PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) Dasar Hukum

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) Dasar Hukum

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) Dasar Hukum

 

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) Dasar Hukum

  1. UU No. 12 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 12 Tahun 1994 Tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
  2. KMK No.201/KMK.04/2000 Tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Sebagai Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan.
  3. KMK No. 523/KMK.04/1998 Tentang Penentuan Klasifikasi dan Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan.
  4. KMK No. 1004/KMK.04/1985 Tentang Penentuan Badan atau Perwakilan Organisasi Internasional yang Menggunakan Objek Pajak Bumi dan Bangunan Yang Tidak Dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan.
  5. Kep Dirjen Pajak Nomor: KEP-251/PJ./2000 Tentang Tata Cara Penetapan Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Sebagai Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan.
  6. Kep Dirjen Pajak Nomor: KEP-16/PJ.6/1998 Tentang Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan.Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor: SE-43/PJ.6/2003 Tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak
  7. Kena Pajak (NJOPTKP) PBB dan Perubahan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) BPHTB Untuk Tahun Pajak 2004.
  8. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor: SE-57/PJ.6/1994 Tentang Penegasan dan Penjelasan Pembebasan PBB atas Fasilitas Umum dan Sarana Sosial Untuk Kawasan Industri dan Real Estate.

 

Istilah Penting dalam UU PBB

( Pasal 1 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No. 12 Tahun 1994)

  1. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya;
  2. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan;
  3. Nilai Jual Obyek Pajak adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli, Nilai Jual Obyek Pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan obyek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau Nilai Jual Obyek Pajak Pengganti;
  4. Surat Pemberitahuan Obyek Pajak adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan data obyek pajak menurut ketentuan undang-undang ini;
  5. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang adalah surat yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memberitahukan besarnya pajak terhutang kepada wajib pajak;

 

 

Obyek Pajak

( Pasal 2 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 )

  • Yang menjadi objek pajak adalah Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya.Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.
    1. Jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel, pabrik, dan emplasemennya dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut;
    2. jalan TOL;
    3. kolam renang;
    4. pagar mewah;
    5. tempat olah raga;
    6. galangan kapal, dermaga;
    7. taman mewah;
    8. tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak;
    9. fasilitas lain yang memberikan manfaat;
  • Yang termasuk pengertian bangunan adalah :
  • Pengertian Bangunan
  • Pengertian Bumi

 

 

Klasifikasi Bumi dan Bangunan

( Penjelasan Pasal 2 ayat (1)  UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 )

Klasifikasi bumi dan bangunan adalah pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya dan digunakan sebagai pedoman serta untuk memudahkan penghitungan pajak yang terhutang.

  

Subyek PBB

( Pasal 4 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 )

Yang menjadi subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata :

  1. mempunyai hak atas bumi/tanah, dan/atau;
  2. memperoleh manfaat atas bumi/tanah dan/atau;
  3. memiliki, menguasai atas bangunan dan/atau;
  4. memperoleh manfaat atas bangunan.

Subjek Pajak yang dikenakan kewajiban membayar pajak  menjadi Wajib Pajak menurut UU PBB.

Apabila suatu objek pajak tidak diketahui secara jelas siapa yang akan menanggung pajaknya maka yang menetapkan subjek pajak sebagai wajib pajak adalah Direktorat Jenderal Pajak.

Penetapan ini ditentukan berdasarkan bukti-bukti :

  • Apakah ada perjanjian antara pemilik dan penyewa yang mengatur ?
  • Siapa yang menanggung kewajiban pajaknya ?
  • Dan siapa yang secara nyata mendapat manfaat atas bidang tanah dan bangunan tersebut?

 

Tarif Pajak

( Pasal 5 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 )

Tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah sebesar 0,5 % (lima persepuluh persen).

 

Dasar Pengenaan PBB

( Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. Pasal 2 (3) KMK-523/KMK.04/1998)

Yang menjadi Dasar Pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Besarnya Nilai Jual Objek Pajak ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan daerahnya.

Meskipun pada dasarnya penetapan nilai jual objek pajak adalah 3 (tiga) tahun sekali, namun untuk daerah tertentu yang karena perkembangan pembangunan mengakibatkan nilai jual objek pajak cukup besar, maka penetapan nilai jual ditetapkan setahun sekali. Dalam menetapkan nilai jual, Menteri Keuangan mendengar pertimbangan Gubernur serta memperhatikan asas self assessment.

Nilai jual sebagai Dasar Pengenaan PBB dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok A dan kelompok B (KMK-523/KMK.04/1998).

Dalam hal ada objek pajak yang nilai jual per M2 nya lebih besar dari ketentuan Nilai Jual Objek Pajak, Nilai Jual Objek Pajak yang terjadi  di lapangan tersebut digunakan sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan.

