ini bisa dikatakan sudah tinggal pakai.

Hasil dari proses pengembangan ini bisa dikatakan sangat menjanjikan, walaupun resource komputer dan infrastruktur yang terkini. Aplikasi yang dihasilkan bisa menjadi aplikasi desktop dan aplikasi yang bisa dijalankan di atas browser web. Hal ini dapat direalisasikan karena aplikasi hasil dari LightSwitch akan dijalankan di atas SilverLight.

Konsekuensi penggunaan LightSwitch adalah resource komputernya yang sangat besar, terutama untuk pengembang. Processor dual core akan diperlukan, dengan RAM 2GB sepertinya akan menjadi kebutuhan minimal.

Diperkirakan versi final akan direlease pada tahun depan. Saat ini masih versi beta, tetapi sudah cukup untuk menunjukkan bagaimana revolusi pengembangan aplikasi ini terlihat dan terasakan.

Sumber : https://dolanyok.com/seva-mobil-bekas/

Sistem Penunjang Keputusan

Sistem Penunjang Keputusan

Sistem Penunjang Keputusan

Sistem Penunjang Keputusan
Sistem Penunjang Keputusan

z = 1200000Y1 + 500000Y2
Y1 + 4Y2 ≤ 480
Y1 ≤ 120
Y2 ≤ 30

z = 1200000Y1 + 500000Y2 + 0S1 + 0S2 + 0S3
Y1 + 4Y2 + S1 = 480
Y1 + S2 = 120
Y2 + S3 = 30

var. Z Y1 Y2 S1 S2 S3 NK
Z 1 -1.2 JT -500RB 0 0 0 0
S1 0 1 4 1 0 0 480
S2 0 1 0 0 1 0 120
S3 0 0 1 0 0 1 30

S1 → 480 : 1 = 480
S2 → 120 : 1 = 120 Baris pivot adalah baris dengan nilai terkecil.
S3 → 30 : 0 = ∞Di sini berarti baris S2 dengan nilai 120.

u/ baris 1 (fungsi tujuan) :
-1.2JT -500RB 0 0 0 0
1.2JT( 1 0 0 1 0 120)
0 -500RB 0 1.2JT 0 144JT

untuk baris 2 (S1) :
1 4 1 0 0 480
-1( 1 0 0 1 0 120)
0 4 1 -1 0 360

untuk baris 4 (S3) :
0 1 0 0 1 30
0( 1 0 0 1 0 120)
0 1 0 0 1 30

var. Z Y1 Y2 S1 S2 S3 NK
Z 1 0 -500RB 1.2JT 0 0 144JT
S1 0 0 4 1 -1 0 360
Y1 0 1 0 0 1 0 120
S3 0 0 1 0 0 1 30

Kemudian cari baris pivotnya kembali :
S1 → 360 : 0 = ∞
S2 → 120 : 0 = ∞
S3 → 30 : 1 = 30 baris pivotnya adalah baris S3

untuk baris 1 (fungsi tujuan) :
-500RB 1.2 JT 0 0 144JT
500RB( 1 0 0 1 30)
0 0 1.2JT 500RB 159JT

untuk baris 2 (S1) :
4 1 -1 0 360
-4( 1 0 0 1 30)
0 1 -1 -4 240

untuk baris 3 (Y) :
0 0 1 0 120
0( 1 0 0 1 30)
0 0 1 0 120

Sumber : https://newsinfilm.com/seva-mobil-bekas/

SISTEM KEANGGOTAAN MPR

SISTEM KEANGGOTAAN MPR

SISTEM KEANGGOTAAN MPR

SISTEM KEANGGOTAAN MPR

Saat ini, anggota MPR diambil

dari anggota DPR dan DPD hasil dari pemilihan umum. Jumlah anggota MPR pada tahun 2009-2014 adalah 692 orang dengan komposisi 560 orang anggota DPR-RI dan 132 orang dari anggota DPD-RI. Keanggotaan lembaga MPR ini diresmikan dengan peraturan Keputusan Presiden.

Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun dan berakhir ketika anggota MPR yang baru dilantik serta mengucapkan sumpah/janji. Anggota MPR sebelum menjabat akan dilantik dengan mengucapkan sumpah/janji dipandu oleh Mahkamah Agung dalam sebuah sidang paripurna.

Ada 2 pembagian anggota pada lembaga MPR-RI. Setiap anggota MPR yang berasal dari anggota DPR-RI harus ikut dalam salah satu fraksi partai politik. Fraksi adalah pengelompokan anggota MPR yang menggambarkan konfigurasi partai politik. Fraksi dapat dibentuk oleh partai yang dalam pemilihan umum mampu memenuhi ambang batas perolehan suara.

