Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer
Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperluas pelaksanaan ujian

berbasis komputer baik untuk ujian nasional UN maupun ujian sekolah berstandar nasional USBN. Penyelenggaraan UN berlangsung pada bulan April hingga Mei 2017.

Jadwal ujian untuk SMK/MAK akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tanggal 3 sampai dengan 6 April 2017. Untuk SMA/MA, pada tanggal 10 sampai dengan 13 April 2017. Untuk UN akan dilaksanakan menjadi dua gelombang sebagai solusi untuk masalah kurangnya fasilitas komputer.

Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah dengan kapasitas total 2.188.947 siswa

siap menjadi tempat pelaksanaan ujian berbasis komputer. Jadwal UN SMK/MAK, SMA/MA, dan SMP/MTs yang berbeda-beda, komputer dapat digunakan secara bergantian. Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.

“Sekolah atau madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan memiliki server dapat ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), ”ujar Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, ujian berbasis komputer dilaksanakan

untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan pelaksanaan ujian nasional.

“Masing-masing dinas laporkan (data jumlah komputer) kepada kami. Untuk solusi, misalnya bisa meminjam komputer dari lembaga kursus komputer di daerahnya, atau bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat,” ujar Mendikbud.

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Hamid Muhammad berpesan agar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota segera menetapkan sekolah-sekolah penyelenggara UNBK dan merancang pengindukan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai untuk UNBK

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Pro Kontra Kebijakan Kampus Merdeka, Posisi Dosen Lemah

Pro Kontra Kebijakan Kampus Merdeka, Posisi Dosen Lemah

Pro Kontra Kebijakan Kampus Merdeka, Posisi Dosen Lemah

Pro Kontra Kebijakan Kampus Merdeka, Posisi Dosen Lemah
Pro Kontra Kebijakan Kampus Merdeka, Posisi Dosen Lemah

Kebijakan Kampus Merdeka yang dirumuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

Nadiem Anwar Makarim kian menuai pro kontra.

Kebijakan yang jadi polemik itu mulai soal pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, dan fasilitas perguruan tinggi yang statusnya masih PTN Badan Layanan Umum dan Satker untuk mencapai PTN-BH. Terakhir, yang paling gencar disoal, tak lain poin soal hak belajar tiga semester di luar program studi mahasiswa.
“Tidak ada kebijakan insentif bagi dosen sebagai implementor lapangan. Ketika mahasiswa diberi ruang untuk mengambil lintas prodi dan magang, tetapi dosen tidak punya insentif kum besar bagi yang aktif di kegiatan pengabdian masyarakat,” ujar pengamat pendidikan yang juga dosen UGM Muhammad Nur Rizal ditemui awak media di sela workshop bersama ratusan guru dari 44 sekolah di Ngaglik Sleman Jumat (31/1/2020).

Rizal memisalkan, dosen yang memiliki kerja nyata hingga produk ilmiahnya mampu menggerakkan

perubahan besar di masyarakat, tidak diberi ruang konversi signifikan untuk meniti karir profesorship.

Bahkan dosen yang mampu mengembangkan metode pembelajaran berbasis complex problem solving atau meningkatkan skill-skill sosial, empati, creativity, kolaborasi, tidak diberi angka kredit tinggi setara dengan jurnal ilmiah.
“Kondisi ini berakibat pada kultur kampus merdeka tidak terbangun secara holistik karena yang diuntungkan baru mahasiswa dan institusi kampus itu, dimana hanya menguntungkan pihak pengelola/pejabat kampus saja,” ujar dosen yang juga pendiri organisasi non profit Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) itu.
Rizal pun menyoroti perlunya instrumen solid dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan supervisi, fasilitasi bahkan menerapkan insentif/punishment bagi kampus yang enggan berubah.

“Jadi program kampus merdeka tidak sekedar ‘sent’ melainkan dipastikan ‘delivered’,

” ujarnya.
Menurutnya, banyak kampus yang bertransformasi dari satker dan BLU menjadi PTN BH serta membuka prodi baru yang dibutuhkan dunia industri dengan semakin menurunnya angka pengangguran sarjana baik vertikal dan horizontal
Selain itu menurutnya payung hukum masih setingkat peraturan menteri untuk kebijakan Kampus Merdeka itu berakibat pada lemahnya sustainabilitas transformasi kampus karena jika berganti mentri sangat mungkin berganti kebijakan.
“Perlu gerak cepat bagi Kemdikbud untuk membicarakan kebijakan ini menjadi UU agar efektif dan efisien diseminasinya,” katanya.
Rizal menilai, ada pula sejumlah sisi positif dari kebijakan Kampus Merdeka itu. Sehingga patut diapresiasi.

