Pinjaman dari anggota

Pinjaman dari anggota

Pinjaman dari anggota

Pinjaman yang bersal dari anggota koperasi dapat disamakan dengan simpanan sukarela anggota kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil darui nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan masing-masing anggota. Sebaliknya dalam pinjaman koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dari uang yang berasal dari anggota; sedangkan besar kecil pinjaman tergantung dari kesanggupan anggota dan kebutuhan modal yang diperlukan oleh koperasi. Pinjaman yang diperoleh dari anggota ini bukan merupakan modal sendiri dan wajib dikembalikan kepada anggota bersangkutan sebagaimana layaknya pinjaman atau utang.

  • Pinjaman dari koperasi lain

Pada dasarnya diawali dengan adanya kerjasama yang dibuat oleh sesame bandan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal. Bentuk dan lingkup kerjasama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam lingkup yang sempit, tergantung dari kebutuham modal yang diperlukan.

  • Pinjaman dari Lembaga Keuangan

Untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan (baik lembaga bank maupun non bank), ada persyaratan-persyaratan komersial bisnis perbankan yang harus dipenuhi oleh koperasi namun di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, pinjaman komersial dari lembaga keuangan utuk badan usaha koperasi mendapat prioritas dalam persyaratan.

  • Obligasi dan Surat Utang

Untuk menambah modal, koperasi dapat menjual obligasi atau surat utang kepada masyarakat investor, maksudnya untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi. Mengenai persyaratan-persyaratan untuk menjual obligasi dan surat utang diatur dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.

  • Sumber keuangan lain

Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana yang tidak sah, dapat dijadikan tempat untuk meminjam modal. Sumber-sumber yang mempunyai dana tersebut misalnya lembaga-lembaga yang dibentuk untuk memupuk dana diluar lembaga keuangan; asuransi, dana pensiun, dan lain-lain.

Pos-pos Terbaru

Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak

Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak

Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak

Untuk  memperkuat ketentuan  ini,  sebuah Protokol Pilihan  bagi  Konvensi  mengenai  pengunaan anak-anak dalam kon  k bersenjata disahkan pada tahun 2000 dalam upaya untuk memungkinkan negara-negara anggota  membuka  komitmen  yang  lebih besar  terhadap  perlindungan  anak dari keikutsertaan  mereka  dalam  kon  ik  bersenjata  dan  perekrutan  ke  dalam  angkatan  bersenjata.

Protokol tersebut mulai berlaku pada tahun 2002, dan sebagian menentukan bahwa:

  • Rekrutmen mereka yang berusia dibawah 18 tahun harus benar-benar bersifat suka rela.
  • Kelompok-kelompok  bersenjata  non-pemerintah  sama  sekali  tidak boleh  merekrut  mereka yang berusia di bawah 18 tahun atau menggunakan mereka dalam pertikaian.
  • Negara-negara  anggota  harus memberikan  kepada anak-anak yang  sudah  ikut  serta  dalam konflik  bersenjata,  dalam  pelanggaran  konvensi  atau  Protokol,  rehabilitasi  psikologis  dan  pengembalian mereka kepada masyarakat.

Dalam  Perserikatan  Bangsa-Bangsa,  Dewan  Keamanan  dan  Sekertaris  Jenderal  telah menempatkan masalah perlindungan anak dalam keadaan kon  ik bersenjata secara tegas dalam agenda keamanan dan perdamaian. Resolusi  Dewan  Keamanan no.  1261 (1999)  dan no. 1314 2000) membuat rekmendasi bahwa, bila dipandang perlu, seorang penasehat perlindungan anak (Child Protection  Adviser –  CPA) dipekerjakan  oleh Perserikatan  Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari operasi  penjagaan  perdamaian. CPA ini membantu Perwakilan Khusus Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (sebagai pimpinan operasi penjagaan perdamaian atau operasi untuk mendukung upaya perdamaian) untuk menjamin hak-hak, perlindungan, dan kesejahteraan anak menjadi prioritas selama proses penjagaan perdamaian berjalan.