 

Dasar Penghitungan Pajak

( Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. PP No.25 Tahun 2002).

Yang menjadi dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value) atau NJKP, yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen).

Besarnya persentase NJKP ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional.

Contoh :

Nilai jual suatu objek pajak sebesar Rp 1.000.000,00 persentase Nilai Jual Objek Pajak misalnya 20% maka besarnya Nilai Jual Kena Pajak : 20% x Rp 1.000.000,00 = Rp200.000,00

 

Dasar Penghitungan Pajak

( Pasal 7 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994).

Secara umum besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP), atau lebih lengkapnya sebagaimana diuraikan pada rumus dibawah ini:

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOTKP)

Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak (NJOPKP)

Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)

= 20% X NJOPKP (untuk NJOP < 1 Miliar); atau

= 40% X NJOPKP (untuk NJOP 1 Miliar atau lebih)

Besarnya PBB terutang = 0,5 % X NJKP

   XXXXX

XXXXX (-)

XXXXX

 

XXXXX

XXXXX

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Kelebihan, dan Kekurangan Metode Ceramah

Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Ceramah

Kelebihan, dan Kekurangan Metode Ceramah

Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Ceramah
Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Metode Ceramah

Metode ceramah yang dianggap sebagai penyebab utama

dari rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran memang patut dibenarkan, tetapi juga anggapan itu sepenuhnya kurang tepat karena setiap metode atau model pembelajaran baik metode pembelajaran klasik termasuk metode ceramah maupun metode pembelajaran modern sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang saling melengkapi satu sama lain. Metode ceramah itu sendiri pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan jenisnya. Berikut ini beberapa

pengertian dari metode ceramah, antara lain :

Menurut Winarno Surahmad, M.Ed, ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, sedangkan peranan murid mendengarkan dengan teliti, serta mencatat yang pokok dari yang dikemukakan oleh guru.

Metode ceramah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal.
Metode ceramah menurut Gilstrap dan Martin 1975 : ceramah berasal dari bahasa latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan buku.
Metode ceramah yaitu penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa. Metode ceramah ini sering kita jumpai pada proses-proses pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat yang rendah sampai ke tingkat perguruan tinggi, sehingga metode seperti ini sudah dianggap sebagai metode yang terbaik bagi guru untuk melakukan interaksi belajar mengajar. Satu hal yang tidak pernah menjadi bahan refleksi bagi guru adalah tentang efektifitas penggunaan metode ceramah yaitu mengenai minat dan motivasi siswa, bahkan akhirnya juga berdampak pada

Prestasi siswa.

Metode ceramah juga disebut juga kegiatan memberikan informasi dengan kata-kata. Pengajaran sejarah, merupakan proses pemberian informasi atau materi kepada siswa serta hasil dari penggunaan metode tersebut sering tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Makna dan arti dari materi atau informasi tersebut terkadang ditafsirkan berbeda atau salah oleh siswa. Hal ini karena tingkat pemahaman setiap siswa yang berbeda-beda atau dilain pihak guru sebagai pusat pembelajaran kurang pandai dalam menyampaikan informasi atau materi kepada siswa. Jenis-jenis metode ceramah, terdiri dari metode ceramah bervariasi, metode ceramah campuran dan metode ceramah asli.

Anggapan-anggapan negatif tentang metode ceramah

sudah seharusnya patut diluruskan, baik dari segi pemahaman artikulasi oleh guru maupun penerapannya dalam proses belajar mengajar disekolah. Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada peserta didik, dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu media pembelajaran seperti gambar dan audio visual lainnya. Definisi lain ceramah menurut bahasa berasal dari kata lego (bahasa latin) yang diartikan secara umum dengan “mengajar” sebagai akibat guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan menggunakan buku kemudian menjadi lecture method atau metode ceramah.

Definisi metode ceramah diatas, bila langsung diserap dan diaplikasikan tanpa melalui pemahaman terlebih dahulu oleh para guru tentu hasil yang didapat dari penerapan metode ini akan jauh dari harapan, seperti halnya yang terjadi dalam problematika saat ini. Hampir setiap guru sejarah menggunakan metode ceramah yang jauh dari kaidah-kaidah metode ceramah seharusnya.