Untuk anggota MPR yang berasal dari anggota DPD-RI, maka tidak diberlakukan sistem fraksi. Namun, anggota dari kalangan ini harus membentuk Kelompok Anggota. Tujuan pembentukan Kelompok Anggota agar efektivitas kinerja MPR semakin optimal. Aturan internal pada masing-masing Kelompok Anggota adalah sepenuhnya urusan kelompok tersebut.


Baca Juga :

PEMBENTUKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PEMBENTUKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PEMBENTUKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PEMBENTUKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Selain DPR yang berkedudukan di pusat, Indonesia juga memiliki DPRD atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kedudukan DPRD ini ada di tingkat kabupaten/kota dan juga provinsi. Pendirian DPRD dan juga kedudukan DPRD telah diatur dalam UUD 1945. Kemudian, segala bentuk persyaratan, tugas, fungsi, hak, serta kewajiban DPRD lebih jauh diatur dalam UU No. 17 Tahun 2014.

Baik DPRD tingkat kabupaten/kota maupun provinsi memiliki tugas dan wewenangnya masing-masing. Namun, tugas dan wewenang tersebut tidak terlepas dari 3 fungsinya yaitu legislasi, anggaran, dan juga pengawasan. Berikut ini tugas dan wewenang DPRD Kabupaten/Kota dan juga provinsi.

1. TUGAS DAN WEWENANG DPRD KABUPATEN/KOTA

Anggota DPRD tingkat kabupaten/kota maksimal berjumlah 50 orang dan minimal 20 orang dengan masa jabatan hingga 5 tahun. Mekanisme pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota dilakukan berdasarkan pemilihan umum dan keanggotaannya diresmikan oleh Gubernur.

Tugas dan wewenang DPRD tingkat kabupaten/kota adalah:

a. Membentuk peraturan daerah di tingkat kabupaten/kota bersama dengan Bupati/Walikota.
b. Membahas serta memberikan persetujuan terhadap rancangan peraturan daerah yang mengatur tentang RAPBD yang diajukan oleh Bupati/Walikota.
c. Mengawasi pelaksanaan APBD dan juga pelaksanaan peraturan daerah.
d. Mengusulkan pengangkatan atau pemberhentian Bupati/Walikota dan/atau wakil bupati/walikota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur. Tujuannya untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan atau pemberhentian.
e. Memilih wakil bupati/walikota jika pada suatu ketika terjadi kekosongan jabatan tersebut.
f. Memberikan pertimbangan pendapat kepada pemerintah daerah yang akan melakukan perjanjian internasional di tingkat daerah.
g. Memberikan persetujuan rencana kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.
h. Meminta laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh bupati/walikota.
i. Memberikan persetujuan rencana kerjasama dengan daerah lain atau pihak lain yang membebani masyarakat ataupun daerah.
j. Mengupayakan terlaksananya kewajiban-kewajiban daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
k. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya sesuai dengan ketentuan undang-undang.

2. TUGAS DAN WEWENANG DPRD PROVINSI

Anggota DPRD di tingkat provinsi berjumlah minimal 35 orang dan maksimal 100 orang. Masa jabatan anggota DPRD Provinsi adalah 5 tahun dan dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Keanggotaan DPRD Provinsi ini disahkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Ada 2 daerah dengan jumlah anggota DPRD Provinsi yang berbeda di Indonesia. Khusus untuk Provinsi Aceh dan DKI Jakarta, jumlah anggota DPRD Provinsinya bisa berjumlah 125% dari total anggota yang telah ditetapkan oleh undang-undang.

Tugas dan wewenang DPRD tingkat provinsi antara lain adalah:

a. Menyusun peraturan provinsi bersama dengan gubernur.
b. Membahas dan memberikan persetujuan mengenai rancangan peraturan APBD Provinsi yang diajukan oleh gubernur.
c. Melakukan fungsi pengawasan peraturan daerah dan APBD Provinsi.
d. Mengusulkan pengangkatan atau pemberhentian gubernur atau wakil gubernur kepada presiden dan Menteri Dalam Negeri.
e. Memilih wakil gubernur jika suatu ketika terjadi kondisi kekosongan jabatan.
f. Memberikan pendapat mengenai usulan kerjasama internasional yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi.
g. Meminta laporan pertanggungjawaban gubernur dalam menjalankan pemerintahan.
h. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama yang akan dilakukan pemerintah provinsi dengan daerah lain atau pihak ketiga.
i. Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
j. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.