Penasehat perlindungan anak pertama kali diterjunkan di Republik Demokrasi Kongo pada tahun 1999,  kemudian di  Sierra  Leone pada  tahun 2000.  Semenjak  itu,  Unit-unit  Perlindungan Anak telah disertakan dalam Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokrasi Kongo (MONUC) dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa  di Sierra Leone (UNAMSIL). CPA lainnya  diterjunkan dan disetujui untuk Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Angola (UNMA), dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Pantai Gading (MINUCI) dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Liberia (UNMIL).

Konvensi Hak-hak Anak

Pasal 38 Konvensi tersebut menyatakan bahwa: Negara-negara anggota berupaya menghormati dan  menjamin  pernghormatan  terhadap  aturan-aturan  hukum  humaniter  internasional  yang berlaku bagi mereka dalam konflik bersenjata yang relevan dengan perlindungan anak.  Pasal itu menambahkan  bahwa “(sesuai  dengan  kewajiban mereka dalam  hukum humaniter internasioal untuk melindungi warga sipil dalam konfliik bersenjata, negara-negara anggota harus mengambil langkah-langkah yang  dipandang perlu  untuk menjamin perlindungan dan perawatan  anak  yang menjadi korban konflik bersenjata.”

Sumber :

https://mlwcards.com/xiaomi-kalahkan-apple-untuk-penjualan-wearable/

Rumus matematika mengenai perhitungan campuran

rumus matematika

Rumus matematika mengenai perhitungan campuran

rumus matematika

 

Di dalam perhitungan campuran, operasi yang terletak dalam kurung () harus didahulukan. Seperti pada contoh:

3 + (4 x 10) = 3 + 40 = 43
5 x (12 + 3) = 5 + 15 = 20

Di dalam perhitungan, penjumlahan (+) dan pengurangan (-) dianggap seimbang/sama berpengaruh sehingga di dalam perhitungannya tetap dimulai dari kiri menuju kanan, contohnya:

5 – 2 + 6 + 17 = 26
7 + 3 – 5 + 20 = 25

Di dalam operasi perhitungan, kedudukan pembagian (:) dan perkalian (x) juga sama berpengaruh sehingga perhitungannya dimulai dari kiri, seperti:

35 : 5 x 7 = 7 x 7 = 49
6 x 4 : 8 = 24 : 8 = 3

Kedudukan perkalian (x) dan pembagian (:) dianggap lebih berpengaruh daripada penjumlahan (+) dan pengurangan (-) sehingga pembagian dan perkalian selalu didahulukan di dalam sebuah operasi perhitungan. Perhatikan pola berikut:

5 + 12 x 6 = 5 + 72 = 77
45 – 6 : 2 + 4 = 45 – 3 + 4 = 46

Rumus matematika mengenai skala dan perbandingan

Berikut ini ialah rumus matematika untuk skala:

sd memang sangat penting apalagi bagi siswa yang akan menjelang ujian nasional Rumus Matematika Kelas 6 SD Mengenai Bilangan, Pecahan, Skala dan Perbandingan

Ukuran skala biasanya dipakai di dalam pembuatan sebuah peta. Skala dipakai untuk melambangkan seberapa besar perbandingan antara jarak/ukuran gambar yang ada di dalam peta dengan jarak/ukuran aslinya. Sebagai contoh, skala 1:1000.000 sanggup diartikan bahwa ukuran 1 cm di dalam peta mewakili 1000.000 cm dalam ukuran aslinya. Untuk lebih memahaminya, coba simak pola soal berikut ini:

Jarak antara kota surabaya dan solo di dalam peta ialah 6 cm. Sedangkan skala di dalam peta mengatakan angka 1 : 7500.000 maka jarak bekerjsama antara kedua kota tersebut adalah?