Metode ceramah dalam proses belajar mengajar sesungguhnya tidak dapat dikatakan suatu metode yang salah. Hal ini dikarenakan model pengajaran ini seperti yang dijelaskan diatas terdiri dari beberapa jenis, yang nantinya dapat dieksploitasi atau dikreasikan menjadi suatu metode ceramah yang menyenangkan, tidak seperti pada metode ceramah klasik yang terkesan mendongeng. Metode ceramah dalam penerapannya di dalam proses belajar mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :

Kelemahan :

Mudah menjadi verbalisme.
Yang visual menjadi rugi, dan yang auditif (mendengarkan) yang benar-benar menerimanya.
Bila selalu digunakan dan terlalu digunakan dapat membuat bosan.
Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada siapa yang menggunakannya.
Cenderung membuat siswa pasif

Kelebihan :

Guru mudah menguasai kelas.
Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas.
Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Lebih ekonomis dalam hal waktu.
Memberi kesempatan pada guru untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.
Dapat menggunakan bahan pelajaran yang luas
Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.
Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan belajar siswa dalam bidang akademik.
Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber lain

Baca Juga : 

Pengertian Mega Tsunami Terbesar dalam sejarah

Pengertian Mega Tsunami Terbesar dalam sejarah

Pengertian Mega Tsunami Terbesar dalam sejarah

Pengertian Mega Tsunami Terbesar dalam sejarah
Pengertian Mega Tsunami Terbesar dalam sejarah

Mega-tsunami adalah

Istilah untuk menggambarkan tsunami dengan amplitudo gelombang lebih besar dari tsunami biasanya.tinggi gelombang Mega-tsunami bisa mencapai puluhan, ratusan, atau mungkin ribuan meter dan  mampu menyeberangi lautan dan memorak-porandakan sebuah pulau besar bahkan benua.

Umumnya, tsunami disebabkan oleh gempa bumi

Di dekat pantai atau di bawah air. Tsunami normal biasanya berasal dari gempa bumi lepas pantai, tanah longsor bawah laut dan aktivitas gunung berapi bawah laut. Gempa bumi besar bawah laut dapat menggeser dasar laut dan membuatnya naik atau turun  dan yang menghasilkan tsunami  dengan sekala kecil dan sedang, tapi tidak terlalu jauh lebih besar dari mega tsunami yang memungkinkan untuk menenggelamkan sebuah pulau. karena umumnya Gempa bumi bawah laut umumnya tidak menghasilkan tsunami yang sedemikian besar, kecuali jika gempa ini juga menghasilkan longsor bawah laut.

Megatsunami terakhir yang melanda wilayah

Berpenduduk diduga terjadi sekitar 4000 tahun yang lalu. Menurut para ahli geologi, megatsunami biasanya disebabkan oleh tanah longsor yang sangat besar, seperti runtuhnya sebuah pulau ke laut atau samudra, letusan gunung berapi besar contohnya Gunung Krakatau, atau tumbukan sebuah meteor besar di dalam laut.

Tsunami yang terjadi di Banda Aceh akhir tahun 2004 hampir dapat dikategorikan megatsunami karena jumlah korban jiwa yang sangat besar yaitu sekitar lebih dari 250.000 orang. dan gelombangnya bisa mencapai negara-negara sekitar Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka dan Bangladesh.

 

Acaman dan potensi bahaya Mega Tsunami

– Jumlah korban jiwa yang sangat besar
– Berpotensi untuk menenggelamkan suatu pulau
– Kerusakan dan Kerugian properti harta benda yang besar
– mengancam Punahnya suatu kehidupan

 

Mega tsunami yang tercatat dalam sejarah

– Tahun 1958. Longsor besar menyebabkan tsunami setinggi 524 meter di teluk Lituya. Tsunami tertinggi dalam sejarah manusia.
– Tahun 1792. Letusan gunung Aso di Jepang menyebabkan bagian gunungnya jatuh ke laut. Menyebabkan tsunami setinggi 100 meter.
– Tahun 1980. Letusan gunung St. Helens di Amerika Serikat, menyebabkan longsor. Lalu membuat Tsunami setinggi 260 meter.
– Tahun 1963. Longsor diatas bendungan Vajont menyebabkan tsunami setinggi 250 meter dan membunuh sekitar 2000 orang.

Beberapa para ahli berpendapat Mega tsunami terdahsyat pernah terjadi pada masa prasejarah, menurut penelitian ilmiah yang mendukung tiori dugaan sebagai berikut :

Sekitar 35 juta tahun yang lalu. Tumbukan meteorit di teluk Chesepeake, menyebabkan megatsunami yang berulang- ulang.

Dan diperkirakan sekitar 65 juta tahun lalu. Saat tumbukan meteorit yang membentuk kawah Chicxulub, menyebabkan tsunami setinggi 3 kilometer. Cukup tinggi untuk menenggelamkan pulau yang juga juga dijuluki sebagai Ibu dari

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Guru Harus Beri Siswa Wawasan Baru

Guru Harus Beri Siswa Wawasan Baru

Guru Harus Beri Siswa Wawasan Baru

 

Guru Harus Beri Siswa Wawasan Baru

Guru harus mampu berikan wawasan baru pada siswa

Wawasan yang yang bukan bersifat koginitif, namun wawasan tentang pendidikan karakter serta pemberian sudut pandang baru bagi siswa dalam memandang kehidupan.