Sumber: https://www.urusizin.co.id/happy-racing-apk/

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA DPR

Sebenarnya Dewan Perwakilan Rakyat bukanlah sebuah lembaga baru. Bahkan dewan ini telah terbentuk sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Jejak dewan perwakilan ini juga sudah ada pada zaman kolonial Belanda.

1. PERIODE ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

Pada tanggal 18 Mei 1918 Belanda yang diwakili oleh Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum membentuk dan melantik Volksraad atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Dewan Rakyat. Pada lembaga Volksraad ini juga sudah diatur mengenai kekuasaan legislatif, meskipun bagi rakyat asli Indonesia sangat terbatas.

Pada tahun 1918, anggota Volksraad terdiri dari 1 orang ketua yang dipilih oleh raja dengan anggota berjumlah 38 orang. 20 orang diantaranya berasal dari kalangan penduduk pribumi Indonesia. Pada tahun 1927-1930, keanggotaan kaum bumiputra dalam Volksraad bertambah menjadi 25 orang dari total 55 anggota.

Para pejuang Indonesia yang bergerak melalui jalur politik memanfaatkan Volksraad sebagai sebuah jalan menuju kemerdekaan Indonesia. Tokoh – tokoh yang berjuang mengusulkan kemerdekaan Indonesia melalui Volksraad antara lain adalah Mohammad Husni Thamrin dan Sutardjo.

Melalui Dewan Volksraad inilah para nasionalis Indonesia yang menjadi anggotanya berusaha untuk menanamkan kesadaran kemerdekaan Indonesia. Selain itu, melalui dewan ini pula para tokoh-tokoh nasionalis sering mengkritik kebijakan pemerintah Belanda yang dinilai merugikan bangsa Indonesia. Meskipun pergerakan ini tetap mendapat pengawasan ketat oleh pemerintah Belanda.

Kekalahan Belanda dari Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 ternyata membawa dampak negatif terhadap Volksraad. Belanda yang kalah telak dari Jepang kemudian terpaksa meninggalkan Indonesia dan menyerahkan wilayah jajahannya ke tangan Jepang. Pergantian penjajahan di Indonesia membawa konsekuensi tidak diakuinya lagi keberadaa Volksraad bentukan Belanda.

2. MASA PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Saat Jepang berkuasa di Indonesia, hampir tidak ada badan perwakilan kaum pribumi yang diizinkan dibentuk. Bahkan, semua kegiatan politik kaum nasionalis yang sebelumnya diizinkan dengan pengawasan dari pihak Belanda akhirnya dilarang total oleh Jepang.

Para pemimpin nasionalis berusaha menggunakan organisasi gerakan rakyat yang dibentuk oleh Jepang untuk menanamkan cita – cita kemerdekaan Indonesia. Gerakan seperti 3A (Nippon cahaya Asia, pelindung Asia, dan pemimpin Asia) serta Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) digunakan oleh kaum nasionalis untuk mengukuhkan cita – cita kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1943, Jepang membentuk sebuah badan bernama Tjuo Sangi-in yang bertugas untuk menjawab segala pertanyaan Saiko Sikikan (penguasa militer tertinggi Jepang) mengenai usaha-usaha memenangkan perang Asia Timur Raya.

Badan ini sama sekali tidak mewakili aspirasi bangsa Indonesia seperti Volksraad, karena hanya digunakan sebagai biro informasi dan pengumpulan dukungan terhadap pihak Jepang agar bisa berjaya melawan pihak Sekutu dalam Perang Dunia II.

3. MASA DIBENTUKNYA KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT (KNIP)

Sehari setelah kemerdekaan Indonesia yakni pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidangnya yang pertama. Dalam sidang pertama ini PPKI mengesahkan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila.

Berdasarkan ketentuan dalam Aturan Peralihan pada tanggal 29 Agustus 1945 dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang merupakan cikal bakal lembaga legislatif di Indonesia. Oleh karena itulah tanggal 29 Agustus diresmikan sebagai hari jadi DPR-RI.

KNIP dibentuk dengan susunan anggota sebagai berikut:

a. Mr. Kasman Singodimejo sebagai ketua.
b. Mr. Sutardjo Kartohadikusumo sebagai wakil ketua I.
c. Mr. J. Latuharhary sebagai wakil ketua II.
d. Adam Malik sebagai wakil ketua III.


Sumber: https://pengetikan.co.id/geostorm-apk/