Cara menjawabnya:

sd memang sangat penting apalagi bagi siswa yang akan menjelang ujian nasional Rumus Matematika Kelas 6 SD Mengenai Bilangan, Pecahan, Skala dan Perbandingan

1x jarak sesungguhnya = 6 x 750.000cm
Jarak sesungguhnya = 4.500.000cm
Dalam hitungan km = 45 km

Rumus perbandingan matematika

Di dalam perbandingan matematika, bekerjsama tidak ada rumus yang pasti. Bisa dikatakan hampir sama dengan hukum dalam rumus skala. Kalian hanya perlu berlatih lebih banyak dan ulet semoga sanggup memahami rumus perbandingan matematika. Selain itu, kalian juga harus memahami operasi pecahan dalam matematika, sebab pada pada dasarnya hukum perbandingan mengharuskan kita untuk menerapkan fungsi perhitungan dalam operasi pecahan. Perhatikan pola soal perbandoingan berikut ini:

Rani akan menciptakan rainbow cake. Ia harus menciptakan adonan materi dengan perbandingan 3:9 antara gula dan tepungnya. Apabila tepung yang dipakai oleh rani ialah 450 gram, maka berapakah gula yang harus ditambahkan oleh Rani?

Cara menjawabnya:

sd memang sangat penting apalagi bagi siswa yang akan menjelang ujian nasional Rumus Matematika Kelas 6 SD Mengenai Bilangan, Pecahan, Skala dan Perbandingan

Maka:

3 x 450 = 9 x gula
1350 = 9 x gula
Gula = 1350 : 9
= 150 gram

Demikianlah pembahasan mengenai rumus matematika kelas 6 sd yang sanggup aku berikan kepada kalian. Semoga kalian lebih memahami wacana rumus-rumus tersebut, jangan lupa untuk berlatih dan mencar ilmu dengan giat. Sampai jumpa lagi pada pembahasan mengenai rumus matematika selanjutnya.

Contoh Soal Garis Bilangan Dan Jawabannya Kelas 7

garis bilangan

Contoh Soal Garis Bilangan Dan Jawabannya Kelas 7

garis bilangan

 

 

Contoh soal garis bilangan dan jawabannya kelas 7. 2 5 c.

Garis bilangan untuk anak anak sd kelas 4. Untuk meningkatkan pemahaman sebaiknya kalian mencoba mengerjakan soal yang ada terlebih dahulu baru setelah itu kalian bisa mengeceknya dengan melihat pembahasan soal yang ada di bawah.

Untuk kelas berapa materi itu di sampaikan di sdmi sangat menyesuaikan dengan guru dan kurikulum yang berlaku. Dapat menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan. Pada kesempatan ini kami akan membagikan soal matematika mtk sd tentang bilangan bulat.

Halo adik adik berikut ini 25 butir soal himpunan kelas 7 smpmts. Contoh soal bilangan bulat dan jawabannya. Dapat menyelesaikan operasi tambah kurang kali bagi dan pangkat bilangan bulat termasuk operasi campuran.

Rumus matematika smp kelas 7 aljabar. Soal dan pembahasan juga bisa kalian download untuk tugas sekolah yang mana file bisa diedit dan silahkan digunakan sebagaimana mestinya. Soal dan kunci jawaban materi bilangan bulat.

Rumus matematika berikut ini saya berikan beberapa contoh soal yang bisa dijadikan sebagai latihan untuk kalian yang ada di kelas 7 smp. Unutk mendownload materi smp kelas 7 tersebut silahkan menuju link berikut bse matematika. Rumus matematika bangun ruang lengkap juli 17 juni 36 mei 2 april 5.

Rumus matematika kelas 4 5 dan 6. Soal soal disini semuanya mengenai operasi bilangan bulat. Menemukan rumus suku umum barisan bilangan dan men.

Yang bisa digunakan untuk melengkapi administarsi guru yang dapat di unduh secara gratis dengan menekan tombol download. Tentukan hasil pengurangan berikut. Contoh soal garis bilangan smp kelas 7.

Contoh soal dan pembahasan bilangan bulat. Bentuk soal pilihan ganda. Soal sudah dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan secara mendetail.