“Guru jangan hanya menyampaikan disiplin ilmu yang mereka kuasai, namun juga harus ajarkan pendidikan seperti moral, keagamaan, sosial dan kemasyarakatan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman 06, Kota Bandung, Senin (4/1/2019).

Wagub mengatakan

penguasaan siswa di ranah kognitif tak lagi cukup untuk menciptakan generasi yang cemerlang saat ini. “Pintar itu penting, jadi rangking satu itu bagus, namun pendidikan moral dan akhlaq juga sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Selain itu, Wagub juga meminta para tenaga pendidik agar memberi pandangan baru tentang kehidupan kepada siswa, agar memiliki orientasi masa depan yang lebih luas.

Wagub mencontohkan

tujuan siswa sekolah kebanyakan hanya berorientasi pada kepemilikaan ijazah guna kebutuhan di dunia kerja nanti, sedangkan fungsi sekolah bukan hanya untuk mendapatkan ijazah, namun jadi tempat perkembangan kompetensi siswa. “Cita-cita akan berubah oleh lingkungan,”tambahnya.

Dalam kunjungannya tersebut

Wagub sambut oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam, Kepala Bidang Pengembangaan Sekolah Menengah Atas, Yesa Sarwedi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Dodin R. Nuryadin, Kepala Bidang Keguruan dan Tenaga Kependidikan, Asep Suhanggan, serta seluruh pejabat Disdik Jabar lainnya.

 

Artikel Terkait:

Kemendikbud Jalin Kerjasama dengan Polandia Mengenai Pendidikan dan Seni

Kemendikbud Jalin Kerjasama dengan Polandia Mengenai Pendidikan dan Seni

Kemendikbud Jalin Kerjasama dengan Polandia Mengenai Pendidikan dan Seni

 

Kemendikbud Jalin Kerjasama dengan Polandia Mengenai Pendidikan dan Seni

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia,  Siti Nugraha yang telah dilantik sejak Januari 2019. Pemerintah diwakili Kemendikbud akan menjalin kerja sama dengan Keduataan Besar Republik Indonesia untuk Polandia dalam bidang kependidikan dan kebudayaan dengan negara Polandia.

Peningkatan hubungan kerja sama yang akan dilakukan ini menjadi program penting bagi Indonesia

Terlebih lagi Polandia menjadi pintu masuk bagi masyrakat Indonesia untuk sampai ke negara-negara Eropa Timur dan Eropa Tengah.”Kemendikbud akan mengririm guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Polandia  agar berguna memanfaatkan peluang investasi di bidang pendidikan mellaui vokasi bidang pariwisata dan budaya,” ujar Muhadjir Effendy, Kantor Kemendikbud, Rabu (30/1/2019).

Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy memberikan pengarahan mengenai pendidikan vokasi dengan cara mengirim guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan dan para intstruktur. Hal ini bisa dikaitkan dengan berinvestasi diantaranya, pertukaran pelajar, penempatan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Polandia.

Atikbud di Polandia

“Selama ini yang kita ketahui Indonesia belum memiliki Atikbud di Polandia, nanti akan dipandang mana yang tidak terlalu berfungsi maka akan dialihkan ke negara-negara yang memiliki potensi yang bagus,” katanya seperti dikutip dari situs web Kemendikbud.

Menanggapi tanggapan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dubes Siti Nugraha mengatakan bahwa pendidikan vokasi bisa dikaitkan dengan investasi. Melalui pendidikan vokasi inilah, investasi dapat diserap langsung oleh para industri di Indonesia. “Keuntungan lainnya dari kerja sama tersebut Polandia menjadi negara yang mempunyai standar vokasi Uni Eropa. Kemudian biaya hidup (living cost) di Polandia cenderung lebih murah dibandingkan dengan negara Eropa Barat lainnya,” tutur Mauludiah.

Program Darmasiswa yang salah satunya akan diterapkan, dimana memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajat seni, budaya, dan bahasa Indonesia. Harapan Mendikbud berharap para alumni Darmasiswa dapat dijadikan duta-duta Indonesia untuk Polandia dalam mengenalkan semua potensi yang dimiliki Indonesia. Dimulai dari potensi destinasi investasi hingga destinasi wisata.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/

Implementasi Polstraas di Dalam Bidang Hukum

Implementasi Polstraas di Dalam Bidang Hukum

Implementasi Polstraas di Dalam Bidang Hukum

Implementasi Polstraas di Dalam Bidang Hukum
Implementasi Polstraas di Dalam Bidang Hukum

Mengembangkan budaya hokum disemua lapisan masyarakat.

b. Menata system hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu.
c. Menegakan hukum secara Konsisten.
d. Melanjutka ratifikasi konvensi internasional
e. Meningkatkan integritas moral dan profesioalitas.
f. Mewujudkan lembaga peradilan yang mendiri dan bebas dari pengruh penguas dari pihak manapun.
g. Mengembangkan peraturan perundang- undangan yang mendukung system perekonomian.
h. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah, dan terbuka.
i. Meningkatka pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan, penghormatan, serta penegakan HAM.
j. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan HAM yamg belum di tanganisecara tuntas.