 

Baca Juga :

Yayasan Raudhatul Mustariyah Gelar Smart Parenting

Yayasan Raudhatul Mustariyah Gelar Smart Parenting

Yayasan Raudhatul Mustariyah Gelar Smart Parenting

Yayasan Raudhatul Mustariyah Gelar Smart Parenting
Yayasan Raudhatul Mustariyah Gelar Smart Parenting

Yayasan Raudhatul Mustariyah menggelar Smart Parenting.

Acara yang berlangsung di aula yayasan setempat itu berlangsung sangat meriah dan sukses.

Acara tersebut diikuti oleh ratusan wali murid dari KB, TK, dan MIT Raudhatul Mustariyah. Mereka tampak begitu semangat dan antusias mendengarkan materi yang diberikan oleh narasumber yaitu Ratih Nia Pangastuti.

“Pengasuhan positif diperlukan untuk mendidik di usia dini.

Karena mendidik itu tak bisa dilakukan secara sembarangan,” ungkap wanita berhijab tersebut.
Menurutnya, mendidik dengan pengasuhan positif berupa kasih sayang dan perilaku yang hangat akan menjadi lebih efektif diterapkan kepada anak.
“Dan pengasuhan positif itu dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Sebab anak itu apa yang dia lihat, dia dengar. Maka itu yang akan ditirunya,” tandasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perlu orang tua yang hebat untuk menjadikan anak-anak yang hebat.

“Setiap anak itu hebat, hanya saja tinggal orang tua yang mengarahkan.

Karena kalau anaknya hebat orang tua juga pastinya hebat pula,” tegasnya.
smart2.jpg
Dalam acara yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam 1,5 tersebut, peserta tidak hanya diberi materi semata. Melainkan juga diberi game ice breaking agar tidak terlalu jenuh mendengarkan materi yang diberikan oleh narasumber.
“Tujuan digelarnya acara ini adalah untuk menjalin komunikasi antara anak dan orang tua dengan tema anak hebat orang tua hebat,” ujar Neng Ummu Salamah, Kepala TK Yayasan Raudhatul Mustariyah sekaligus Ketua Panitia Acara.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

4 Sekolah di Merauke yang Disegel Warga Akhirnya Dibuka

4 Sekolah di Merauke yang Disegel Warga Akhirnya Dibuka

4 Sekolah di Merauke yang Disegel Warga Akhirnya Dibuka

4 Sekolah di Merauke yang Disegel Warga Akhirnya Dibuka
4 Sekolah di Merauke yang Disegel Warga Akhirnya Dibuka

Wakapolres Merauke, Kompol Y.S.Kadang memimpin pembukaan palang di 4 sekolah YPPK

dan Kantor YPPK di Merauke yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

Pemalangan dilakukan di STK YPPK Santo Yakubus, SMP YPPK Santo Mikael

, SD YPPK Mikael, STM YPPK Santo Antonius dan Kantor YPPK (PSW) Merauke, Selasa (28/1) pagi tadi.
Kompol YS Kadang menyebutkan akibat pemalangan, aktivitas belajar mengajar terhenti. Warga yang melakukan pemalangan menuntut pembayaran hak ulayat tanah.
Usai dilakukan pembukaan pada Selasa (28/1), sekitar pukul 07.45 WIT, kepolisian setempat menjamin proses belajar mengajar dilanjutkan kembali.

“Jangan takut untuk kembali aktivitas di sekolah. Silahkan dilakukan seperti biasanya.

Ini fasilitas publik, jika ada masalah, mari kita rundingkan dengan baik, tidak perlu dengan cara palang memalang,” jelasnya.
Kompok YS Kadang meminta warga yang melakukan pemalang tidak melakukan tindakan yang melawan hukum, serta tidak menghalangi proses belajar mengajar dan menganggu ketertiban umum.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA

MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA

MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA

MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1) Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2) Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3) Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4) Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5) Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6) Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7) Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8) Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Baca Juga : 

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
  1. Pertumbuhan Individu
  2. Pengertian Individu

Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayahibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.

Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

  1. Pengertian Pertumbuhan

Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.

Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.

Untuk selanjutnya timbul beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagai aliran yaitu asosiasi, aliran psichologi Geshalt dan aliran Sosiologi.

Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.

Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologis Geshalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dari aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Jadi menurut proses ini pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

Kemudian kita mengenal konsepsi aliran sosiologi dimana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Dalam membahas pertumbuhan itu ada macam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :

1)        Pendirian Nativistik

Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi pelukis. Tetapi hal ini akan menimbulkan keragu-raguan apakah kesamaan yang ada antara orang tua dan anaknya benar-benar disebabkan oleh pembawaan sejak lahir karena adanya fasilitas-fasilitas atau hal-hal lain yang dapat memberikan dorongan ke arah kemajuannya.

2)        Pendirian Empiristik dan Environmentalistik

Pendirian ini berlawanan dengan pendapat navistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.

Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan. Pendirian semacam ini biasa disebut pendirian yang environmentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari tahap empirisme.

3)        Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme

Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.

  1. Fungsi Keluarga
  2. Pengertian Fungsi Keluarga

Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUKPENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN, MASYARAKAT, DAPENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAANN KEBUDAYAAN

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAPENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAANN KEBUDAYAAN
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah 3 hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayahgeografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat menurut R. Linton adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena adanya penduduk. Sedangkan budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

1. Perkembangan Penduduk Dunia
Pada zaman sekarang ini semakin pesat pertambahan penduduk, pertambahan penduduk ini sangat berpengaruh kepada sosial ekonomi suatu negara bahkan berdampak kepada dunia internasional. Perkembangan penduduk yang tidak disertai dengan fasilitas negara yang tidak cukup akan mengakibatkan banyak pengangguran, kesenjangan sosial dan banyak masa depan generasi muda yang tidak cerah.

Tabel Perkembangan Penduduk Dunia

2. Penggandaan Penduduk Dunia
Berdasarkan tabel Perkembangan Penduduk Dunia diatas, dapat disimpulkan dari tahun ke tahun perkembangan penduduk dunia relatif cepat dan tetap yaitu kurang lebih 2 %. Akibat dari perkembangan penduduk yang semakin cepat maka penggandaan penduduk (double population) semakin cepat. Seperti tabel berikut ini:

Dari tabel diatas dapat diambil bahwa dari tahun 1830-1930 pada kurun waktu 100 tahun mengalami penggandaan penduduk, sedangkan dari tahun 1930-1975 pada kurun waktu hanya 45 tahun telah mengalami penggandaan. Ini menunjukkan bahwa penggandaan semakin cepat berlangsung.

3. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Perkembangan Sosial
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
a. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
b. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
c. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
d. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat. dsb.

4. Hubungan Antar Masalah Penduduk Dengan Perkembangan Kebudayaan
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap. Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh tiga komponen yaitu: fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Sumber : https://profilesinterror.com/

Cek di Sini Nama-nama Peserta yang Lulus SBMPTN 2019

Cek di Sini Nama-nama Peserta yang Lulus SBMPTN 2019

Cek di Sini Nama-nama Peserta yang Lulus SBMPTN 2019

Cek di Sini Nama-nama Peserta yang Lulus SBMPTN 2019
Cek di Sini Nama-nama Peserta yang Lulus SBMPTN 2019

Pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri

(SBMPTN) 2019 telah dibuka secara serentak Selasa (9/7/2019) sore ini.

SBMPTN 2019 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN.

UTBK diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi

(LTMPT).

Pendaftaran sejak 10 Juni. Pendaftaran SBMPTN 2019 dibuka pada 10-24 Juni 2019.

Kuota SBMPTN 2019 sebesar 40% dari daya tampung PTN. Berdasarkan data dari LTMPT, pendaftar SBMPTN per 25 Juni 2019 sebanyak 714.652 orang.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

(Kemenristekdikti) menyatakan sebanyak 168.742 peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.

Menristekdikti M Nasir menjelaskan peserta yang dinyatakan lulus terdiri dari 119.777 peserta non bidikmisi dan 48.965 peserta pemohon bidikmisi. Nasir meminta peserta yang tidak lolos agar tidak putus asa.