SUMBER : https://rumusguru.com/

CIRI UTAMA METODE ILMIAH

CIRI UTAMA METODE ILMIAH

CIRI UTAMA METODE ILMIAH

CIRI UTAMA METODE ILMIAH
CIRI UTAMA METODE ILMIAH

Ciri utama metode adalah

sifat empiris, artinya keputusan-keputusan pikiran yang diambil berdasarkan data empiris, data pengalaman, data yang telah diperiksa kebenarannya, dan kemudian harus diperiksa kecocokan antara keputusan pikiran dengan kenyataan.

Sedangkan cara atau jalan untuk menemukan pengetahuan tentang suatu hal yang tidak berdasarkan mekanisme atau pola empiris itu bukan termasuk dalam metode ilmiah.

Cara-cara bukan ilmiah tersebut antara lain :

  1. Trial and error, mencoba untung-untungan, bila gagal mencoba lagi, cara kerja yang sembarangan, tidak mempunyai pola kerja tertentu dalam menghadapi situasi.
  2. Authority and tradition (otoritas dan tradisi), menolak pendapat seseorang, meskipun masuk akal, dan menerima pendapat orang lainnya berdasarkan anggapan bahwa orang lain tersebut yang berwenang memberi fatwa, dianggap suci.
  3. Speculation and argumentation, seseorang berhasil dalam hal tertentu pada waktu tertentu, beranggapan bahwa ia akan berhasil dalam hal yang lain pada waktu yang lain.

 

Menurut Koentjaraningrat metode ilmiah disebut

sebagai pembangunan ilmu, yang artinya ilmu pengetahuan adalah segala jalan atau cara dalam rangka ilmu tersebut untuk sampai kepada kesatuan pengetahuan. Hubungan antara pengetahuan dan ilmu tanpa adanya metode ilmiah bukanlah suatu ilmu, namun hanya merupakan suatu himpunan tentang berbagai gejala, tanpa dapat disadari hubungan antara gejala yang satu dengan yang lain.

Ndraha (1981) mengemukakan bahwa metode ilmiah dapat dipandang sebagai pemecahan masalah, sebagai berikut:

  • Identifikasi masalah
  • Hipotesis pendahuluan
  • Pengumpulan fakta-fakta tambahan
  • Perumusan hipotesis
  • Penjabaran lebih lanjut terhadap konsekuensi
  • Pengujian terhadap konsekuensi
  • Penerapan

 

KRITERIA METODE ILMIAH

  1. Berdasarkan Fakta >> Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang di analisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata.
  2. Bebas dari Prasangka >> Metode ilmiah harus mempunyai sifat yang bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang jelas dan lengkap serta dengan pembuktian yang objektif.
  3. Menggunakan Prinsip Analisa >> Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis..
  4. Menggunakan Hipotesa >> Dalam metode ilmiah, peneliti dituntun harus berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk memudahkan persoalan serta merangkai jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai, sehingga hasil yang diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat.
  5. Menggunakan Ukuran Obyektif >> Seorang peneliti harus bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif. Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan tidak berdasarkan perasaan.
  6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi >> Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif (angka-angka) yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan.

Baca Juga :

Pentingnya Supervisi Pendidikan

Pentingnya Supervisi Pendidikan

Pentingnya Supervisi Pendidikan

Pentingnya Supervisi Pendidikan
Pentingnya Supervisi Pendidikan

Latar Belakang Pentingnya Supervisi Pendidikan

Di abad sekarang ini,  yaitu era globalisasi dimana semuanya serba digital, akses informasi sangat cepat dan persaingan hidup semakin ketat, semua bangsa berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia. Hanya manusia yang mempunyai sumber daya unggul dapat bersaing dan mempertahankan diri dari dampak persaingan global yang ketat. Termasuk sumber daya pendidikan. Yang termasuk dalam sumber daya pendidikan yaitu ketenagaan, dana dan sarana dan prasarana.

Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.

Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya guru. Pertama,jabatan guru diumpamakan dengan sumber air. Sumber air itu harus terus menerus bertambah, agar sungai itu dapat mengalirkan air terus-menerus. Bila tidak, maka sumber air itu akan kering. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru, tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan, maka ia tidak mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada peserta didik.

Kedua, jabatan guru diumpamakan dengan sebatang pohon buah-buahan. Pohon itu tidak akan berbuah lebat, bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makanan yang berguna bagi pertumbuhan pohon itu. Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu bertumbuh dan berkembang. Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus, membaca informasi terbaru dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi peserta didik.

Peningkatan sumber daya guru bisa dilaksanakan dengan bantuan supervisor, yaitu orang ataupun instansi yang melaksanakan kegiatan supervisi terhadap guru. Perlunya bantuan supervisi terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat. Swearingen mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi berakar mendalam dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang sebagai berikut :

  1. Latar Belakang Kultural

Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. Sejak dini pengalaman belajar dan kegiatan belajar-mengajar harus daingkat dari isi kebudayaan yang hidup di masyarakat itu. Sekolah bertugas untuk mengkoordinasi semua usaha dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicita-citakan.

  1. Latar Belakang Filosofis

Suatu system pendidikan yang berhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa.

  1. Latar Belakang Psikologis

Secara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri.

  1. Latar Belakang Sosial

Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama. Supervisi harus bersumber pada kondisi masyarakat.

 

Latar Belakang Sosiologis

Secara sosiologis perubahan masyarakat punya dampak terhadap tata nilai. Supervisor bertugas menukar ide dan pengalaman tentang mensikapi perubahan tata nilai dalam masyarakat secara arif dan bijaksana.

 

Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan

Supervisi bertugas memelihara, merawat dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. Diharapkan guru menjadi semakin professional dalam mengemban amanat jabatannya dan dapat meningkatkan posisi tawar guru di masyarakat dan pemerintah, bahwa guru punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia.

Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif, yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru-guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu, supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data, fakta yang objektif (Sahertian, 2000:20).

 

Supandi (1986:252), menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasari pentingnya supervisi dalam proses pendidikan.

Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus-menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana secara baik. Namun demikian, upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Banyak hal sering menghambat, yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima, keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum, masyarakat yang tidak mau membantu, keterampilan menerapkan metode yang masih harus ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Dengan demikian, guru dan Kepala Sekolah yang melaksanakan kebijakan pendidikan di tingkat paling mendasar memerlukan bantuan-bantuan khusus dalam memenuhi tuntutan pengembangan pendidikan, khususnya pengembangan kurikulum.

Pengembangan personel

pegawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus-menerus dalam suatu organisasi. Pengembangan personal dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melalui penataran, tugas belajar, loka karya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dan dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya, melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah, percobaan suatu metode mengajar, dan lain sebagainya.

 

Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru. Hal tersebut karena proses belajar-mengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/htc-akan-hadirkan-ponsel-android-one/

Pengertian Visi dan Misi

Pengertian Visi dan Misi

Pengertian Visi dan Misi

Pengertian Visi dan Misi
Pengertian Visi dan Misi

 Pengertian Visi dan Misi

Visi adalah suatu pandangan jauh ke depan mengenai cita dan citra yang ingin diwujudkan suatu institusi/organisasi pada masa yang akan datang, sehingga dapat menjawab pertanyaan institusi/organisasi ingin menjadi seperti apakah kita? (David, Fred R., 2012)

Sedangkan misi mempunyai pengertian sesuatu yang harus diemban oleh suatu institusi/organisasi sesuai dengan visinya. (David, Fred R., 2012).

Visi (Vision) merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. ( Wibisono, 2006)
Misi (Mision) Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.