Implementasi Poltranas di Bidang Ekonomi

1. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat
2. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif, yang merugikan masyarakat.
3. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang menganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif, yang dilakukan secara transparan dan diatur undang–undang.
4. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat, terutama bagi fakir miskin dan anak–anak terlantar dengan mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah.

Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global

sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komperatif sebagai negara maritim dan agraris.
6. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis.
7. Mengembangkan kebijakan fiskal dengan memperhatikan prinsip transparasi, disiplin, keadilan, efisiensi, efektivitas, untuk menambah penerimaan negara dan mengurangi ketergantungan dana dari luar negeri.
8. Mengembangkan pasar modal yang sehat, transparan, efisien, dan meningkatkan penerapan peraturan perundang– undangan sesuai dengan standar internasional dan diawasi oleh lembaga independen.
9. Mengoptimalkan penggunaan pinjaman luar negeri pemerintah untuk kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan secara transparan, efektif dan efisien.
10. Mengembangkan kebijakan industri perdagangan dan Investasi.
11. Memperdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien, produktif dan berdaya saing dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan peluang usaha yang seluas–luasnya.
12. Menata Badan Usaha Milik Negara secara efisien, transparan, profesional terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum yang bergerak dalam penyediaan fasilitas publik, indutri pertahanan dan keamanan, pengelolaan aset strategis, dan kerja kegiatan usaha lainnya yang tidak dilakukan oleh swasta dan koperasi.

13. Mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha untuk saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi, swasta dan Badan Usaha Milik Negara, serta antar usaha besar dan kecil dalam rangka memperkuat struktur ekonomi nasional.
14. Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman budaya bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau dengan memperhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur dengan undang–undang.
15. Meningkatkan penyediaan dan pemanfaatan sumber energy dan tenaga listrik yang relatif murah dan ramah lingkungan dan secara berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang–undang.

Mengembangkan kebijakan pertanahan

Untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan produktif dengan mengutamakan hak–hak rakyat setempat, termasuk hak ulayat dan masyarakat adat, serta berdasarkan tata ruang wilayah yang serasi dan seimbang.
17. Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik, termasuk transportasi, telekomunikasi, energi dan listrik, dan air bersih. guna mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil.
18. Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan Terpadu.
19. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memperhatikan kompetensi, perlindungan dan pembelaan tenaga yang dikelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja.
20. Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang berbasis sumber daya lokal.
21. Melakukan berbagai upaya terpadu untuk mempercepat proses pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan mengurangi pengangguran, yang merupakan dampak krisis ekonomi.
22. Mempercepat penyelamatan dan pemulihan ekonomi guna membangkitkan sektor riil terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi.

Menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Dengan mengurangi defisit anggaran melalui peningkatan disiplin anggaran, pengurangan susidi dan pinjaman luar negeri secara bertahap, peningkatan penerimaan pajak progresif yang adil dan jujur , serta penghematan pengeluaran.
24. Mempercepat rekapitulasi sektor perbankan dan restrukturisasi utang swasta secara transparan
25. Melaksanakan restrukturisasi aset negara, terutama asset yang berasal dari likuidasi perbankan dan perusahaan.
26. Melakukan renegoisasi dan mempercepat restrukturisasi utang luar negeri bersama–sama dengan Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, Lembaga Keuangan Internasional lainnya, dan negara donor dengan memperhatikan kemampuan bangsa dan negara, yang pelaksanaanya dilakukan secara transparan dan dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.
27. Melakukan secara proaktif negoisasi dan kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral dalam rangka meningkatkan volume dan nilai ekspor terutama dari sector industri yang berbasis sumber daya alam, serta menarik investasi finansial dan investasi asing langsung tanpa merugikan pengusaha nasional.
28. Menyehatkan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah terutama yang usahanya tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong untuk privatisasi melalui pasar modal.

Sumber : https://dosen.co.id/

Disdik Laksanakan Uji Publik PPDB Tahap 1

Disdik Laksanakan Uji Publik PPDB Tahap 1

Disdik Laksanakan Uji Publik PPDB Tahap 1

 

Disdik Laksanakan Uji Publik PPDB Tahap 1

Dinas Pendidikan Jawa Barat

Dinas Pendidikan Jawa Barat melaksanakan Uji Publik Draft Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru SMA, SMK, SMALB Tahun Ajaran 2018/2019 di Grand Hani Hotel, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin, 16 April 2018. Kegiatan uji publik PPDB  ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam.