 

Baca Juga :

Libatkan Orang Tua Bahas SPP

Libatkan Orang Tua Bahas SPP

Libatkan Orang Tua Bahas SPP

Libatkan Orang Tua Bahas SPP
Libatkan Orang Tua Bahas SPP

Sekolah negeri dan swasta di Kota Bekasi melibatkan orang tua murid dalam membahas besaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Wakil Kepala Sekolah SMKN 7 Kota Bekasi bidang Kurikulum, Heri Purnomo, mengatakan sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan besaran SPP. Penetapan besaran harus didiskusikan bersama dengan orang tua murid.

Namun hingga kini, pihaknya belum melakukan pertemuan dengan para orang tua murid

untuk membahas biaya SPP. ”Kami belum adakan rapat untuk orang tua murid, tapi kami sudah rencanakan minggu-minggu ini,” ujar Heri, kepada Radar Bekasi, Rabu (17/7).

Pelibatan orang tua murid dalam menentukan besaran SPP penting dilakukan agar tidak membebani mereka. Dengan pertemuan, orang tua murid juga dapat mengetahui penggunaan dana mereka untuk sekolah.

”Ini kita buat kesepakatan antar orang tua murid, biar tidak saling keberatan

atas keputusan nantinya,” katanya.

Namun pada tahun lalu, biaya SPP di SMKN 17 Kota Bekasi diketahui sebesar Rp230 ribu setiap bulannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMK Bistek, Heri Riswanto, mengaku sekolahnya sudah menetapkan biaya SPP melalui kesepakatan orang tua murid.

”Kami sudah tetapkan dana SPP, masing-masing bagi siswa kelas 10,11 dan 12,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar Bekasi, SPP kelas 10 dan 11 sebesar Rp250 ribu

setiap bulannya. Kemudian kelas 12, lebih rendah sebesar Rp225 ribu setiap bulannya.
Heri menyatakan, besaran SPP tahun ini tidak ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. ”Dana tersebut kami sesuaikan dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Dan itu sudah mendapatkan kesepakatan dari pihak sekolah,” tegasnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri

Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri

Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri

Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri
Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri

Sekolah Luar Biasa (SLB) Raisya Puri menghelat pentas seni drama musikal. Selain untuk

pengembangan bakat dan minat serta kreatifitas, kegiatan ini juga sebagai ajang melatih siswa agar lebih percaya diri dengan keterbasasan yang mereka miliki.

Sebanyak 65 siswa jenjang TK dan SD dari sekolah tersebut, unjuk kebolehan dalam drama musikal berjudul ’Kisah Dua Pemburu dan Penjaga Hutan’ di panggung lantai dasar Blu Plaza, Sabtu (20/7) akhir pekan lalu. Para penonton yang terdiri dari guru, orang tua, serta pengunjung mall terpukau dengan aksi mereka.

Kepala Sekolah SLB Raisya Puri, Ade Sukarah, mengatakan keterbatasan fisik

bukanlah suatu halangan siswanya untuk menunjukan bakat yang dimiliki. Lewat drama musikal, siswa diharapkan bisa lebih percaya diri dihadapan banyak orang.

”Ini adalah upaya kami agar siswa mampu berinteraksi oleh teman dan banyak orang di sekelilingnya,” ujar Ade, disela kegiatan berlangsung.

Pentas seni drama musikal dikemas dalam bentuk literasi untuk membiasakan anak agar gemar membaca. Dengan membaca, siswa akan mampu memahami isinya.

Pertunjukan ini juga dibaurkan dalam Program Khusus Untuk Tuna Rungu

(PKPBI) dengan menggunakan alat tambur sebagai tanda-tanda pergerakan masuk.

Diakuinya, naskah berjudul ’Kisah Dua Pemburu dan Penjaga Hutan’ ditulis oleh dirinya. Sebelum tampil, para siswa mengikuti latihan dari para guru.

”Naskahnya saya yang buat dan untuk pelatihannya sendiri saya pecah guru-guru untuk melatih anak-anak dengan tariannya masing-masing atau dengan perannya masing-masing,” tuturnya.

SLB Raisya Puri merupakan lembaga pendidikan yang hanya menerima siswa berkebutuhan khusus seperti tuna rungu. Ajang ini juga untuk melatih syarat pendengaran,

 

Sumber :

https://ruangseni.com/