Misi Perusahaan :

Pentingnya misi yang jelas, Sifat Misi, Berbagai komponen pernyataan misi
 a. Pentingnya Misi yang jelas
Misi merupakan titik awal untuk perencanaan tugas-tugas manajerial, dan diatas semuanya, untuk perancangan struktur manajerial, sehingga misi menjadi fondasi bagi prioritas, strategi, rencana dan penugasan kerja.
Pernyataan misi yang jelas sangat penting untuk menetapkan tujuan dan merumuskan strategi.
King dan Cleland merekomendasikan perusahaan untuk mengembangkan pernyataan misi karena alasan berikut ini :

Memastikan tujuan dasar organisasi

Memberikan basis atau standar utk mengalokasikan sumber daya di organisasi

Menciptakan kondisi atau iklim organisasi yang umum

Menjadi titik utama bagi individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi.

Memfasilitasi penerjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang melibatkan penungasan hingga elemen tanggung jawab dalam organisasi

Memberikan tujuan dasar organisasi dan kemungkinan utk menerterjemahkan tujuan dasar ini menjadi tujuan dalam bentuk sedemikian rupa hingga parameter waktu, biaya, dan kinerja dapat dievaluasi dan dikontrol.

Sifat Misi

Pernyataan misi lebih dari sekedar pernyataan yang detail dan spesifik. Misi pernyataan tujuan yang unik dan ruang lingkup operasinya dalam hal produk dan syarat- syarat pasar. Suatu misi stratejik memberikan keterangan umum tentang produk-produk yang ingin diproduksi suatu perusahaan dan pasar yang akan dilayani dengan menggunakan kompetensi inti internalnya.
Suatu misi yang efektif akan membangun individu dan menggembirakan, inspiratif, dan relevan bagi stakeholders.
Karakteristik sebuah misi seharusnya merefleksikan:

JENIS MENU

JENIS MENU

Adalah merupakan jenis hidangan yang ditawarkan kepada tamu, yang datang, baik yang datang perorangan maupun yang datang secara rombongan (bergroup).
Kita mengenal beberapa jenis menu berdasarkan :
1. Bentuk penawaran, yaitu dilihat dari sisi bagaimana menu itu disusun dan ditawarkan kepada tamu yang menyangkut harga.
Berdasarkan bentuk penawaran ini, maka menu dapat diklasifikasikan menjadi :

a. A la carte menu :

Adalah suatu daftar makanan yang mencantumkan berbagai jenis makanan dari appetizer atau makanan pembuka sampai dengan makanan penutup dimana masing-masing makanan tersebut memiliki harga tersendiri.
Ini berarti tamu memiliki kesempatan untuk memilih makanan sesuai dengan seleranya dan kemampuan untuk membayar.

b. Table D’hote Menu
Adalah daftar makanan yang membentuk atau tersusun dalam satu set makanan dengan satu harga yang pasti.
Table d’hote menu ini dapat terdiri dari 2 coursis, 3 coursis maupun 4 coursis.
Ini berarti dalam table d’hote menu ini tidak adanya banyak pilihan bagi tamu dan biasanya menu semacam ini akan banyak dihidangkan dalam melayani tamu group, karena akan lebih mudah mempersiapkan dan melayaninya.

Pos-pos Terbaru

LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH
LANGKAH METODE ILMIAH

Unsur utama metode ilmiah ada empat langkah yaitu sebagai berikut:

(1) Karakterisasi (Pengamatan dan Pengukuran)

Proses ini melibatkan proses penentuan dan observasi, observasi yang dimaksud memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

(2) Hipotesis
Hipotesis adalah penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran. Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis.

Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen:

  • Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas.
  • Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas.
  • Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

 

(3) Eksperimen

Eksperimen dirancang untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

 

(4) Menyimpulkan hasil eksperimen

Proses ilmiah merupakan suatu proses yang berulang. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut atau hipotesis yang mendasarinya. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.

METODE ILMIAH DALAM MENJAWAB PERTANYAAN ILMIAH

Menurut Mc Cleary (1998) cara untuk memperoleh suatu kebenaran pada sebuah metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis dan riil.

Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkan jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus dilakukan secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab dan terselesaikan berdasarakan fakta yang valid.