Firman Adam mengatakan, uji publik ini dilaksanakan dalam rangka penyempurnaan teknis dari aturan PPDB

Hal ini dianggap penting, karena PPDB merupakan pelayanan dasar dan wajib yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Jawa Barat.  “Agar pelaksanaan PPDB menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Prinsipnya kita akan menampung semua masukan dalam rangka perbaikan,” ujar Fiman Adam.

Potensi calon siswa pada PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019 mencapai 846.769 siswa

Untuk menghadapi hal tersebut, Firman Adam mengatakan aturan yang nantinya terbit berupa Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB akan dibuat secara mendetail.   “Ada dua hal yang dibahas yaitu, membahas peraturan gubernur dan rancangan petunjuk teknis yang akan diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Jabar,” jelas Firman Adam.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Kepala Bidang Pendidikan Mengengah Kejuruan

Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, sesuai dengan Peraturan menteri tersebut, PPDB ada untuk mendorong para siswa agar bisa bersekolah. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi seluruh anak agar bisa sekolah.

“Kita mendorong semua siswa yang 800 ribuan tadi untuk masuk ke seluruh sekolah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Mengengah Kejuruan, Dodin Rusmin Nuryadin.

 

Artikel Terkait:

Tim Investigasi Sampaikan Hasil Evaluasi Kebocoran Soal USBN

Tim Investigasi Sampaikan Hasil Evaluasi Kebocoran Soal USBN

Tim Investigasi Sampaikan Hasil Evaluasi Kebocoran Soal USBN

 

Tim Investigasi Sampaikan Hasil Evaluasi Kebocoran Soal USBN

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII (Kota Bandung dan Cimahi)

Drs. H. Husen R. Hasan, M.Pd. menyampaikan hasil klarifikasi dan investigasi dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMA Tahun Pelajaran 2017/2018 di Gedung DPRD Jawa Barat, Jl.Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin 16 April 2018.

Kepala Kantor Cabang (KCD)

Kepala Kantor Cabang (KCD) menyampaikan bahwa tidak menemukan kebocoran soal dan kartu soal sebagaimana yang telah diberitakan saat ini. Tim Investigasi mengklarifikasi ke beberapa sekolah di Kota Bandung diataranya SMAN 20 Bandung, SMAN 16 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Bandung, dan SMAK Yahya Bandung.

Tim investigasi sempat menemukan seorang siswa SMAK Yahya Bandung yang membawa ponsel yang berisi soal-soal. Akan tetapi hal itu tidak dapat dipastikan atau tidak dapat dijadikan acuan, karena tidak ada indikasi soal USBN yang sebenarnya yang beredar.

Sekolah-sekolah tersebut juga telah dimintai hasil dari nilai USBN para siswa dan didapati nilai siwa yang tidak berdampak signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemungkinan kebocoran soal sangatlah kecil.

Standar Operasional Prosedure

Hasil evaluasi ini akan menjadi rekomendasi Standar Operasional Prosedure (SOP) yang lebih baik untuk USBN tahun depan. Rekomendasi yang dipaparkan oleh Tim Investigasi salah satunya adalah perlu tindak lanjut penelusuran pelaku utama atau sumber utama penyebab terjadinya isu kebocoran soal USBN oleh aparat penegak hukum. Agar dugaan terjadinya kebocoran soal USBN Tahun Pelajaran 2018 menjadi tuntas.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat

H. Yomanius Untung, S. Pd., mengungkapkan bahwa hikmah dari persoalan ini adalah adanya respon saling melengkapi dari setiap instansi. Serta kita perlu membangun kerjasama untuk menyatukan presepsi mengenai pendidikan.

Dinas Pendidikan Jawa Barat membuat Tim Investigasi yang diantaranya bertugas untuk mengumpulkan informasi awal tentang dugaan kebocoran soal USBN (pencarian fakta), mengklarifikasi informasi kepada lembaga atau personil, mengidentifikasi dugaan titik kebocoran soal USBN, dan menyusun laporan dan menyampaikan rekomendasi.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Jourdan Dunn Menjaga Profesionalisme Seorang Model

Jourdan Dunn Menjaga Profesionalisme Seorang Model

Jourdan Dunn Menjaga Profesionalisme Seorang Model

 

Jourdan Dunn Menjaga Profesionalisme Seorang Model

JOURDAN DUNN

JOURDAN DUNN adalah model kulit hitam asal Inggris yang telah memiliki banyak prestasi. Meskipun ia memiliki anak di usia muda, Dunn tetap profesional menjadi model.Perempuan bernama lengkap Jourdan Sherise Dunn ini lahir pada 3 Agustus 1990 di Brent, London, Inggris. Dia dibesarkan di Greenford oleh ibunya yang bekerja sebagai resepsionis.

Dia memiliki dua adik laki-laki, Antoine dan Kain

Dia bersekolah di Elthorne Park High School di Hanwell. “Saya memiliki keturunan dari Jamaika, Grenadian, dan Suriah,” ujar Dunn, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Dunn menuturkan bahwa kehidupan remajanya diwarnai aksi bullying karena kulitnya yang gelap, badannya yang kurus dan tinggi. Ia pernah berada pada satu masa ketika menjalani home schooling karena takut pergi ke sekolah.

Saya tak ingin menatap cermin

Saya benci menjadi diri saya,” tutur Dunn. Kehidupannya mulai berubah ketika awal 2006, saat usia 15 tahun, dia ditemukan oleh seorang agen dari Storm Model Management. Ketika itu dia menemani seorang teman di London Primark.

Tak lama kemudian, dia menandatangani kontrak dengan Storm Model Management di London

Dia mulai muncul di peragaan busana internasional pada awal 2007. Saat itu dia menjadi model untuk label Marc Jacobs dan Polo Ralph Lauren.

Pada Februari 2008 ia adalah model kulit hitam pertama yang berjalan di peragaan busana Prada. Di awal kariernya Dunn sudah tampil di sampul majalah British Vogue sebagai “Rising Star”.

Situs Style.com mendaftarkannya sebagai salah satu dari 10 pendatang baru teratas. Dia juga berjalan di 75 pertunjukan selama peragaan busana Spring/Summer 2008, termasuk Louis Vuitton dan Valentino.

Pada Juli 2008 Steven Meisel memilih Dunn untuk tampil di sampul edisi Vogue Italia yang sepenuhnya dikhususkan untuk model kulit hitam. Pada usia 18 tahun, ketika kariernya tengah menanjak, Dunn dikabarkan hamil. Kala itu, Dunn menjalin hubungan dengan Jordan Cummings.

Dia terus menjadi model sampai dia hamil enam bulan dan tidak bisa masuk ke dalam pakaian apa pun. Perutnya yang semakin membesar tak dapat dia tutupi lagi ketika menjadi model di peragaan busana Jean Paul Gaultier.

Dunn kemudian melahirkan putranya

Riley, pada bulan Desember 2009. Dia pun kembali ke peragaan busana hanya 10 minggu setelah melahirkan. Dia mengawali debut setelah melahirkan dengan menjadi model di London Fashion Week Fall/Winter 2010 .

Untuk kembali bekerja begitu cepat, dia mengatakan motivasinya adalah putranya. “Lebih dari segalanya, memiliki seorang putra telah membuat saya sadar bahwa saya harus bekerja keras. Saya pikir putra saya mendorong saya ke arah yang benar,” ujar Dunn.

Dunn menuturkan, menjadi model sekaligus menjadi ibu cukup sulit baginya. Namun, dengan bantuan sang ibu, Dunn mampu melanjutkan kariernya dan mengasuh putranya. “Ibu saya luar biasa, dia suka merawat Riley di London saat saya di luar negeri,” kata Dunn.

Meski sudah memiliki anak, Dunn tetap berkarier secara profesional di industri modeling. Dia tampil sebagi model sampul majalah Vogue Amerika, Vogue Inggris, Vogue Turki, Vogue Jepang, Vogue Brasil, dan Teen Vogue .

Wajah cantik dan kulit eksotisnya juga tampil di W Magazine, Glamour Magazine UK, Elle (Prancis, Inggris, Afrika Selatan, Jepang, Brasil), Wonderland, Manifesto , majalah mode Kanada, Madame Figaro, Pop, Russh, dan Muse .

Tak hanya sebagai model peragaan busana dan model sampul majalah

Dunn juga kerap menjadi model iklan. Dia telah menjadi model iklan untuk Ann Taylor, Burberry, Balmain, Calvin Klein, Yves Saint Laurent, DKNY, Michael Kors, John Galliano, Victoria Secrets, dan Tommy Hilfiger.

Dia pun menjadi model iklan Topshop, Kate Spade, Express, Jaeger, Rag & Bone, Gap, Aldo, Shiatzy Chen, Benetton, H&M, Republik Pisang, Zalando, Orang Bebas, Selfridges, Neiman Marcus, dan merupakan brand ambassador koleksi Rihanna untuk River Island.

Dunn sudah mencatatkan namanya sebagai juara di banyak nominasi model, mulai dari Model of The Year di British Fashion Awards , sampai yang terakhir sebagai Style influencer of The Year. Pada 2017 hingga 2018 Dunn juga masuk daftar 30 Under 30 yang dikeluarkan Forbes.