Baca : 

TULANG DAN PERSENDIAN

TULANG DAN PERSENDIAN

TULANG DAN PERSENDIAN

TULANG DAN PERSENDIAN
TULANG DAN PERSENDIAN

JENIS TULANG

Tulang kompak, kortikal, lamelar : tulang tersusun sebagai lapisan konsentrik disebut lamela. Ditengahnya terdapat kanal haversian dan pembuluh darah. Biasanya ditemukan pada bagian tepi tulang.
Tulang kanselus,spongy tersusun atas trabekula berdekatan dengan sumsum tulang. Biasa ditemukan pada sisi dalam.

“”

STRUKTUR MELINTANG TULANG PANJANG

• Diaphysis : ditandai oleh adanya rongga medula pada bagian dalamnya

• Epiphysis : terdapat pada ujung tulang

• Metaphysis : ditemukan diantara diaphysis dan epiphysis. Tempat ossifikasi

• Kartilago artikular : kartilago hialin yang membungkus ujung tulang panjang.

• Periosteum : bagian osteogenik dari tepi tulang.

• Endoosteum : bagian dari rongga tulang juga memiliki sifat osteogenik.

“”

TIPE SEL TULANG

A. Osteoblas: merupakan sel pembentuk tl. Ditmkn pd permkn sel tl, fungsinya membtk osteoid dan memproduksi prostaglandin, alkaline phosphatase (mineral tulang). Berperan aktif dlm perbaikan dan remodeling tl dan homeostasis ion calsium dan phosphat dlm darah.

B. Osteosit: bersal dari osteoblas terperangkap dlm matriknya sendiri. Daerah yang ditempati disebut dg lakuna. Fungsinya membtk tl, memelihara matrik dan homeostasis calsium.

• Osteoklas : Sel yg bertanggung jawab meresopsi tl. Sel ini besar, brinti banyak terletak pd permkn tl yg diebut Howship`s lakuna . Sel ini memiliki peran yg sama dengan osteoblas. Osteoklas dewasa melakukan migrasi dan tesebar pada permukaan tulang.

MATRIK TULANG

• Kolagen 85 % – 90 % dari total protein tulang

• Protein non kolagen jumlahnya sedikit tapi sangat penting.

– Fibronektin, osteopanktin sebagai perekat

– Proteoglikan

– Osteokalsin mengandung asam gamma carboxyglutamik. Penting untuk perbaikan tulang

– Protein yang berhubungan dengan pertumbuhan: beta-TGF dan beta-growth factor like insulin.

• Hydroxyapatite (non protein): Merupakan kalsium tulang (kalsium phosphate).

Persendian

• Synarthroses: sendi dengan gerak minimal

Syndesmoses: tulang yang dihubungkan dengan jaringan fibrous padat spt pd tl kepala
Synchondroses: tulang yang dihubungkan oleh tulang rawan spt symphysis pubis.
• Diarthroses: sendi gerak.

Kartilago artikular
Kapsul sendi
Membran synovial

Karakter Ossifikasi

• Osteoid (pre-bone): matrik awal disekresikan oleh osteoblas, sebelum proses mineralisasi.

• Tulang woven: osteosit tersebar dan secara acak membentuk tulang. Semua tulang berawal dari tulang woven.

• Ditemukan spikula kemudian menjadi trabekula

• Tulang woven direformasi menjadi tl cortical dan tl spongy.

Pembentukan tulang terjadi dengan dua cara :

Ossifikasi Intramembranus (pd batok kepala):

• Berkembangnya pusat ossifikasi

• Calsifikasi

• Pembentukan trabekula

• Pembentukan periosteum

Ossifikasi endochondralis: (terjadi pada tl panjang)

Dimulai dari munculnya model tl rawan
Model tl rawan tumbuh
Pusat ossifikasi primer berkembang (fetus)
Rongga medula berkembang
Pusat ossifikasi sekunder berkembang
Terbentuk lempeng petumbuhan epiphysiel dan kartilago artikular.


Sumber: https://thesrirachacookbook.com/instagram-stories-tersambung-ke-facebook-stories/