 

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Menjadi Guru Inspiratif Indikator Majunya Sebuah Negara

Menjadi Guru Inspiratif Indikator Majunya Sebuah Negara

Menjadi Guru Inspiratif Indikator Majunya Sebuah Negara

 

Menjadi Guru Inspiratif Indikator Majunya Sebuah Negara

Pendidikan adalah salah satu indikator majunya sebuah negara

Dan kemajuan pendidikan tak bisa lepas dari sumber daya manusia yang ada didalamnya. Menengok Finlandia, Jepang dan Singapura yang pembangunnya berhasil, tak lepas dari fokus pembenahan di bidang pendidikan, baik dari sarana-prasarana, kurikulum serta kualitas pendidik atau guru.

Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Liek Wilardjo, dalam opininya yang berjudul ‘Guru Idola’ menilai, seorang siswa akan menemukan ketekunan dan berkembang pesat, bahkan bisa ‘melebihi’ gurunya dalam pembelajaran jika mereka menemukan guru yang menjadi panutan. Dan berhasilan Liek menjadi Guru Besar bidang Fisika dan Matematika tak lepas dari peran guru Matematikanya saat ia duduk di bangku SMA.

Beliau memerlakukan muridnya dengan ramah dan tanpa pilih kasih

Semua Matematika SMA beliau kuasai dan ajarkan kepada kami dengan jelas. Semua materi dengan beliau terasa gampang, sebab penjelasannya runtut dan gamblang,” kata Liek menuliskan.

Yang paling menginsipirasi bagi Liek, adalah kejernihan penalaran yang gurunya lakukan. Ia memberi ruang pada muridnya untuk berkreasi dalam pengerjaan soal. Tidak mengurung siswa untuk mematuhi rumus yang ia paparkan, bahkan memberi nilai bonus bagi siswa yang mengerjakan dengan cara yang lebih ringkas dan jelas. Dengan seperti itu, Liek mengerti cara gurunya menghargai keagungan Matematika. “Dan sistem nilai bonus membuat kami lebih kompetetif dan diberi kesempatan untuk menunjukan kejernihan penalaran terbuka lebar sebab semua pertanyaan berjenis essay (uraian),” ujar Liek.

Dari uraian Lulusan Michigan State University

Amerika Serikat itu bisa disimpulkan, penguasan, metode dan penyampaian materi pembelajaran menjadi kunci agar siswa mampu selain pintar, juga menjadikan gurunya sebagai panutan.

Penguasaan materi belajar serta penggunaan metode yang tepat dalam mengajar, dimata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komarudin Hidayat, juga menjadi indikator untuk menjadi guru yang menginspirasi. Dalam tulisannya yang berjudul “Guru yang menginspirasi”, ia memaparkan empat ciri-ciri guru yang bisa memberi insiprasi kepada siswanya.

Pertama, mereka menguasai materi yang hendak diajarkan

Kedua, pandai memilih metode yang tepat agar mudah dipahami siswa serta tidak menjemukan. Ketiga, membangkitkan imajinasi dan motivasi siswa untuk berani bermimpi tentang masa depan. Keempat, mengajar dengan cinta.

Selain itu, Liek Wilardjo, pengertian “guru panutan” tak melulu guru yang mengajar dikelas. Guru juga mentor tanpa pengampu mata pelajaran di sekolah atau dosen yang tidak mengampu mata kuliah. Namun, ia kita kagumi, kita idolakan dan kehebatannya mengilhami dan menyemangati kita.

Liek, yang juga dosen IAIN Wali Songo ini memetik kisah pewayangan di dunia Mahabrata, yang mengguratkan makna pentingnya memiliki guru panutan. Adalah kisah Palgunadi alias Prabu Ekalawaya yang ingin sekali berguru kepada Bengawan Durna. Namun, keinginannya tidak kesampaian sehingga sebab Resi Durna sudah mempunyai murid hebat yang sangat disayangi, yakni Arjuna.

Maka, Palgunadi membuat patung seperti Resi Durna

Diangkat sebagai gurunya. Dia dengan tekun dan bersungguh-sungguh berlatih seni memanah, seolah-olah ditunggui Durna.

Berkat kesungguhan berlatih serta iman yang kuat, ia direstua “guru”-nya. Kehebatan Palgunadi melampiawaian Arjuna dalam seni Jemparingan! Begitu pula dalam pukul-memukul, berbaku-banting, dan beradu keris. Durna juga dianggap mentor Palgunadi meski tak pernah sekalipun Durna mengajari Palgunadi secara langsung. Sosok guru seperti inilah, yang akan memupuk semangat dan motivasi belajar siswa secara sadar. Selain mampu menyampaikan materi dan metode pembelajaran yang tepat.

 

Artikel Terkait: